Destinasi Keren di Magelang Bukan Cuma Borobudur

Dari kecil sudah ribuan kali dengar nama Candi Borobudur terus sudah  punya uang gini kalau mau plesir ke Magelang mesti ke Borobudur banget, ngga kali ya?

Berkat candi peninggalan Dinasti Syailendra yang sempat ditinggal begitu saja selama 400an tahun sampai ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffless tahun 1814, Magelang benar-benar diberkati dan punya banyak destinasi keren selain Candi Borobudur.  Mau tahu apa aja destinasi menarik di Magelang? Ini dia.

Gunung Andong

aaaaaaa

Foto: yukpiknik

You guys yang suka mendaki gunung, ngga cuma Gunung Ceremai atau Rinjani loh yang menarik. Di Magelang ada Gunung Andong. Untuk pemula, Gunung Andong adalah salah satu gunung paling ramah didaki. Gunung  di Kabupaten Magelang ini hanya memiliki ketinggian  1.726 mdpl. Et! Tapi jangan meremehkan ketinggiannya yang ngga terbilang mencakar langit, pemandangan yang disajikan Gunung Andong tetap amazing loh!
Jangan dianggap remeh yah, untuk mendaki Gunung Andong tetap butuh persiapan fisik dan materi yang matang. Sebuah kesalahan bila mendaki gunung kurang persiapan. Base pendakian Gunung Andong ada di kecamatan Ngablak, Magelang. You guys yang mau lewat jalur pendakian yang ngga mainstream, bisa coba pendakian via Desa Sawit. Menuju Desa Sawit juga terbilang ngga rumit, ada kendaraan umum yang bisa ditumpangi.

Arung Jeram Kali Progo Atas

aaaaaaaaaaa

Foto: tempatraftingdimalang.com

Ngga percaya kalau di Magelang bukan cuma Candi Borobudur? Arum Jeram Kali Progo Atas yang masih masuk dalam wilayah Magelang ini benar-benar menjanjikan tantangan adrenalin yang luar biasa. Perlu kamu ketahui, Kali Progo adalah sungai yang mengaliri Jawa Tengah dan Yogyakarta. Di Jogja  sungai ini menjadi batas alami Kabupaten Kulonprogo dengan Kabupaten Sleman dan Bantul. Sumber dari sungai adalah lereng Gunung Sumbing, luar biasa bukan? Nah pada jaman Belanda aliran sungai di daerah Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, Kali Progo dibendung menjadi dua aliran untuk sarana irigasi bagi masyarakat Yogyakarta oleh Belanda. Bendungan itu dikenal dengan istilah Ancol Bligo, lokasi ini juga jadi destinasi wisata loh.

Sungai Progo Atas mempunyai jeram-jeram kelas II-III yang cukup menantang dengan durasi kira-kira 3 jam pengarungan. Jeram ini cocok bagi Anda yang terbilang newby ber-arung jeram karena tingkat bahaya yang relatif rendah.

 

Rumah Kamera

aaaaaa

Foto: Kompasiana

Dengar nama dan foto tempat ini, kayaknya bisa jadi magnet tersendiri buat para pecinta fotografi. Kayaknya perlu dikunjungi nih. Ada apa sih rumah yang di dalamnya terdapat berbagai lukisan karya seniman asal Semarang yang lama tinggal di Bali, Tanggol Angien Jatikusumo.

Bangunan besar berbentuk kamera DSLR ini menyajikan view cantik pemandangan desa-desa di Magelang dari atas. Bukan Cuma itu, view Candi Borobudur juga Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sumbing, Gunung Andong, Punthuk Setumbu, dan perbukitan Menoreh juga bakal bikinkamu etah disini. Bukan cuma itu yang bikiin betah, di Rumah Kamera ini banyak sekali spot selfie yang ngga bisa begitu ajah dilewati. Tongsis jadi semacam alat yang ngga boleh lupa dibawa kesini.

Menuju Rumah Kemera bisa lewat Candi Borobodur ke arah selatan, Rumah Kamera ada di sekitar 800 meter kiri jalan. Rumah Kamera buka setiap hari Selasa-Minggu pukul 08.00-17.00 WIB.

Desa Wisata Candirejo

00000000000

Foto: Matajatim

Pengalaman berada di kampung Jawa yang sebenernya musti kamu alami selagi ada di Magelang, dan Desa Wisata Candirejo adalah destinasi yang tepat sekali ketika berada di Magelang.

Masih berada di Kecamatan Borobudur Magelang, sekitar 2,5KM dari Candi Borobudur, kamu sudah bisa menikmati suasana khas pedesaan dengan kehidupan tradisional Jawa yang kental. Ambience kehidupan warga di desa ini yang masih alami bikin pendatang benar-benar merasa waktu berjalan lambat, lupa sama macet, lupa sama stres, dan yang penting lupa deadline malah, LoL!.

Kehidupan alami dengan ketenangan desa yang asli jadi daya tarik yang luar biasa yang bikin orang dari mana pun, ngga terkecuali turis mancanegara  mau berlama-lama duduk di tepi jalan desa ini. Kalau kamu mampir ke desa ini, jangan lupa ya  untuk membeli beberapa hasil kerajinan mereka, bukan cuma untuk peningkatan kesejahteraan mereka tapi materi yang kita beli bisa jadi alat untuk mengenang kalau kita pernah berada di desa yang penuh dengan ketentraman dan keteduhan asli Jawa ini

 

Kota Baru Parahyangan, Cara Nikmati Bandung dari Sisi yang Berbeda

Mau menikmati segarnya Kota Bandung di hari libur tapi ngga mau ketemu macet-macet? Ya sudah ngga usah melaju terus sampai tol Pasteur, keluar ajah di Gerbang Tol Padalarang. Kota baru di Bandung Barat ini  patut dijajal.

Ada apa ajah sih di Kota Baru Parahyangan ini? Sebelum you guys benar-benar memutuskan untuk pergi kesana, ngga ada salahnya cari tahu ada apa ajah sih disana, yuk!

Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan

Kamu yang belum pernah dengar istilah Sundial, mending kita cari tahu dulu istilah Sundial. Menurut Wikipedia, Sundial atau Jam matahari adalah sebuah perangkat sederhana yang menunjukkan waktu berdasarkan pergerakan matahari di Meridian. Jam Matahari merupakan perangkat penunjuk waktu yang sangat kuno. Jaman dulu itu belum ada jam baik analog apalagi digital yang bisa kamu dapatkan dimana-mana seperti sekarang. Sayangnya tidak ada yang mengetahui secara pasti kapan perangkat Sundial dibuat.

Jam Matahari tertua yang pernah ditemukan, kebanyakan berasal dari Yunani, berupa sebuah bentukan sirkular dengan penanda di tengah yang ditemukan oleh Chaldean Berosis, yang hidup sekitar 340 SM. Beberapa artefak jam matahari lain ditemukan, di Tivoli, Italia tahun 1746, di Castel Nuovo dan Rigano tahun 1751, dan di Pompeii tahun 1762.

111

Berada di rounabout Kota Baru Parahyangan, jadi mudah dikenal banget kalau ini adalah Puspa Iptek (Foto gua olah dari Google Maps, keren ngga?!!!)

 

Rancangan jam matahari memanfaatkan bayangan yang menimpa permukaan datar yang ditandai dengan jam-jam dalam suatu hari. Seiring dengan perubahan pada posisi Matahari, waktu yang ditunjukkan oleh bayangan tersebut pun turut berubah. Pada dasarnya, jam Matahari dapat dibuat menggunakan segala jenis permukaan yang ditimpa bayangan yang dapat ditebak posisinya. Kekurangan dari jam Matahari adalah tidak bisa mengukur waktu pada saat jam malam. Lalu bagaimana nenek moyang kita mengetahui waktu di malam hari? Sebagai pengganti pada saat malam hari dapat digunakan jam bintang. Kecanggihan nenek moyang kita untuk mengetahui waktu pada masa lampau bisa kamu lihat di Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan ini.

11111

Karya purba kala itu sekarang ada di Kota Baru Parahyangan

Selain jam matahari yang merupakan bukti kecanggihan purbakala, Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan juga punya lebih dari 180 buah alat peraga interaktif dimana kamu bisa mencoba dan mengeksplorasi sendiri alat teknologi itu. Menarik bukan? Jam buka Puspa Iptek Sundial Kota Baru Parahyangan beroperasi hari Selasa hingga Minggu dari pukul 08.30 hingga 16.30. Harga Tiket Masuk Puspa Iptek Kota Baru Parahyangan Bandung sebesar Rp.12.000 dan Rp.24.000 Harga Tiket Masuk jika ingin menyaksikan juga pertunjukan film 4 dimensi.

Bale Pare the Shop and Dine Experience

Ke Bandung ngga mampir ke wisata kuliner pasti ada yang kurang. Nah, selagi di Kota Baru Parahyangan sebaiknya kamu mampir ke Bale Pare. Bale Pare adalah kawasan komersial yang menawarkan konsep suasana wisata kuliner dengan nuansa alam eksotis. Kamu bisa menikmati kuliner dalam suasana bertema etnik budaya tradisional di alam terbuka nan nyaman.

Di Bale Pare terdapat 9 restoran dan 6 kafe yang menyajikan berbagai makanan dan minuman, dilengkapi dengan sarana bermain anak, hiburan musik. Untuk harga makanan dan minuman ngga usah khawatir. Harga makanan disini mulai dari Rp.20.000 sudah free Wifi.

11111a

Pas untuk arena main keluarga (Foto: liburananak.com)

Masjid Al-Irsyad Satya

Bandung tidak hanya memiliki tempat wisata alam, wisata belanja, wisata kuliner yang menjadi alasan kamu menyambangi kota ini, Bandung juga memiliki tempat ibadah yang bisa menjadi wisata religi yang khidmat dan menyenangkan. Salah satu tempat yang bisa dijadikan tempat wisata religi yang menyenangkan adalah Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan.

Terletak di lokasi yang strategis dan terbilang mudah ditemukan di Jl. Parahyangan Km 2,7 Kota Baru Parahyangan, Bandung. Kamu yang baru melintasi jalan ini pasti sudah akan aware dengan bangunan masjid bergaya mirip dengan bangunan Kabah.

aaaaaaaa

Artsitektur keren, sampai menyabet penghargaan internasional karagori tempat ibadah (Foto: Wikipedia)

Hal yang menarik dari Masjid Al Irsyad Kota Baru Parahyangan adalah arsitektur dan interiornya yang berbeda dari masjid-masjid yang lain. Masjid dengan arsitekur walikota Bandung Ridwan Kamil ini bukan hanya menarik dan unik dilihat dari luar akan tetapi sampai interior masjid juga menarik.

Dengan warna dasar abu-abu, masjid yang masih dalam satu komplek dengan Al Irsyad Satya Islamic School ini juga memberikan sentuhan ornament yang berbeda. Dinding-dinding yang menjadi pelindung masjid terbuat dari susunan batu bata yang mengagumkan. Susunan batu bata ini tidak sembarangan. Susunan batu bata ini membentuk kalimat Bahasa Arab yang bertuliskan kalimat syahadat.

Gimana Seru juga kan? kalau you guys mau sekalian bermalam disana, ada Hotel Maison Pine yang lumayan bagus dan punya view keren, terbilang ngga terlalu mahal kok. Oh iya saat di Kota Baru Parahyangan, posting di Path From-nya tetep Bandung kok? LoL.

Selagi di Gianyar, Mampir Dulu Lah Ke Hidden Canyon

Kayaknya wisata canyon lagi marak di beberapa daerah di dunia, termasuk Indonesia. Beberapa daerah yang punya spot bekas aliran sungai purba apalagi yang sudah berjamur dan punya bebatuan terjal, buru-buru deh pemerintah daerahnya klaim sudah punya canyon!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Canyon atau sudah di-Indonesiakan menjadi Kanyon /ka·nyon/ n bermakna lembah yang sempit dan dalam dengan tepi yang terjal, biasanya ada sungai yang mengalir di dasarnya; jurang.

Nah, ciri-ciri kanyon sesuai KBBI itu juga ada di Gianyar, Bali, konon baru setahun ini ditemukan, penduduk sekitar yang gembira dengan penemuan sisa sungai purba kala itu menyebutnya Hidden Canyon, keren juga yaa!

Berada di area Sungai/Beji Guwang dekat Pura Dalem Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali, kata beji sendiri merupakan kata dalam bahasa Bali yang memiliki arti sungai yang dianggap suci. Sungai ini memang dianggap suci karena terdapat beberapa sumber mata air suci.

Beji Guwang memiliki sebuah aliran sungai yang diapit oleh tebing tajam di samping kanan dan kirinya. Air sungai bening berwarna kebiruan dengan ornamen batu kali hitam kecoklatan. Ngga banyak ditemukan lumut di wilayah yang lembab dengan pemandangan menakjubkan ini. .

canyon-4

Lima menit pertama sudah ketemu medan ini, jangan sok tahu dengan ambil jalur sendiri, nurut ajah sama Bli Guide kalau ngga mau tergelincir

Menuju Hidden Canyon terbilang ngga begitu sulit, walaupun besar kemungkinan terlewat karena (saat gua kesana) tandanya cuma plank print out dari bahan fleksi Cina murahan yang ditempel di tempok , buat yang baru sekali atau dua kali ke tempat ini kayaknya mesti kelewat dulu jalan masuk menuju canyon, baru keliatan tuh tanda dan ya mesti putar balik. Letaknya tidak jauh dari Pasar Seni Sukawati, Gianyar, jadi mesti sudah pasang mata selepas pasar Gianyar, atau di Google Maps juga ada kok, selow.

 

Tarif menelusuri Hidden masih terbilang murah, cuma Rp. 10.000 tapi yang mahal adalah dibutuhkan stamina baik dan waras sebab butuh waktu 3 jam lebih untuk melampaui canyon yang terbagi menjadi 3 area ini. Disarankan untuk menggunakan jasa guide yang tersedia, mengingat terlalu banyak jalur yang belum umum digunakan. Paparan terjal dan licin sepanjang jalan dari mula canyon hingga akhir ditambah gesture yang naik turun bersiko tergelincir bila salah melangkah.

Di muka pembayaran tiket, petugas sudah akan menawarkan untuk menggunakan jasa guide, seperti biasa,  gua sih jual mahal dulu, pura-pura udah pernah dan pura-pura ngerti, eh ngga lebih dari 3 menit turun menuju canyon udah nyasar. Terus lihat kanal panjang dengan tebing curam begitu, akhirnya nyerah juga saat guide lokal yang menawarkan untuk menggunakan jasa dia. Tawar menawar ngga terlalu ribet macem di tanah abang, mulanya dia mau gua bayar Rp. 30.000 etapi pas sampai akhir perjalanan, ngga tega juga bayar segitu. Gua senang, bayar gocap ngga jadi masalah.

Sebelum memulai perjalanan, guide sudah mengingatkan untuk melepas alas kaki, jadi perjalanan sepanjang kurang lebih 3 kilo degan berbagai medan ini harus dilampaui dengan tanpa alas kaki. Semua perjuangan ini terbalas dengan pemandangan yang sangat mengagumkan dari setiap titik yang kita lewati, ini luar biasa dan cukup memacu adrenalin, terpeleset sedikit bukan cuma jadi borok ini, patah tulang atau kepala pecah bisa mengingat bebatuan masiv terjal bakal menyambut kita dibawah.

Oh iya tentang dokumentasi no worry, guide juga sudah punya patern lokasi untuk mengabadikan foto sepanjang canyon, hanya yang patut menjadi perhatian cek hasil foto yang mereka ambil, maklum gua mengalami hampir semua foto yang mereka ambil melalu smartphone 98,5% buram, LoL. Oh iya coba-coba jalan melipir jurang dengan posisi gawai di tangan ya, sebab setiap saat resiko jatuh bisa terjadi, dan pastikan gawai juga masuk ke dalam plastik atau gunakan tas yang yang anti air bila resiko terjebur terjadi.

img_3018

Medannya ngga cuma karang terjal, sesekali mesti nyebur juga. Untung bawa model yang serba mau ini, LoL

Medan yang dilalui juga ngga melulu air dan tebing terjal, sesekali harus melewati genangan air setinggi paha orang dewasa, jadi jangan sampai salah konstum ke tempat ini. Sebaiknya pastikan bawa pakaian ganti untuk yang akan melakukan perjalanan ke destinasi lain selepas destinasi ini.

 

canyon-2

Bukan lebay, cara jalan begitu memang dilakukan semua orang sebab tapak untuk melangkah adalah batu dengan permukaan terjal

Akhir dari canyon ketiga bukan berarti akhir dari perjalanan ini, kita masih akan terus melintas jalan naik turun dengan anak-anak sungai kecil diantara rerumputan kering dan perbukitan. Jangan buru-buru, beberapa perbukitan ini menyediakan akar tali yang panjang, nikmatin bergelantungan diantara tali-tali itu atau bisa juga gunakan tali akar untuk memanjat ke atas tebing, kalau berani…

 

img_3046

Selepas canyon ketiga, udah ngga ada basah-basah lagi

Selepas main tali akar itu sudah selesai perjalan? BELUM hahahah, masihpanjang perjalanan. Kita akan melewati kebun pepaya, jenisnya Pepaya Hawaii, ada yang baru dengar? pepayanya kecil-kecil tapi manisnya aduhai, mampir lah ke beberapa gazebo yang menyediakan air minum diatara kebun Pepaya Hawai ini, kalau beruntung penjaga gazebo akan ambilkan pepaya ini, gratis!

 

canyon-3Hamparan padang rumput luas menemani perjalanan menuju parkiran, ada Mini Zoo juga sebelum mengakhiri Hidden Canyon, tapi gua pilih ngga mampir, selain panas terik juga mesti pergi ke beberapa destinasi lain. Sebelum banyak yang bercerita tentang Hidden Canyon, tempat ini patut dijajal, setidaknya you guys jadi generasi pertama yang menceritakan tempat wisata baru ini, seru kan? Seru! tapi bakal ngga jadi seru kalau pergi ke tempat ini menyisakan sampah bekas makanan atau minuman kemasan, you guys jangan buang sampah di tempat ini yaa, bawa keluar sampahmu, di parkiran mereka menyediakan tempat sampah kok!

img_3070

Menikmati Bali Lewat Garis Imajiner Legian-Nusa Penida

Punya duit dan waktu senggang dua tiga hari, pasti kepikiran jalan-jalan. Pilihan ke Bali lagi? ah! Bosan nih, Bali lagi Bali lagi. Eit! Nanti dulu Bali ngga cuma pantai, tempat makan mewah, night club dan beberapa tempat yang banyak diceritakan para blogger lokal ajah!

Kalau di Jogja ada garis imajiner yang menghubungkan Keraton Jogja, Malioboro dan Gunung Merapi, ngga ada salahnya kita bikin garis imajiner ala ala untuk Bali. Caranya gampang ajah sebelum pesen tiket online di Traveloka mampir dulu ke Google Maps, ambil satu lokasi terus coba tarik garis ke vertikal atau horizontal.

Sesuai tema awal ngga mau datangi tempat yang terlalu biasa dikunjungi orang-orang,  mari tarik garis imajiner segaris dengan Nusa Penida. Mendengar pulau tempat pembuangan presiden pertama bangsa ini bikin bulu kuduk merinding. Pengen tahu kenapa sih sampai pulau gersang di luar pulau Bali ini jadi “destinasi” penjajah waktu itu mengasingkan Soekarno? Yuk kita mulai petualangan menjelajah garis imajiner yang akan berakhir di Nusa Penida ini.

Pantai Legian jadi titik awal garis imajiner yang kita tentukan sendiri ini. Tapi rasanya terlalu biasa kalau cari penginapan juga di daerah pantai. Mari sebentar tengok Google map yang akan bantu kita cari penginapan yang tidak terlalu jauh dari Legian tapi tetap berada pada garis imajiner kita menuju Nusa Penida.

Fontana Hotel Bali rupanya ada pada garis ini. Pilihan bermalam di Fontana Hotel Bali ngga salah karena hotel dengan penghargaan Certificate of Excellence 2015 Winner dari Tripadvisor ini bertarif terjangkau namun punya banyak fasilitas. Bukan cuma itu di Fontana Hotel Bali kita bisa merasakan berada di rumah berkat interior yang “rumah banget”. Cari hotel ini di Traveloka juga mudah. Dari Fontana Hotel Bali perjalanan menuju Nusa Penida kita lanjutkan.

Museum Le Mayeur, Sanur

Diambil dari nama bekas pemiliknya, Adrien Jean Le Mayeur de Merpes, dia adalah seorang pelukis Bruxelles, Belgia yang datang ke Bali tahun 1932 melalui pelabuhan Buleleng Singaraja menuju Denpasar. Singkat cerita Le Mayeur bertemu dengan seorang penari legong keraton berusia 15 tahun, Ni Nyomam Pollok, yang kemudian dijadikan model lukisannya.

mg_0190

Perlu sedikit teriak untuk manggil penjaga loket sekalipun kita udah masuk ke komplek museum, waktu gua dateng penjaganya ketiduran di dalem

Usai menikmati karya-karya indah, tidak jauh dari museum Le Mayeur sudah tampak pos penyeberangan menuju Nusa Lembongan. Karena juga digunakan oleh penduduk, penyeberangan Sanur – Nusa Lembongan, Nusa Ceningan dan Nusa Penida terbilang ramai dan urusan harga ngga usah khawatir, tidak sampai bikin kita merogoh kantong sampai dalam deh.

Nusa Lembongan

Terdapat kampung pembudidayaan rumput laut  di Nusa Lembongan. Pemandangan turis asing yang asik mengintai aktivitas petani rumput laut di Nusa Lembongan lewat lensa panjang mereka jadi pemandangan yang biasa di kampung ini. Dari Dermaga Jungut Batu Nusa Lembongan perjalanan menuju perkampungan ini bisa menggunakan ojek sewaan, biasanya begitu tiba di dermaga Anda akan ditawarkan untuk paket sampai Nusa Ceningan.

Nusa Ceningan

Kurang afdol rasanya kalau sudah sampai Nusa Lembongan tidak mampir ke Nusa Ceningan. Pulau kecil yang bersisian dengan Nusa Lembongan ini terhubung dengan sebuah jembatan yang hanya bisa dilalui oleh orang dan motor, jadi jangan bayangkan kalau di Nusa Ceningan itu ada mobil. Berada di Nusa Ceningan tentu juga berbeda dengan di Nusa Lembongan. Pulau yang lebih kecil ini sebagian besar penduduknya bercocok tanam dan nelayan. Tidak banyak spot wisata di pulau ini, tapi bagi Anda yang menyukai duduk-duduk cantik diantara hembusan angin laut sembari menikmati camilan, pulau ini memberikan cukup banyak spot itu.

19835153634_9f2c659820_c

View dari Ceningan Cliff, di depan itu Nusa Penida. Disini gua ngga nginep cuma minum sama jajan cemilan tapi dapet pemandangan bagus ini #TravelerPelit

Bila Anda memilih untuk bermalam di Nusa Ceningan atau Nusa Penida, terdapat cukup banyak penginapan di kedua pulau ini. Bermalam lah sebelum melanjutkan perjalanan ke Nusa Penida. Namun jika Anda ingin menghabiskan semua dalam satu hari dan pergi bersama rombongan, Anda disarankan untuk menyewa speed boat mulai dari Sanur.

Nusa Penida

Jangan dulu bayangkan Nusa Penida seperti Pulau Bali dengan kehidupan yang ramai dan spot hiburan dimana-mana. Kalau lihat dari Google Earth saja Nusa Penida sudah terlihat gersang dan terkesan kering. Tapi bukan kah kali ini kita mau traveling ke tempat yang tidak biasa?

Ada apa di Nusa Penida? Tanah babatuan dengan permukaan sebagian besar kering ini ternyata punya banyak lokasi yang bikin kita berdecak mulai dari tiba di tempat itu sampai meninggalkannya. Pasih Uug adalah Salah satu spot indah di Nusa Penida, Pasih uug yang bermakna pasir runtuh ini memilik legenda yang diceritakan turun temurun oleh tetua di Nusa Penida bahwa mereka tidak boleh berlaku sembarangan terhadap alam semesta.

pasir-uug

Pemandangan hamparan luas Samudra Hindia di balik Pasih Uug itu bener-bener keren, kayak bukan di Indonesia.

Agar eksplorasi Nusa Penida efektif dan cukup satu hari, disarankan untuk membayar ojek yang tersedia di Dermaga Nyuh, ojek disana tertib dan punya uratan sendiri, jadi kita ngga bisa pilih-pilih. Jauhnya jarak antar antar spot di Nusa Penida membuat Anda cukup bingung jika menyewa motor sendiri dan tidak menggunakan jasa ojek. Banyaknya area-area tak berpenduduk, tidak ada orang yang bisa ditanya dan satu lagi, provider ponsel ternama sering kali mengalami blank spot di banyak area di Nusa Penida sehingga Anda tidak bisa mengandalkan Google Map atau Waze yang pintar itu.

interspace

Gampang cari WC umum di Nusa Penida. Waktu gua bilang mau pipis, dia langsung berenti dan suruh gua pipis sembarangan sementara pipis, ini hasil potonya. 

Warung Makan Mak Beng

Selepas dari penyeberangan Nusa Penida, ada yang wajib kita kunjungi agar tidak ketinggalan cerita seperti orang-orang, namanya Warung Makan Mak Beng, lokasinya persis di setelah pintu keluar dermaga penyeberjangan.

Menu andalan yang ditawarkan adalah sup kepala ikan dan ikan goreng Jengki bumbu pedas hasil tangkapan nelayan lokal dari Pantai Sanur. Ikan Jangki segar yang telah dibersihkan ini dimasak selama kurang lebih 3 jam hingga dagingnya lembut dan empuk. Perasan jeruk nipis dan daun salam bantu hilangkan bau amis ikan ditambah campuran bumbu khas bali dan rempah-rempah yang dimasak dengan cara tradisional Bali. ah! Membayangkan gigitan ikan ini berbalur sambal campuran cabai, terasi,  gula jawa dan minyak goreng ini membuat semua lelah terbayar seketika. Salah satu yang unik dari warung ini adalah tidak tersedianya pendingin AC di semua ruangan, hanya kipas angin tua yang berputar membagi angin bagi banyak pembeli dengan peluh keringat. Suasana ini pasti bikin Anda semangat untuk tambah lagi dan tambah lagi.

Iklim Bergejolak, Teknologi Jangan Ditolak

Manusia yang hidup ribuan tahun lalu tidak pernah mengira bahwa kelak, keturunan mereka akan mengalami masalah dengan perubahan iklim. Nenek moyang petani merasakan hal yang sama dari ratusan tahun ke ratusan tahun berikutnya. Tidak ada yang berubah dan tidak ada yang dikhawatirkan tentang perubahan iklim, yang mereka takutkan di lahan pertanian hanyalah hama yang hampir selalu berhasil ditebas setiap kedatangannya.

 

Kondisi alam yang selalu sama pada setiap periode tanam menghasilkan akumulasi preseden hingga lahir kebudayaan bercocok tanam yang nampaknya akurat dengan variabel iklim yang relatif sama, nenek moyang mewarisi kebiasaan yang bernama kebudayaan itu hingga kini. Tidak ada hal baru dan tidak ada cara baru hingga ledakan jumlah penduduk terus terjadi.

 

Sayangnya planet bumi yang kecil di belantika antariksa ini tidak pernah membesar untuk menyediakan lahan yang cukup bagi penduduknya yang terus bertambah. Dngan keanekaragam penduduk yang semakin banyak,  bumi mulai kewalahan dengan perilaku manusia dalam memproduksi sampah ke lapisan terluarnya. Bumi makin berat dengan beban tanggungan dan ancaman dari dalam bumi sendiri. Penduduk yang dahulu tidak terlampau pintar menghasilkan racun telah berganti dengan penduduk pintar yang pandai menghasilkan racun seperti karbon dioksida dan zat sejenisnya.

 

Awal abad ini manusia diingatkan bumi atas segala perbuatan yang mengacuhkan batas kemampuan bumi terhadap racun yang mereka hasilkan. Proses pemanasan permukaan benda langit karena komposisi dan keadaan lapisan terluar yang menyebabkan peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) pada lapisan terluar bumi ini telah dipelajari oleh seorang fisikawan Perancis. Pada tahun 1824 Jean Baptiste Joseph Fourier mengemukakan teori dengan istilah yang hingga saat ini masih terdengar keren yaitu Efek Rumah Kaca.

 

Istilah efek rumah kaca memang terdengar keren, tapi dibalik istilah ini tersimpan banyak sekali dampak buruk bagi 8 miliar penduduk bumi. Pemanasan global akibat efek rumah kaca ini sungguh berdampak besar pada berbagai sisi kehidupan, dan pertanian lah salah satu yang banyak menerima dampak ini. Semua pola dan kebudayaan yang pernah diwariskan oleh nenek moyang kini hampir tidak bisa lagi menebas dampak pemanasan global.

 

Naiknya suhu permukaan bumi menyebabkan terjadinya kekacauan pola musim. Cuaca yang tidak menentu membuat petani sulit memperkirakan waktu mengelola lahan dan memanen. Akibat perubahan iklim ini juga fenomena musim hujan cenderung lebih pendek. Di sisi lain, musim kemarau yang lebih panjang telah meningkatkan berbagai bencana bagi sektor pertanian.

 

Di Lombok Timur, nenek moyang mereka pernah menciptakan sebuah pola tanam yang dibangun berdasarkan hitungan hari baik, mereka menyebutnya Wariga. Budaya Wariga berkeyakinan benda-benda alam seperti matahari, bulan, bintang, dan benda benda angkasa lainnya mempunyai pengaruh dalam kehidupan dan ikut menentukan kehidupan sehari-hari, termasuk pertanian. Wariga yang mereka terapkan mengabaikan apa yang oleh Jean Baptiste Joseph Fourier perhitungkan. Wariga menghitung berdasarkan konstelasi statis bulan, bintang dan matahari di luar atmosfir tanpa memperhatikan kondisi di dalam atmosfir yang sudah banyak berubah akibat efek rumah kaca. Selama ratusan tahun tata cara tanam yang digunakan oleh orang Sasak di Lombok Timur ini hampir tidak ada masalah.

FullSizeRender (1)

Teknologi sederhana pengukur curah hujan

Kondisi perubahan curah hujan yang berdampak pada perubahan pola tanam dan tentu terhadap penghasilan petani karena gagal panen yang kerap terjadi menyita perhatian seorang ahli dari Universitas Wageningen Belanda, Professor Emeritus Kees Stigter. Ahli tanaman yang menggeluti bidang ilmu microclimate ini menghitung secara detail pengaruh kondisi cuaca pada setiap lahan pertanian. Metodologi ilmiah yang dilakukan Prof. Kees pada pertanian di Lombok Timur memadukan kondisi tanah dengan curah hujan yang semakin random.

 

Sayangya teknologi pertanian yang disampaikan oleh Prof. Kees tidak begitu saja diterima oleh penduduk yang selama ini mengagungkan kebiasaan lama dengan dalih tidak ingin melawan budaya nenek moyang. Ilmu pengetahuan hasil olah pikir dan dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah ini dianggap sebagai mercusuar yang sulit digapai oleh para pelaku pertanian. Teknologi dianggap momok yang sulit diterapkan dengan terminologi barat yang jauh dari istilah sehari-hari petani. Satu sisi petani di Lombok Timur mengalami masa sulit kerena perubahan iklim dan penerapan budaya bercocok tanam yang jauh dari hasil memuskan di sisi lain mereka menganggap teknologi sebagai sebuah mercusuar tinggi yang sulit untuk diterjemahkan. Dibutuhkan sebuah pendekatan komprehensif untuk merendahkan tingginya mercusuar teknologi bagi para petani yang semakin terpuruk dengan kondisi perubahan iklim.

 

Sebuah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dan tata cara kehidupan serta proses perjalanan manusia, dirasakan mampu melakukan mediasi dalam penerapan teknologi pertanian bagi masyarakat Lombok Timur. Sebuah metode penelitian observasi partisipasi yang telah ditelaah dan dijalankan oleh Prof. Dra. M.A Yunita Triwardani Winarto, M.S, M.Sc.,Ph.D., seorang ahli Antropologi Universitas Indonesia telah mampu menjembatani penerapan teknologi pertanian dalam mengantisipasi perubahan iklim terhadap pola perilaku masyarakat Lombok Timur yang kini masih terus dijalankan melalui beberapa kelompok tani.

IMG_0240

Bersama Prof Yunita di Perkampungan Lombok Timur

Pendekatan antropologi yang dilakukan secara terus menerus banyak memberikan dampak positif bagi petani di Lombok Timur. Teknologi yang selama ini dianggap sebagai momok kini mulai didampingi. Apa yang telah dilakukan oleh tim Antropologi UI yang diketuai oleh Prof Yunita T. Winarto dan berkat dukungan ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund) petani lombok kini telah menerapkan teknologi pengukuran curah hujan pada lahan mereka masing-masing untuk bisa menentukan rencana tanam mereka pada musim berikutnya.

 

Teknologi melakukan pengamatan atas semua perubahan iklim dan melakukan pengukuran atas perubahan sifat alam itu dan ilmu sosial yang memahami perilaku manusia menjadi jembatan atas penerapan teknologi ini. Berkat pendekatan sosial, petani di Lombok Timur kini telah memiliki teknologi pengukuran curah hujan pada lahan mereka sendiri dan punya keputusan jitu untuk merencanakan jenis tanaman yang akan mereka tanam pada musim berikut. Iklim boleh bergejolak tapi teknologi jangan sampai ditolak.
FullSizeRenderMahmur Marganti, Lombok 20 Juli 2016

 

Bahaya Pornografi bagi Otak Manusia

Kecanduan pornografi harus segera dihentikan demi jaga fungsi otak

porn-addiction_300_225_90

Otak merupakan bagian tubuh manusia yang paling penting, tepat di bagian tengah atas otak ada bagian yang paling istimewa yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC).

Menurut peneliti otak manusia, Jordan Gravement, bagian PFC ini hanya ada pada otak manusia, bagian ini yang membedakan manusia dengan binatang. Tuhan merancang PFC bagi manusia bukan dengan tanpa alasan, PFC ini lah yang nantinya membuat manusia memiliki etika.

PFC berfungsi seperti pemimpin. PFC-lah yang melakukan fungsi konsentrasi, memahami benar dan salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berfikir kritis dan merencanakan masa depan. Dengan kata lain semua fungsi pertimbangan dan pengambilan keputusan ada pada PFC. PFC-lah yang membentuk kepribadian dan perilaku sosial.

Sayangnya PFC adalah bagian otak yang paling mudah rusak. Mengingat fungsi yang sangat luar biasa pada PFC, kerusakan pada PFC akan mempengaruhi seluruh kehidupan seseorang. Penyebab kerusakan PFC adalah benturan fisik dan zat narkotika, psikotropika, dan zat additive NAPZA. Dari kedua kerusakan diatas, rupanya ada penyebab kerusakan lain yang paling hebat merusak PFC yaitu pornografi atau narkolema (narkotika lewat mata).

Mungkin terkesan terlalu maksa bahwa narkotika lewat mata ini merusak PFC. Mari kita telusuri bagaimana narkotika lewat mata merusak PFC seseorang. Sebut saja Adi, seorang remaja berusia 12 tahun yang pertama kali melihat gambar di televisi yang menjurus pada pornografi. Awalnya Adi merasa kaget dan jijik. Kondisi Adi jijik dengan gambar porno yang pertama dia lihat ini karena sistem Limbid yang ada dalam otak Adi menjadi aktif. Sistem Limbid mengatur emosi juga keinginan makan minum dan kebutuhan seksual. Sistem ini mengaktifkan zat kimia otak bernama Dopamin. Dopamin memberi rasa senang, penasaran, juga kecanduan. Dopamin juga aktif jika saat seseorang mengkonsumsi NAPZA, oleh karena itu sifat candu pornografi sama dengan sifat candu NAPZA.

Dengan kemampuannya otak akan mengingat hal apa yang membuat Adi senang dan mampu mengingat cara melakukan kesenangan tersebut. Kecanduan ini hanya bisa ditangkal oleh Adi jika Ia memiliki bekal ahlak, etika, dan norma yang sebelumnya Ia dapat.

Berbeda kondisi yang terjadi jika ahlak, etika dan norma yang dimiliki Adi mempu dikalahkan oleh keinginan menikmati pornografi. Ketika Adi sedang merasa bosan terhadap aktivtas yang Ia lakukan, otaknya akan mendorong untuk melihat pornografi lagi. Makin lama Adi bosan dengan gambar pornografi yang itu-itu saja, Adi membutuhkan gambar yang lebih porno lagi untuk memicu keadaan lebih senang.

Kemajuan teknologi informasi yang bergulir kencang, sangat memudahkan Adi untuk menggapai gambar-gambar porno atau bahkan video yang Ia inginkan, mulanya Adi hanya ingin melihat gambar/video yang sedikit terbuka, lama-lama Adi membuka semua video/gambar yang ada di internet. Mulanya Adi hanya melihat satu menit, lama-lama Adi melihat sampai 1 jam. Saat itu Adi sudah mengalami kecanduan pornografi.

Bagaimana pornografi bisa merusak PFC? Secara alamiah Dopamin dialirkan dari sistem Limbid ke PFC, orang yang kecanduan pornografi akan mengalirkan Dopamin secara berlebihan hingga membanjiri PFC, akibatnya PFC tidak aktif karena terendam oleh Dopamin. Semakin sering PFC terganggu, fungsi PFC untuk konsentrasi, memahami benar dan salah, mengenadalikan diri, menunda kepuasan, berfikir kritis dan merencanakan masa depan semakin pudar. Dalam keadaan demikian sistem Limbid berkembang semaki besar dan terus mengaktifkan Dopamin, sehingga akan terus mencari kesenangan tanpa takut lagi akibatnya.

Jika hal ini tidak ditangani dengan segera, Adi berpeluang besar menjadi pelanggan pornografi seumur hidup dan mengalami keruskan otak pada bagian PFC. Awalnya Adi akan kehilangan konsentrasi, kemampuan menimbang benar dan salah, serta berkurangnya kemampuan mengambil keputusan. Kelanjutan dari kecanduan ini Adi akan mencoba untuk melakukan masturbasi, hubungan seks suka sama suka, mudah berganti pasangan, pernikahan dianggap tidak penting, menganggap pasangan hanya sebagai objek seksual, cenderung merendahkan derajat lawan jenis, selera hubungan seksual yang tidak sehat, bersikap kasar sampai tega melakukan pemerkosaan.

Jika sifat ini semua sudah ada dalam diri Adi, dapat dikatakan Adi sudah tidak ada bedanya dengan binatang, inilah akibat yang terjadi akibat kerusakan PFC. Sebelum PFC Adi terendam oleh Dupamin dan rusak parah akibat pengaruh pornografi, Adi berbeda dengan binatang, tapi kini kerusakan yang terjadi menyebabkan PFC Adi tidak berfungsi. Adi sudah sama dengan binatang.

Donald Hilton Jr, seorang dokter ahli bedah otak mengatakan otak yang rusak akibat pornografi jika difoto menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kerusakan akibat kecanduan pornografi memperlihatkan hasil yang sama dengan kerusakan otak akibat kecelakaan. Donald Hilton Jr. juga mengatakan berbeda dengan dampak NAPZA yang merusak otak pada tiga bagian, pecandu pornografi mengalami kerusakan pada lima bagian otak.

Pornografi pada anak-anak lebih bersifat merusak karena PFC belum berkembang sempurna. Perhatian dan kesabaran keluarga dan orang terdekat dalam mencegah dan mengatasi kecanduan pornografi pada anak sangat diharapakan dalam melindungi generasi kita dari bencana pornografi dan kejahatan seksual.

 

artikel ini gua muat juga di http://www.1health.id

FMI tutup #KamiTidakTakut #Escaperz 

wawancara gua oleh antara news: 

  
Jakarta (ANTARA News) – Komunitas pemilik Ford Escape (Escaperz) tetap bangga serta tidak cemas mencari suku cadang dan perawatan kendati pabrikan otomotif asal Amerika Serikat itu menyatakan keluar dari pasar Indonesia sejak kemarin. 
Mahmur Marganti, pendiri dan dewan penasihat Escaperz, menguraikan pengguna Ford dalam komunitas ini sudah terbiasa mandiri mencari suku cadang dan selalu bangga karena kenyamanan dan keamanan mobil itu di atas standar mobil murah yang laris terjual. 
“Bicara miris, ya miris tentang penutupan ini, kami jadi kayak anak kehilangan induk, tapi kami yakin banyak bengkel yang jago reparasi Ford, masih ada Mazda yang saya tahu sebagian besar suku cadangnya sama,” tutur Mahmur Marganti kepada Antara News, Selasa.
“Di samping tahu bahwa penutupan ini karena faktor penjualan yang terjun bebas dari 11 juta pada tahun lalu keenam juta pada tahun ini, saya berpikir masyarakat Indonesia belum banyak yang siap beli mobil Amerika yang cenderung mahal dengan sugesti perawatan mobil Amerika yang sulit,” papar Mahmur. 

 

“Kenyamanan dan keselamatan jadi nomor sekian melihat maraknya mobil murah yang banyak laku di sini,” tambah Mahmur.
Mahmur menjelaskan pelayanan di bengkel resmi Ford memang tidak maksimal sehinga komunitasnya terbiasa menggunakan bengkel terpercaya seperti bengkel komunitas, Ferlindo, di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.
“Bengkel resmi tidak terlalu banyak kasih solusi buat saya, layanan mereka cenderung kacau, mungkin ya karena manajemen FMI sudah malas-malasan,” kata Mahmur. 
“Pesan saya ke pengguna Ford, terus gunakan Ford kalian, kenyamanan yang udah kita rasakan bertahun-tahun ini akan melupakan kepiluan perginya induk kita ke negera asalnya. Sayonara Ford Motor Indonesia,” katanya.