Disrupsi Industri Kesehatan: Korban Susulan Teknologi Digital Pasca Ojek Pangkalan

 

The doctor of the future will give no medicine but will interest his patients in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease” – Thomas Edison.

Dimasa lampau, karena kurangnya pengetahuan, orang dengan mudah percaya dan takut akan apa yang mereka tidak mengerti. Sesuatu yang tidak mengerti dianggap misteri, magis, atau kutukan yang Tuhan turunkan ke bumi untuk membuat manusia jera melakukan kesalahan.

John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi yang pertama kali memperkenalkan Coca Cola tanggal 8 Mei 1886 mengklaim bahwa campuran sirup karamel buatanya adalah obat paten penyembuh batuk. Sejak itu ketenaran Coca Cola sebagai obat batuk terus dicoba oleh berbagai kalangan. Minuman berkaborasi yang dijual 5 sen per gelas yang mulanya hanya terjual 9 gelas per hari terus melenggang hingga penjuru dunia. Kepercayaan khalayak Amerika terhadap jargon penyembuh batuk saat itu sungguh menyihir. Ada sisi magis dalam penyebaran awal Coca Cola. Kini Medis modern membuktikan bahwa Coca Cola bukanlah penyembuh batuk.

Masyarakat Batak Toba meyakini Debata Mulajadi Na Bolon adalah Sang Pencipta. Sebagai Sang Pencipta, Debata Mulajadi Na Bolon bukan hanya menciptakan manusia dan alam sekitarnya, Debata Mulajadi Na Bolon juga menciptakan sebuah kitab panduan untuk kesehatan agar manusia bisa hidup sehat dan bisa sembuh dari penyakit. Orang yang paling mengetahui isi Kitab Pengobatan ini disebut sebagai Sibaso, Sibaso adalah Datu (Dukun perempuan).

Baik claim Coca-Cola sebagai obat batuk dan jampi-jampi sang dukun tidak memiliki bukti empirik yang dapat menjadi rujukan kongkrit dalam klaim yang diumumkan. Masyarakat modern ingin sebuah bukti empirik dan rujukan kongkrit yang dapat dilihat secara berulang ulang dan konsisten

Kini, masa yang dianggap sudah modern, profesi penyembuh ada pada dokter. Dokter yang berarti guru dalam bahasa Latin adalah seseorang yang memiliki pendidikan dan pelatihan khusus ilmu medis modern untuk menyembuhkan orang sakit  

Perkembangan pemeriksaan penyakit oleh seorang dukun berupa tafsiran telah lama ditinggalkan orang, walapun masih ada yang menggunakan pendekatan jampi-japi, masyarakat kini lebih memercayai sebuah diagnosa yang dikeluarkan oleh seorang dokter.

Lalu apa yang (mungkin) akan terjadi di masa depan? Bisa jadi telaah bidang kedokteran dikerjakan oleh teknologi. Tahun 1997, manusia telah memimpikan pertukaran DNA setiap orang melalui cara yang mudah. Nasib orang bisa saja berubah setiap saat jika dia telah berhasil menukar DNA-nya dengan DNA orang lain. Apa yang terjadi pada film karya Andrew Niccol ini hampir tidak jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Charlie Kaufman dalam film Eternal Sunshine of the spotless mind tahun 2004, dimana setiap orang bisa pergi ke perusahan yang secara khusus bisa menambah dan menghapus ingatan pada otak setiap orang dan melakukan format ulang otak layaknya hard disk drive pada komputer.

Dhealth-956x956

Bila teknologi sudah semudah itu melakukan hal-hal yang pernah dimimpikan para sutradara film puluhan tahun lalu, akan kah pekerjaan dokter digantikan oleh teknologi? Masih perlu kah si pesakit merangkak ke rumah sakit atau ke tempat praktek dokter bila semuanya sudah bisa diselesaikan melalui handphone pintar? Atau gua membayangkan ada semacan chip dalam tubuh yang secara berkesinambungan memonitor seluruh perubahan dalam tubuh sehingga informasi seluruh tubuh tersajikan sebagai langkah antisipasi akan apa yang bakal terjadi. Wallahualam.

Pemikiran Thomas Edison hampir seratus tahun lampau (1847-1931) yang gua tulis sebagai pembukaan tulisan ini, mungkin dugaan dia akan terjadinya pengebirian fungsi dunia kedokteran, cepat atau lambat, entah beberapa generasi setelah kita. Ketakutan dia akan datangnya suatu masa dimana orang-orang di muka bumi yang semakin pintar akan menggerus kenyamanan profesi kedokteran. “The doctor of the future will give no medicine but will interest his patients in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease”.

Teknologi digital dan semua peradaban yang dibawa sudah tak terbendung, tidak  ada yang bisa menghalau bola salju teknologi digital ini, ia telah banyak merenggut kesenangan orang, mulai tukang ojek, tukang majalah, tukang cetak, dan akan kah monster yang dicintai banyak orang ini juga akan menggerus industri kesehatan?

Ah! Mungkin gua ajah yang terlalu berlebihan menanggapi pemikiran om Thomas. Berhayal terlalu jauh tentang Internet Of Things dan terlalu cepat menilai bahwa semua hal, termasuk dunia kesehatan juga akan diambil alih oleh digital.

Advertisements

Jangan Mau Sakit Asam Urat

Pernah ngerasain bangun  pagi tiba-tiba nyeri yang amat menyiksa pada persendian jempol kaki? Jangankan untuk melangkah, disentuh pun rasanya seperti terbakar. Setelah berpikir lama, dan berusaha mengingat kayanya ngga pernah jatuh atau mengalami cidera apa-apa di malam sebelumnya.

Setelah lama mengingat, eh baru sadar malam sebelumnya hanya makan sup kambing yang penuh jeroan dan emping, terus pergi tidur. Kok bisa begitu yaa, apa tuh namanya? Itu namanya Anda telah mengalami serangan pertama asam urat.

stol-6-dietaAsam urat bukanlah penyakit  baru, penyakit ini sudah dikenal sejak zaman Firaun malah tercatat dalam sejarah sejak 2640 SM. Sejak dahulu kala asam urat sudah dijuluki penyakit para raja karena diduga disebabkan oleh makanan yang hanya dapat dikonsumsi oleh para raja yang tamak dan rakus.

Dengan gaya hidup orang sekarang yang melebihi gaya hidup dan jenis makanan raja-raja pada zaman dahulu kala, asam urat kini dapat menyerang siapa saja. Sedih ya, aset mah pas-pasan, tapi malah penyakit yang mirip sama raja.

Secara medis, asam urat dikategorikan sebagai sejenis rematik, dan bagi yang pernah mengalaminya, ini merupakan rematik yang paling menyakitkan. Kenapa? karena asam urat disebabkan oleh akumulasi kristal urat di persendian penyebab pembengkakan dan rasa nyeri.

Serangan asam urat yang pertama cenderung bermula di jempol kaki, tapi lama kelamaan dapat menyebar sampai ke pergelangan kaki, bahkan bisa menyerang lutut, jari-jari tangan dan persendian lainnya. Kristal urat terbentuk karena tingkat asam urat dalam darah yang sangat tinggi. Sebenernya secara alami badan kita menghasilkan asam urat saat mengurai purin (zat yang banyak terdapat di tubuh kita maupun berbagai makanan).

Seharusnya asam urat larut dalam darah dan disaring oleh ginjal, lalu terbuang saat buang air kecil. Namun, terkadang tubuh memproduksi asam urat secara berlebih atau ginjal tidak sempurna menyaring sehingga asam urat menumpuk, lalu terbentuk deh kristal urat yang tajam-tajam di persendian.

Penyebab 

Makanan dengan kadar purin tinggi adalah penyebab utama serangan asam urat. Beberapa jenis makanan (raja) yang perlu dihindari oleh rakyat antara lain jeroan, kerang-kerangan, daging kalengan, kalkun, jamur, asparagus, kacang melinjo, emping, durian, kembang kol, buncis dan bayam. Ini tidak berarti semua makanan tinggi purin dilarang untuk dikonsumsi, hanya perlu dikurangi. Minuman dengan kandungan gula tinggi maupun minuman beralkohol juga dapat menyebabkan serangan asam urat loh!

Mengurangi Rasa Nyeri

Kasus bangun pagi dengan nyeri sendi jempol adalah serangan asam urat pertama. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri ini? Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat, seperti NSAID atau colchicine untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, obat tersebut tidak bisa membantu memecahkan penumpukan kristal urat di persendian. Untuk itu, Anda harus mengonsumsi corticosteroids.

Untuk membantu mengurangi penumpukan asam urat dalam tubuh dan memperbaiki fungsi ginjal, sangat disarankan mengonsumsi air sebanyak 6 liter tiap hari selama mengalami serangan asam urat. Mungkin dulu raja-raja di dunia ini malas minum kali yaa, apalagi air putih biasa, ya namanya raja masa mnum air putih Bro! gengsi juga kali apalagi kalau ada tamu dari kerajaan sebelah dateng.

Kalau lihat akibat yang ditimbulkan ini, gua sih mendingan pilih ngga usah jadi raja dari pada jadi raja tapi jempol kaki bengkak dan ngga bisa traveling kemana-mana!

Pasar Tomohon, (Bukan) Pasar Biasa

Apa yang ada di negeri orang kadang terkesan lebih seru dibanding apa yang ada di negeri sendiri, termasuk pasar. Pasar paling seru yang pernah gua lihat sebelum ini adalah pasar Yau Ma Tei di Hongkong. Kenapa seru, beberapa tahun silam waktu gua ke Hongkong, lihat pasar dengan pemandangan kepala babi berjajar sepanjang los udah gua anggap seru. Merah merona daging babi yang baru keluar dari tempat penyimpanan gua anggap seru waktu itu. Belakangan gua dengar Indonesia juga punya pasar seru, saking serunya pasar ini dapat julukan pasar ekstrem, adanya di Manado, namanya Pasar Tomohon.

Tanggal 8 Februari 2017 lalu gua berkesempatan sambangi Pasar Tomohon. Ternyata benar, pasar ini lebih seru dari yang pernah gua lihat di Hongkong. Gimana ngga seru, di Yau Ma Tei hewan yang dijual babi dan anjing itu pun gua ngga sempat lihat proses pelepasan nyawa, di Tomohon segala rupa hewan ada lengkap dengan prosesi mengerikan dalam rangka pelepasan roh dengan jasad. Ngerih!  Ini lah pasar hewan heterogen terlengkap di Indonesia yang pernah gua lihat, ada yang bilang paling heterogen se-Asia Tenggara. Bukan cuma babi dan anjing yang ada pada etalase berlumur darah di Tomohon. Mulai ular sanca sebesar betis orang dewasa, kucing, tikus, monyet, sampai kelelawar bergelayutan di pasar Tomohon menunggu pembeli meminang daging mereka.

 

_MG_4858

Ya, beda Tomohon beda juga Yau Ma Tei. Kalau di Yau Ma Tei gua lihat hewan-hewan itu terpajang sudah dalam keadaan mati, di Tomohon lihat prosesi dari roh menempel pada jasad hewan hingga roh melayang melintasi langit-langit pasar bisa bikin eneg. Pisau tajam terlalu mainstream buat mereka. Sebuah karung, kayu pemukul,  dan alat semprot api untuk menghilangkan bulu-bulu pada hewan itu jadi alat kerja utama pedagang di pasar Tomohon.

tom 3

Eh! Apa hewannya sudah mati saat disemprot api. Ngga loh! Mereka tetap sikat binatang yang meronta-ronta kesakitan itu dan menghabisi sisa nyawa dengan guyuran api ke tubuhnya. Waktu gua disana ada yang cerita katanya sudah ada beberapa persatuan penyayang hewan yang protes atau semacam keberatan dengan cara ini, tapi ya mereka jawab gampang ajah, “ini sudah kami lakukan turun temurun dari nenek moyang kami, dari dulu nenek moyang kami melakukan ini tidak ada yang protes”. Begitu jawaban salah satu penjual waktu gua kejar pertanyaan kenapa masih lakukan cara itu. Terdengar sadis ya, tapi itu yang gua lihat ketika mereka memenuhi permintaan pembeli anjing saat gua tiba di pasar Tomohon Rabu pagi itu.

tom 1

Pasar Tomohon sebenarnya sama seperti pasar tradisional lain di Indonesia. Ada dua sisi pedagang di Pasar Tomohon yang bersebelahan, yaitu pedagang sayur dan pedagang daging. Mereka yang perlu belanja sayur yang ke sisi sayur dan setelah usai belanja sayur mau belanja belanja beraneka jenis daging ya ke los daging, biasa kan?

_MG_4861
Gua sempat datangi orang yang baru beli daging kucing, ketika gua tanya suka ya daging kucing. Dia bilang biasa ajah. Terus saat gua tanya, serupa dengan daging apa rasa daging kucing. Dia jawab dengan santai “serupa daging anjing cuma kucing lebih panas ajah, jadi terasa lebih enak di badan”. Lebih panas. Okelah Bu, sambil bayangin tangan tu ibu muda menyantap  paha kucing pakai sambal roa.

 

Get there

Gimana sih caranya ke Pasar Tomohon yang ada di ketinggian 800 meter diatas permukaan laut ini? Dari Manado ke Tomohon sangat mudah. Karena gua menginap di Hotel Aryaduta Manado, cukup menyeberang jalan pakai angkot No. 45 dari depan RS. Siloam Manado tujuan ke Pasar Kerombasan, tarifnya Rp. 4.000. Perjalanan dari RS. Siloam Manado ke pasar Kerombasan sekitar 30 menit. No worry lah, ngga bakal bosan naik angkot di Manado, sebab rata-rata angkot sudah full music, dengan volume kadang-kadang sesuka suasana hati supirnya.

Dari pasar Kerombasan menyeberang pasar menuju terminal bus. Nah disitulah tersedia banyak bus sedang jurusan Tomohon. Saat gua naik, bus sudah penuh dan kernet menawarkan untuk naik bus berikutnya. Ah tapi ngga lah, akhirnya gua duduk di tangga belakang dengan pemandangan langsung keluar. Seru!

 Turun di tempat perhentian terakhir bus ini, bukan terminal resmi tapi mereka menyebutnya terminal, ya terminal Tomohon. Dari terminal Tomohon ini menuju Pasar Tomohon bisa jalan kaki atau bisa pakai ojek motor, bayar Rp. 3.000.

 

Best Time
Hari apa dan jam berapa sih waktu terbaik mengunjungi Pasar Tomohon? Nah, seperti halnya pasar-pasar lain di Indonesia, di Tomohon juga ada hari pasar. Hari pasar di Tomohon adalah hari dimana para penjual dari gunung-gunung dan desa-desa yang sangat jauh dari luar kota Tomohon ini membawa berbagai jenis hewan mereka. Jadi kalau mau lihat betul hari pembantaian yang sebenarnya pergilah pada hari pasar yaitu hari Selasa dan Sabtu, tapi ingat ngga boleh lebih dari jam 11 siang, jam segitu komoditas sudah habis terjual. Bagusnya sih jam 6 sampai jam 8 pagi.
Lah terus gimana bisa sampai di Pasar Tomohon sepagi itu? Jangan khawatir, di sekitar Pasar Tomohon banyak sekali penginapan murah dan layak untuk orang-orang yang mau berburu “moment” pagi disana. Jadi pergi satu hari sebelumnya dan ambil penginapan di Tomohon adalah pilihan terbaik. Waktu gua disana, penginapan banyak diinapi oleh para turis Jepun dan Cina yang sengaja menginap beberapa hari di Tomohon untuk menikmati segarnya berbagai jenis hewan itu.
Kita boleh anggap Pasar Tomohon ini pasar yang ngga biasa karena membantai dengan cara yang ngga normal hewan yang akan diambil dagingnya, tapi buat orang Tomohon pasr ini adalah pasar biasa tempat mereka membeli berbagai kebutuhan daging sehari-hari. Buat yang belum pernah kesana mungkin melihat ini sebagai sebuah kekejaman, tapi gua yang pernah beberapa menit disana dan bincang dengan beberapa penjual dan pembeli rasanya menggap gua lebai saat bilang Pasar Tomohon adalah pasar yang luar biasa.
Kurang lebih dua jam perjalanan dari Manado memang cuma lihat keseruan di Pasar Tomohon ajah? ah tentu ngga! Jangan buru-buru pulang usai dari Pasar Tomohon. Di wilayah yang terbilang berada di ketinggian itu masih banyak pemandangan yang bikin seger mata, ya setidaknya menghapus pemandangan eneg selepas pembantaian.
IMG_4867
Mau tahu apa ajah tempat seru di Tomohon dan Minahasa, gua bikin tulisan terpisah deh yaa.

Kenapa Film “Muhammad: The Messenger of God” (2015) Tidak Tayang di Bioskop Kami

 

Alasan sebelum nonton tayangan film yang beredar, selain lihat dulu resensi, rating IMDb selalu jadi patokan. Nilai 8.1 dari 10 untuk film “Muhammad: The Messenger of God” adalah angka yang sangat mengagumkan buat gua. Bayangkan, Assassin’s Creed (2016) yang cuma dapat rating 6.4 gua cukup antusias untuk nonton dan bawa anak-anak.

Tersebut lah kisah Abraha, Raja Habasha, memerintahkan salah satu panglima perangnya untuk menyerang kota Mekah. Ia ingin bangunan Kabah dihancurkan. Ia kemudian menyusun rencana dan kekuatan sebaik mungkin. Salah satunya dengan menyiapkan pasukan tangguh yang terdiri dari ribuan tentara manusia, kuda, dan gajah.

Namun rencana penyerangan pasukan Abraha gagal di tengah jalan. Ketika sebagian pasukan mulai mendekati Mekah, para gajah mendadak berhenti bergerak. Mereka tiba-tiba lari berbalik arah, seolah ingin menjauh dari Mekah.

Tak lama kemudian muncul jutaan burung kecil membawa batu di kaki mereka. Burung-burung ini menghujani pasukan Abraha dengan batu dan memusnahkan seluruh pasukan Abraha. Sebulan setelah peristiwa itu, lahir lah sang nabi akhir zaman, Muhammad SAW

muhammad_-_the_messenger_of_god_poster

Petikan kisah film dengan anggaran sangat besar karya sineas Iran berjudul Muhammad, Messenger of God. Film yang berkisah tentang masa kecil Nabi Muhammad dengan segala bentuk tirani dan penindasan terhadap umat Islam seharusnya sudah tayang sejak tahun 2015 lalu. Cerita yang selama ini gua dapat dari buku-buku atau dinukilkan oleh guru ngaji semasa kecil di surau itu mestinya bisa gua lihat secara mengagumkan di layar lebar layaknya Assassin’s Creed yang jauh tidak menarik itu.

mv5bngfmntbhzdatzdy2my00ytgwlwfimtctoguwzddjnjq1nza0xkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

Sayangnya film berdurasi 190 menit ini menuai kritik dan penolakan dari kelompok konservatif. Film Muhammad: The Messenger of God dinilai kurang pantas. Salah satunya karena menyertakan shot belakang punggung Muhammad muda saat memandang langit. Penggambaran fisik Muhammad adalah tabu bagi masyarakat muslim dunia – terutama yang berpegang teguh pada tradisi Sunni yang dominan – meski kaum Syiah, yang terdiri atas 95 persen penduduk Iran, memiliki pendekatan dan tanggapan lebih liberal untuk masalah ini.

mv5bztg0n2jindutotrmnc00zdvjlwi3mmetmwiznmi5zmfizde5xkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

Petikan wawancara The Guardian, Majid Mujidi sang Sutradara, bilang bahwa dia sadar akan banyak kritik yang muncul terhadap film ini, tapi menurutnya ini adalah persoalaan kepercayaan individu. Dirinya yakin bahwa Ia masih memegang teguh aturan agama dan Allah selama pembuatan film ini. “Saya menyayangi Nabi Muhammad SAW” tuturnya.

Dalam film ini Majid berniat memperkenalkan Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan pesan persatuan dunia Islam. “Kami memilih membagi kisah masa hidup Nabi ke dalam film karena banyak yang berbagi pesan lewat media ini. Kami juga ingin menunjukkan dan kembali mengingatkan bahwa Islam itu satu dengan menunjukkan tidak ada perbedaan antara Syiah dan Sunni serta kelompok Islam lainnya. Kami membawa pandangan persatuan Islam,” ujar Majid yang juga sutradara Children of Heaven (1997).

Bila saja scene yang nampak punggung belakang Nabi Muhammad muda itu dipotong, sehingga tidak ada satu pun penampakan Beliau, apakah film ini tetap tayang di bioskop negeri ini? Wallahu A’lam Bishawab. Mungkin bukan cuma perihal itu, tentu masih ada lagi alasan orang-orang pintar kenapa film yang trailler-nya ajah bikin hati bergetar ini tidak tayang di negeri ini. Tap ajah embedeb Youtube ini https://www.youtube.com/watch?v=AedBPzbgcZE 

Kalau sejarah Cal Lynch yang keturunan Creed sebagai hayalan team Ubisoft bisa gua tonton bersama anak-anak gua di layar lebar kenapa kehidupan masa kecil panutan gua, Muhammad Rosulullah ngga bisa?

Shollu Ala Muhammad

mv5bzteynwm3mmetymrkni00njk3ltg2zjutmza2mwm0m2u4mdiwxkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

 

Brown Canyon-Semarang, Bukan Canyon yang Sebenarnya

Tahun 2016 traveler lokal dikagetkan dengan munculnya canyon baru di Semarang. Ada blog travel sampai bilang Grand Canyon di Semarang tak kalah indah dari Grand Canyon yang ada di Amerika. Waw!! Mestinya keren banget lah kalau begitu Brown Canyon ini.

Tentu gua ngga bisa bantah begitu ajah tulisan blog travel yang berani bandingkan canyon yang ada di Amerika dengan yang baru ditemukan di Semarang, sebab gua belum pernah pergi ke canyon yang kalah indah di Amerika itu.

Tanpa rencana matang, akhir 2016 kemarin gua dan keluarga memutuskan untuk merayakan tahun baru dengan solo touring. Namanya touring yang penting jakarta coret. Bandung definitely bosan dan kepikir macet, Cirebon rasanya terlalu sebentar untuk 4 hari liburan. Akhirnya terpilih lah Semarang. Horeee angan-angan untuk sambangi Brown Canyon hampir terwujud.

Tol Cipali yang biasanya liburan panjang macet ikut panjang macetnya, eh kali ini lancar jaya, hanya hujan terus menemani sampai selepas Kendal hingga Allstay Hotel Semarang, Jalan Veteran tempat kami menginap. Kekhawatiran batal ke Brown Canyon membayangi hingga pagi. Menurut salah seorang traveler yang jumpa di hotel pagi itu bilang jangan memaksakan diri ke Brown Canyon kalau habis hujan, akan sangat becek, banyak lumpur bahkan sulit dilewati mobil pribadi.

Begitu dengar sulit dilewati mobil pribadi, adrenalin malah menggelora. Pasti asik tempat ini. Sabtu tanggal 31 Januari 2016 pukul 09:00 akhirnya gua berangkat dari hotel menuju Brown Canyon. Google Maps bilang jarak cuma 13 km dengan perjalanan ngga lebih dari 1 jam. Okel lah.

To get there

Sesuai sub judul, hari gini mah ngga sulit kalau mau ke sebuah destinasi, tinggal cari di Google Maps, dapat lah nama Brown Canyon. You guys kalau mau kesana tap embed map ini ajah https://goo.gl/maps/hyxMHM9tQHv.

Jangan bayangkan jalan menuju canyon juga lengkap dengan fasilitas petunjuk jalan, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju lokasi dihiasi oleh pemandangan indah layaknya beberapa lokasi wisata lain, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju canyon papasan dengan para turis lokal maupun turis bule, ngga banget!

Jalan menuju Brown Canyon dari Semarang adalah jalan kabupaten dengan fasilitas 1 jalan aspal dua arah yang banyak dilalui motor-motor dan becak, ngga ada petunjuk jalan atau umbul-umbul mengarah lokasi. Sepanjang perjalanan dari Jalan Veteran Semarang ngga ada rambu petunjuk Brown Canyon. Karena ini jalan kabupaten atau bahkan jalan kecamatan, bakal ketemu tikungan-tikungan atau perempatan yang macet, mohon bersabar ajah. Satu lagi, jangan berharap papasan dengan para turis bule macam di Ubud atau di Hidden Canyon di Gianyar, ngga guys! yang ada elu hanya akan banyak papasan dengan truk-truk pengangkut tanah dengan supir dan kernet berwajah lelah dengan baju kaos merk Hings yang fenomenal.

Area lokasi canyon dengan hunian penduduk dipisahkan oleh jembatan kali yang hanya bisa dilalui 1 kendaraan, jadi mesti gantian. Apa yang dibilang si traveler itu ternyata benar, jalan menuju lokasi sangat becek dan licin. Ada 3 akses menuju lokasi terdekat ke bukit canyon, dua akses lain negatif untuk dilewati, tinggal 1 akses lagi dan you guys mesti bersaing dengan truk di jalan tanah itu.

Tingginya sisa tanah yang disebut canyon itu sudah terlihat kurang lebih 300 meter sebelum tiba di lokasi. Hujan yang turun terus menerus hingga pagi tadi bukan hanya ganggu jalan masuk menuju canyon, tapi juga ganggu pemandangan untuk foto canyon. Awan mendung sisa hujan bener-bener bikin kelam.

brown04

Fasilitas

Tidak ada lokasi parkir layaknya sebua tempat wisata, ngga ada gate masuk layaknya masuk ke DUFAN atau ke TAMAN SAFARI, ngga! Ngga ada. Tapi begitu mobil kita mulai parkir seadanya ngga jauh dari kaki bukit itu, dua motor sigap hampiri dan sodorkan tiket tanda masuk lokasi wisata senilai Rp. 5.000,- per orang. Mau berantem juga males cuma lima ribu doang cuma KZL ajah, maen todong begini, ah yaudah lah. Dengan sedikit ngobrol ngalur-ngidul salah satunya bilang yaudah pak, bayar 3 orang ajah. Kami berlima waktu itu. Jadi dia dapat Rp. 15.000 dan ngga tahu pergi kemana setelah itu. Mungkin ke pos penjaga tiket masuk, mungkin ada loh. Sebab gua juga ngga lihat lagi setelah itu.

brown02Banyaknya antrian truk menunggu giliran untuk diisi tanah oleh escavator, ramainya dentuman dinamit untuk hacurkan tanah-tanah yang masiv, banyaknya titik rawan dinamit untuk didekati dan tidak adanya titik safety point sekedar untuk berteduh menikmati INDAHNYA canyon bikin gua yakin betul tempat ini bukan tempat wisata. Jika ada yang bilang ini tempat wisata itu jelas dipaksakan berdasarkan sisa tanah tanah yang belum runtuh oleh dentuman dinamit. Tempat ini jelas berbahaya untuk dikunjungi.

Lalu kenapa banyak yang masih mau datang ke tempat ini? Bagi para pemburu foto, lingkungan ekstrem disini jelas jadi surga untuk ambil gambar. Ceruk yang tergali dengan meninggalkan bagian lain yang belum sempat digali tentu jadi daya tarik tersediri, termasuk beberapa bukit sisa yang belum dihancurkan.

brown01

Untuk Siapa Brown Canyon

Lalu kenapa lokasi ini sampai terbentuk canyon dan diberi nama Brown Canyon? Brown Canyon adalah nama yang kelak akan digunakan oleh si pemilik area untuk komplek perumahan orang-orang kaya di Semarang. Saat ini mereka sedang melakukan cut and fill area. Mungkin master plan mereka ada area yang harus di-cut, sehingga banyak tanah yang harus dibawa keluar area dan ada bagian yang dibiarkan atau bahkan ditambah ketinggiannya untuk bikin efek mengagumkan dari komplek perumahan yang akan ditempati orang-orang kaya nanti.

brown05

Sampai Kapan bayar Rp. 5.000

Terus tinggal berapa lama lagi para photo hunters bisa mengabadikan CANYON yang konon tak kalah indah dari GRAND CANYON di Amerika ini? Hasil obrolan gua dengan salah seorang mandor di sela-sela ledakan dinamit, kurang dari 6 bulan sejak hari itu sebagian besar bukit-bukit sudah akan rata dengan tanah. Sedih ngga? Ngga sedih sih. Susunan bukit-bukit sisa galian itu bakal hilang, tapi ngga usah khawatir, itu semua bakal digantikan oleh bukit baru yang lebih hijau, lebih bersih, lebih tertata dengan pintu masuk dan gerbang yang jelas ditambah baliho sangat besar mungkin bertuliskan Selamat Datang Di Komplek Perumahan (mewah) Brown Canyon. Oh iya satu lagi, kalau udah ada embel-embel Komplek Perumahan pasti jalan menuju Brown Canyon bakal banyak rambu petunjuk sejak dari Simpang Lima dan jalannya pasti makin halus.

brown03

Jadi buat yang mau menikmati Brown Canyon selagi bayarnya cuma Rp. 5.000 dari sekarang deh sambangi, sebelum bukit yang indah itu berganti jadi bukit buatan nan indah tak seindah Grand Canyon di Amerika.

escape01

Awas, Jangan Berbagi Penggunaan Benda Ini dengan Orang Lain

02
Earphone rentan menularkan bakteri atau kuman (foto: hitech.vesti.ru)

Kadang begitu dekat hubungan kita dengan teman, hal meminjamkan properti dianggap biasa. Sebenernya ngga semua bisa kita bagi bersama dalam penggunaannya, bukannya pelit, namun hal itu perlu kita lakukan untuk hindari perpindahan virus dan kuman sebab bukan kah kuman itu bisa tersebar tanpa pandang teman akrab atau bukan? Nah, berikut yang sebaiknya tidak boleh you guys bagi bersama.

Earphone

Kita kadang merasa biasa saja mendengarkan musik bersama teman melalui earphone atau kala lupa bawa, seringkali pinjam dari teman untuk mendengakan musik. Tapi tahu ngga bahwa earphone rentan menularkan bakteri atau kuman. Bisa jadi si peminjam punya penyakit infeksi telinga, nah lo!! Jadi sebaiknya hindari berbagi earphone.

Pisau cukur

Biasanya saat traveling dan butuh alat ganteng, kita seenaknya ajah pakai alat cukur teman. Padahal sekali saja pisau cukur yang orang lain pakai dan mengenai pembuluh darahnya, maka jenis penyakit seperti HIV AIDS, hepatitis, dan lainnya bisa menular dengan cepat.

Deodoran

Lagi-lagi bisa terjadi saat traveling atau usai ganti salin setelah berenang, biasanya kita mudah saja berbagi deodoran dengan teman. Sesungguhnya deodoran rentan menyimpan banyak kuman sebab dipakai pada bagian tubuh yang berkeringat. Lagi pula, ketiak dapat menularkan bau badan jika bakteri yang ada di keringat saling berpindah tempat dengan ketiak orang lain. Jadi kalau terpaksa ngga bawa mending tahan untuk tidak pakai sampai ketemu indomaret atau alfameret lah, beli ajah, murah ini.

Sabun batang

Sekalipun satu keluarga sebaiknya gunakan sabun batang untuk masing-masing orang sebab berbagai bakteri pemicu penyakit kulit semisal herpes, panu, atau eksim bisa menular dengan mudah pada sabun batang yang berbagi, bahkan dengan saudara sekalipun lho’

 

Begini Rute Menikmati Pura Di Bali

Cari kata BALI untuk images di Google yang tampil gambar Pura dengan berbagai keindahan dan keteduhan lingkungan yang mengelilinginya. Ngga penasaran mau datangi Pura cantik nan teduh itu? Yuk telusuri beberapa Pura itu sembari cari tahu filosofi didirikannya setiap pura yang kita sambangi, begini rutenya! 

Pura Besakih

Rute pertama jatuh pada Pura Besakih, kenapa? Sebab Pura Besakih diyakini sebagai tempat pertama para leluhur Bali yang pindah dari Gunung Raung di Jawa Timur. Ada cerita menarik kenapa akhirnya leluhur Bali mendirikan Pura di tempat ini.

Begitu semangatnya mereka membersihkan lahan baru ini, hingga melupakan rasa syukur pada alam semesta, hingga suatu waktu alam menegur dengan bencana sakit dan banyak orang yang dimakan oleh bintang buas, hingga suatu waktu seorang pertapa mengigatkan untuk mengerjakan upacara yadnya atau dalam istilah Bali dikenal dengan nama bebanten atau sesaji bagi Sang Hyang Widhi Wasa. Nah, di tempat mula persembahyangan untuk menebas hutan di Bali ini leluhur menanam kendi atau payuk berisi air, beserta Pancadatu berupa logam emas, perak, tembaga, besi dan perunggu disertai permata Mirah Adi (permata utama) dan upakara (bebanten/sesajen) yang diperciki oleh Pangentas (air suci). Tempat aktivitas diletakkannya sesajen itu diberi nama Pura Basuki yang hingga kini dikenal dengan nama Pura Besakih. Setelah berdirinya Pura Besakih, aktivitas pembersihan diteruskan tanpa meninggalkan rasa syukur mereka bagi Sang Hyang Widhi Wasa.

besakih
Terbayang kan keteduhan Pura Besakih ini (suartur.com)

Pura Ulun Danu Bratan

Terbilang tidak jauh dari Pura Besakih, perjalanan menelusuri Pura di Bali lanjut ke Pura Ulun Danu Bratan. Salah satu daya pikat pura ini adalah letaknya di tengah danau diantara pegunungan sejuk. Ngga afdol deh ke Bali kalau belum lihat langsung pura yang tambah terkenal berkat ada di uang pecahan Indonesia Rp. 50.000 ini.

pura-ulun-danu-bratan
Seolah dikelilingi danau, Pura ini begitu indah untuk difoto setiap saat (accessibleindonesia)

Pura Ulun Danu Beratan berada di Desa Bedugul, Bedugul terkenal dengan udara yang sejuk berkat ketinggian 1.293 meter diatas permukaan laut. Pura Ulun Danu Beratan adalah pura yang ditujukan untuk pemujaan Dewi Danu sebagai simbol pemberi kesuburan dan kemakmuran untuk penduduk Desa Bedugul.

Pura Tanah Lot

Sebelum menikmati indahnya Pura Tanah Lot, yuk kita kepo-in dulu ada apa sih sampai disebut Pura Tanah Lot. Pada zaman dahulu kala…., cie mau membagi kisah nih. Jadi dahulu kala itu penduduk Bali terutama penduduk Desa Beraban percaya pada satu orang pemimpin yang dianggap sebagai utusan Tuhan. Suatu waktu datanglah seorang punggawa dari tanah Jawa, tepatnya dari Kerajaan Majapahit yang ingin menyebarkan agama Hindu menuju Lombok. Punggawa bernama Dang Hyang Dwijendera sebelum tiba di Mataram berhenti melakukan meditasi di Desa Beraban karena melihat cahaya yang keluar dari batu berbentuk burung beo dengan mata air di dalamnya.

Berkat kharisma dan ajaran yang dibawa, banyak penganut monotheisme lokal yang mulai mengikuti ajaran Dang Hyang Dwijendera. Pimpinan penganut monotheisme desa Beraban marah dan mengusir Dang Hyang Dwijendera. Dengan kesaktiannya Dang Hyang Dwijendera berhasil menggeser tempat pertapaan yang semula menyatu dengan tanah itu ke tengah laut. Maka jadi lah tanah dengan bangunan pura itu disebut Tanah Lot atau tanah di tengah laut, itu kenapa sekarang kita lihat Tanah Lot seperti terhempas ke laut, mungkin dahulu Pura itu berada didaratan Beraban.

sunset-tanah-lot-bali
Terpisah dari daratan bikin Pura di Tanah Lot ini semakin menarik 

 

Pura Puncak Mundi, Nusa Penida

Buat yang belum pernah menginjakkan kaki ke Nusa Penida, ini saatnya untuk menyambangi pulau nyentrik yang pernah jadi tempat pembuangan Soekarno itu. Dari penyeberangan Sanur kurang lebih 30 menit dengan boat ke Nusa Penida. Pura yang akan dituju adalah Pura Puncak Mundi.

Kisah para Dewa turun ke bumi menjelma jadi manusia diceritakan pada asal muasal Pura Puncak Mundi. Diyakini hal itu terjadi pada tahun saka 50 ketika Batara Siwa turun ke dunia menjelma jadi manusia di sekitar Puncak Bukit Mundi  yang merupakan dataran tertinggi di Nusa Penida. Ketika itu Batara Siwa menjelma jadi seorang pendeta besar yang sakti, bernama Dukuh Jumpungan.

Seperti keyakinan Hindu umumnya jika salah satu dewa turun ke bumi tentu berpasangan, nah! pasangan Dukuh Jumpungan adalah Dewi Uma, yang juga seorang Dewi yang menjelma jadi wanita jelita.  

Tahun Saka 90, istri Dukuh Jumpungan melahirkan seorang putra bernama I Merja. Kisah ini lah yang jadi muasal cerita berkembang biaknya penduduk di Pulau Nusa Penida, bukan hanya penduduk yang terus bertambah, sejak pura pertama di Nusa Penida itu, kini sudah terdapat banyak pura di Nusa Penida. Jadi ngga salah you guys begitu tiba di dermaga Nusa Penida kudu ke pura ini terlebih dahulu sebelum menyambangi pura lain di Nusa Penida.

Jangan lupa untuk berpakaian sopan dan menyapa dengan ramah petugas penjaga Pura sebelum masuk, dan tolong jangan buang sampahmu sembarangan yaaa

dalem-puncak-mundi
Keteduhan yang luar biasa bisa berada di Pura ini, harus coba guys! 

 

Radio (2003): A lesson in Humanity

radio

Akan ayah ceritakan kepadamu apa yang belum belum pernah ayah ceritakan selama ini, ketika ayah berusia 12 tahun, saat berjualan koran dan mengantar ke beberapa rumah di sekitar komplek, ayah selalu melawati sebuah rumah dan di rumah itu selalu terdengar suara rintihan seperti anak terjepit. Ketika ayah lihat ternyata suara itu keluar dari mulut seorang anak seusia ayah dengan keterbelakangan. Dia merintih karena dipasung oleh orang tuanya. Selama dua tahun ayah selalu melewati rumah itu dan selalu mendengar suara itu, namun ayah tidak pernah bisa berbuat apa pun untuk anak itu

Obrolan Pelatih Harold Jones yang diperankan oleh Ed Harris kepada anak tunggalnya Mary Helen (Sarah Drew) diatas adalah cuplikan di akhir cerita film Radio (2003). Sosok anak dengan keterbelakangan mental bernama James Robert Kennedy (Cuba Gooding Jr) ini lah yang menghiasi hampir seluruh isi film.

Kegembiraan Kennedy dengan keranjang dorong dan beberapa alat yang dibawa menjadi perhatian Pelatih Jones saat melintas lapangan football tempat ia melatih siswa SMA Hanna di Anderson Street, South Carolina. Ketertarikan Kennedy pada radio sejak pertama saat dirinya diundang oleh Pelatih Jones dan kesulitan menyebut nama menciptakan sebutan Radio untuk anak yatim keturunan Afrika-Amerika ini.

radio-2003-movie-poster

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri Radio, Pelatih Jones terus mengikutsertakan Radio dalam setiap latihan dan aktivitas di SMA Hanna. Namun keadaan tidak seindah yang dibayangkan, niat Pelatih Jones untuk memberikan perhatian lebih kepada Radio menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak suka sebagaian orang tua murid. Dengan berbagai cara mereka mulai menghasut orang tua lain agar pihak sekolah mengeluarkan Radio dari sekolah. Niat licik itu berhasil, Radio akhirnya dikeluarkan dari sekolah kerena dikerjai oleh Frank, salah seorang murid bankir kaya dengan  cara menipu Radio untuk masuk ke kamar ganti siswi selepas latihan. Kondisi ini malah meyakinkan Pelatih Jones bahwa Radio harus ditolong sepenuhnya. Dalam sebuah pertemuan tidak resmi yang juga dihadiri oleh ayah Frank, Pelatih Jones menegaskan bahwa niat dirinya untuk menolong Radio bukan tanpa alasan dan jika Radio tetap tidak diizinkan masuk ke sekolah, dia akan ambil keputusan yang akan berpengaruh pada kelangsungan prestasi football murid-murid SMA Hanna.

Pertemuan yang berlangsung tidak lama ini membalikkan opioni para orang tua yang selama ini mengira Pelatih Jones telah berbuat salah dengan mengajak Radio ikut melatih para siswa malah berbalik jadi menyalahkan ayah Frank yang dianggap telah menebar kebencian kepada Radio dengan tanpa alasan.

Film yang diangkat dari kisah nyata tahun 1976 ini mengajarkan seberapa besar manfaat kita bagi orang lain. Apa yang Pelatih Jones lakukan kepada Radio menjadi sebuah pemahaman fundamental bagi kehidupan Radio di masa depan.

Dengan memilih berhenti menjadi pelatih dan terus membimbing Radio hingga kelak bisa diterima masyarakat, Pelatih Jones bisa berkata kepada anak tunggalnya bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan kedua terhadap apa yang seharusnya ia lakukan saat berusia 12 tahun lampau, A lesson of Humanity.

 

Starring: 

Cuba Gooding Jr (Radio), Ed Harris (Coach Jones), Alfre Woodard (Principal Daniels), S. Epatha Merkerson (Maggie), Brent Sexton (Honeycutt), Chris Mulkey (Frank Clay), Sarah Drew (Mary Helen ), Riley Smith (Johnny), Patrick Breen (Tucker) dan Debra Wing

Genre: 
Drama

Kemana Hilangnya Film “Soeara Berbisa” (1941)

soeara_berbisa_ad

Atlet muda bernama Mitra dan Neng Mardinah akan menikah. Namun, seorang pemuda yang bernama Mardjohan jatuh cinta dengan Mardinah, dan kemudian menyebarkan fitnah bahwa Mitra adalah anak perampok. Tak tahan dengan fitnah itu, Mitra pergi ke luar kota dan bekerja pada sebuah perkebunan. Ternyata penguasa perkebunan itu Mardjohan. Suatu waktu Mardjohan mengalami kecelakaan dan ditolong oleh Mitra. Setelah diantarkan ke rumah Mardjohan, Ibu Mardjohan mengenali Mitra sebagai anaknya yang telah lama hilang: Mitra adalah adik kandung Mardjohan”

Alur diatas adalah film karya sutradara R Hu dan sutradara Ang Hock Liem yang seharusnya tayang perdana di Medan  bertepatan dengan Idul Fitri tanggal 22 Oktober 1941. Film hitam putih dibawah bendera Union Film ini dibintangi oleh Raden Soekarno, Ratna Djoewita, Oedjang, dan Soehaena. Alur kisah ditulis oleh Djojopranoto. Film dengan setting pemandangan Jawa Barat ini banyak dihiasi oleh alunan musik keroncong. Union Film mengklaim bahwa mereka memperbaiki dialog dan alur sebaik-baiknya dengan memerhatikan kemauan penonton bangsa Indonesia, bahkan dalam surat kabar berbahasa Belanda, film tersebut diiklankan sebagai kisah hebat dan menarik dari dua laki-laki muda di dunia olahraga pribumi  yang diproduksi secara beradab sehingga patut dihargai oleh masyarakat Eropa.

Union Film berkantor di Mangga Besar Jakarta dan didirikan oleh pengusaha etnis Tionghoa, Ang Hock Liem dan Tjoa Ma Tjoen. Union Film hadir saat industri perfilman Indonesia mulai bangkit ketika itu, mereka berorientasi pada pertumbuhan kalangan inteligensia bangsa Indonesia. Film pertama karya Union Film adalah Kedok Ketawa yang dirilis pada Juli 1940. Film ini diikuti oleh serangkaian film yang ditulis oleh Saeroen.

Film-film mereka disutradarai oleh oleh empat orang, sebagian besar etnis Tionghoa, dan melambungkan karier aktor-aktor seperti Raden Sokarno dan Djoewariah. Setelah perusahaan ini tutup, Raden Soekarno tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai pemain film sampai 1970an dan berganti nama menjadi Rendra Karno

Seorang antropolog visual Amerika Karl G. Heider berpendapat bahwa seluruh film Indonesia yang berasal dari masa sebelum 1950 telah hilang, entah oleh pencurian, terbakar bersama dengan kebakaran besar gudang Produksi Film Negara tahun 1952, atau sengaja dibakar oleh beberaapa pihak. Bisa jadi film kisah percintaan Soeara Berbisa ini dicuri oleh Belanda lalu disimpan dengan rapih dan mereka terus merahasiakan keberadaannya hingga kini, wallahualam.

Ah! jika saja film Soeara Berbisa dan ketujuh film lain produksi Union Film tidak hilang apalagi jika Union Film terus berproduksi hingga kini mungkin perkembangan film Indonesia lebih bagus dari sekarang.

Diolah dari Wikipedia

“ku ingin hidup seribu tahun lagi”

Mungkin harapan Itu yang diinginkan para guru, karena mereka ingin hidup lebih lama agar bisa terus mengajarkan kebaikan.

Lantunan lagu diatas adalah salah satu yang dibawakan oleh seorang guru pada acara reuni SMA Kristen Ignatius Slamet Riyadi (SMAK SLAMER) angkatan 1986 ke-30 di Cimanggis, 15 Oktober 2016. Berkesempatan ikut mengabadikan moment itu akhirnya berujung posting ke Facebook, semoga ini jadi semangat bagi semua untuk menjaga tali pertemanan, rasa syukur atas ilmu yang telah guru berikan dan tentu terhadap semua kebaikan Tuhan bagi kita. Enjoy the video

https://plus.google.com/+mahmurmarganti-damiri/posts/L5DtqUFDcKu?_utm_source=1-2-4