Menikmati Bali Lewat Garis Imajiner Legian-Nusa Penida

Punya duit dan waktu senggang dua tiga hari, pasti kepikiran jalan-jalan. Pilihan ke Bali lagi? ah! Bosan nih, Bali lagi Bali lagi. Eit! Nanti dulu Bali ngga cuma pantai, tempat makan mewah, night club dan beberapa tempat yang banyak diceritakan para blogger lokal ajah!

Kalau di Jogja ada garis imajiner yang menghubungkan Keraton Jogja, Malioboro dan Gunung Merapi, ngga ada salahnya kita bikin garis imajiner ala ala untuk Bali. Caranya gampang ajah sebelum pesen tiket online di Traveloka mampir dulu ke Google Maps, ambil satu lokasi terus coba tarik garis ke vertikal atau horizontal.

Sesuai tema awal ngga mau datangi tempat yang terlalu biasa dikunjungi orang-orang,  mari tarik garis imajiner segaris dengan Nusa Penida. Mendengar pulau tempat pembuangan presiden pertama bangsa ini bikin bulu kuduk merinding. Pengen tahu kenapa sih sampai pulau gersang di luar pulau Bali ini jadi “destinasi” penjajah waktu itu mengasingkan Soekarno? Yuk kita mulai petualangan menjelajah garis imajiner yang akan berakhir di Nusa Penida ini.

Pantai Legian jadi titik awal garis imajiner yang kita tentukan sendiri ini. Tapi rasanya terlalu biasa kalau cari penginapan juga di daerah pantai. Mari sebentar tengok Google map yang akan bantu kita cari penginapan yang tidak terlalu jauh dari Legian tapi tetap berada pada garis imajiner kita menuju Nusa Penida.

Fontana Hotel Bali rupanya ada pada garis ini. Pilihan bermalam di Fontana Hotel Bali ngga salah karena hotel dengan penghargaan Certificate of Excellence 2015 Winner dari Tripadvisor ini bertarif terjangkau namun punya banyak fasilitas. Bukan cuma itu di Fontana Hotel Bali kita bisa merasakan berada di rumah berkat interior yang “rumah banget”. Cari hotel ini di Traveloka juga mudah. Dari Fontana Hotel Bali perjalanan menuju Nusa Penida kita lanjutkan.

Museum Le Mayeur, Sanur

Diambil dari nama bekas pemiliknya, Adrien Jean Le Mayeur de Merpes, dia adalah seorang pelukis Bruxelles, Belgia yang datang ke Bali tahun 1932 melalui pelabuhan Buleleng Singaraja menuju Denpasar. Singkat cerita Le Mayeur bertemu dengan seorang penari legong keraton berusia 15 tahun, Ni Nyomam Pollok, yang kemudian dijadikan model lukisannya.

mg_0190

Perlu sedikit teriak untuk manggil penjaga loket sekalipun kita udah masuk ke komplek museum, waktu gua dateng penjaganya ketiduran di dalem

Usai menikmati karya-karya indah, tidak jauh dari museum Le Mayeur sudah tampak pos penyeberangan menuju Nusa Lembongan. Karena juga digunakan oleh penduduk, penyeberangan Sanur – Nusa Lembongan, Nusa Ceningan dan Nusa Penida terbilang ramai dan urusan harga ngga usah khawatir, tidak sampai bikin kita merogoh kantong sampai dalam deh.

Nusa Lembongan

Terdapat kampung pembudidayaan rumput laut  di Nusa Lembongan. Pemandangan turis asing yang asik mengintai aktivitas petani rumput laut di Nusa Lembongan lewat lensa panjang mereka jadi pemandangan yang biasa di kampung ini. Dari Dermaga Jungut Batu Nusa Lembongan perjalanan menuju perkampungan ini bisa menggunakan ojek sewaan, biasanya begitu tiba di dermaga Anda akan ditawarkan untuk paket sampai Nusa Ceningan.

Nusa Ceningan

Kurang afdol rasanya kalau sudah sampai Nusa Lembongan tidak mampir ke Nusa Ceningan. Pulau kecil yang bersisian dengan Nusa Lembongan ini terhubung dengan sebuah jembatan yang hanya bisa dilalui oleh orang dan motor, jadi jangan bayangkan kalau di Nusa Ceningan itu ada mobil. Berada di Nusa Ceningan tentu juga berbeda dengan di Nusa Lembongan. Pulau yang lebih kecil ini sebagian besar penduduknya bercocok tanam dan nelayan. Tidak banyak spot wisata di pulau ini, tapi bagi Anda yang menyukai duduk-duduk cantik diantara hembusan angin laut sembari menikmati camilan, pulau ini memberikan cukup banyak spot itu.

19835153634_9f2c659820_c

View dari Ceningan Cliff, di depan itu Nusa Penida. Disini gua ngga nginep cuma minum sama jajan cemilan tapi dapet pemandangan bagus ini #TravelerPelit

Bila Anda memilih untuk bermalam di Nusa Ceningan atau Nusa Penida, terdapat cukup banyak penginapan di kedua pulau ini. Bermalam lah sebelum melanjutkan perjalanan ke Nusa Penida. Namun jika Anda ingin menghabiskan semua dalam satu hari dan pergi bersama rombongan, Anda disarankan untuk menyewa speed boat mulai dari Sanur.

Nusa Penida

Jangan dulu bayangkan Nusa Penida seperti Pulau Bali dengan kehidupan yang ramai dan spot hiburan dimana-mana. Kalau lihat dari Google Earth saja Nusa Penida sudah terlihat gersang dan terkesan kering. Tapi bukan kah kali ini kita mau traveling ke tempat yang tidak biasa?

Ada apa di Nusa Penida? Tanah babatuan dengan permukaan sebagian besar kering ini ternyata punya banyak lokasi yang bikin kita berdecak mulai dari tiba di tempat itu sampai meninggalkannya. Pasih Uug adalah Salah satu spot indah di Nusa Penida, Pasih uug yang bermakna pasir runtuh ini memilik legenda yang diceritakan turun temurun oleh tetua di Nusa Penida bahwa mereka tidak boleh berlaku sembarangan terhadap alam semesta.

pasir-uug

Pemandangan hamparan luas Samudra Hindia di balik Pasih Uug itu bener-bener keren, kayak bukan di Indonesia.

Agar eksplorasi Nusa Penida efektif dan cukup satu hari, disarankan untuk membayar ojek yang tersedia di Dermaga Nyuh, ojek disana tertib dan punya uratan sendiri, jadi kita ngga bisa pilih-pilih. Jauhnya jarak antar antar spot di Nusa Penida membuat Anda cukup bingung jika menyewa motor sendiri dan tidak menggunakan jasa ojek. Banyaknya area-area tak berpenduduk, tidak ada orang yang bisa ditanya dan satu lagi, provider ponsel ternama sering kali mengalami blank spot di banyak area di Nusa Penida sehingga Anda tidak bisa mengandalkan Google Map atau Waze yang pintar itu.

interspace

Gampang cari WC umum di Nusa Penida. Waktu gua bilang mau pipis, dia langsung berenti dan suruh gua pipis sembarangan sementara pipis, ini hasil potonya. 

Warung Makan Mak Beng

Selepas dari penyeberangan Nusa Penida, ada yang wajib kita kunjungi agar tidak ketinggalan cerita seperti orang-orang, namanya Warung Makan Mak Beng, lokasinya persis di setelah pintu keluar dermaga penyeberjangan.

Menu andalan yang ditawarkan adalah sup kepala ikan dan ikan goreng Jengki bumbu pedas hasil tangkapan nelayan lokal dari Pantai Sanur. Ikan Jangki segar yang telah dibersihkan ini dimasak selama kurang lebih 3 jam hingga dagingnya lembut dan empuk. Perasan jeruk nipis dan daun salam bantu hilangkan bau amis ikan ditambah campuran bumbu khas bali dan rempah-rempah yang dimasak dengan cara tradisional Bali. ah! Membayangkan gigitan ikan ini berbalur sambal campuran cabai, terasi,  gula jawa dan minyak goreng ini membuat semua lelah terbayar seketika. Salah satu yang unik dari warung ini adalah tidak tersedianya pendingin AC di semua ruangan, hanya kipas angin tua yang berputar membagi angin bagi banyak pembeli dengan peluh keringat. Suasana ini pasti bikin Anda semangat untuk tambah lagi dan tambah lagi.

Posted in Alam, Indonesia, pulau, Travel | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Iklim Bergejolak, Teknologi Jangan Ditolak

Manusia yang hidup ribuan tahun lalu tidak pernah mengira bahwa kelak, keturunan mereka akan mengalami masalah dengan perubahan iklim. Nenek moyang petani merasakan hal yang sama dari ratusan tahun ke ratusan tahun berikutnya. Tidak ada yang berubah dan tidak ada yang dikhawatirkan tentang perubahan iklim, yang mereka takutkan di lahan pertanian hanyalah hama yang hampir selalu berhasil ditebas setiap kedatangannya.

 

Kondisi alam yang selalu sama pada setiap periode tanam menghasilkan akumulasi preseden hingga lahir kebudayaan bercocok tanam yang nampaknya akurat dengan variabel iklim yang relatif sama, nenek moyang mewarisi kebiasaan yang bernama kebudayaan itu hingga kini. Tidak ada hal baru dan tidak ada cara baru hingga ledakan jumlah penduduk terus terjadi.

 

Sayangnya planet bumi yang kecil di belantika antariksa ini tidak pernah membesar untuk menyediakan lahan yang cukup bagi penduduknya yang terus bertambah. Dngan keanekaragam penduduk yang semakin banyak,  bumi mulai kewalahan dengan perilaku manusia dalam memproduksi sampah ke lapisan terluarnya. Bumi makin berat dengan beban tanggungan dan ancaman dari dalam bumi sendiri. Penduduk yang dahulu tidak terlampau pintar menghasilkan racun telah berganti dengan penduduk pintar yang pandai menghasilkan racun seperti karbon dioksida dan zat sejenisnya.

 

Awal abad ini manusia diingatkan bumi atas segala perbuatan yang mengacuhkan batas kemampuan bumi terhadap racun yang mereka hasilkan. Proses pemanasan permukaan benda langit karena komposisi dan keadaan lapisan terluar yang menyebabkan peningkatan konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) pada lapisan terluar bumi ini telah dipelajari oleh seorang fisikawan Perancis. Pada tahun 1824 Jean Baptiste Joseph Fourier mengemukakan teori dengan istilah yang hingga saat ini masih terdengar keren yaitu Efek Rumah Kaca.

 

Istilah efek rumah kaca memang terdengar keren, tapi dibalik istilah ini tersimpan banyak sekali dampak buruk bagi 8 miliar penduduk bumi. Pemanasan global akibat efek rumah kaca ini sungguh berdampak besar pada berbagai sisi kehidupan, dan pertanian lah salah satu yang banyak menerima dampak ini. Semua pola dan kebudayaan yang pernah diwariskan oleh nenek moyang kini hampir tidak bisa lagi menebas dampak pemanasan global.

 

Naiknya suhu permukaan bumi menyebabkan terjadinya kekacauan pola musim. Cuaca yang tidak menentu membuat petani sulit memperkirakan waktu mengelola lahan dan memanen. Akibat perubahan iklim ini juga fenomena musim hujan cenderung lebih pendek. Di sisi lain, musim kemarau yang lebih panjang telah meningkatkan berbagai bencana bagi sektor pertanian.

 

Di Lombok Timur, nenek moyang mereka pernah menciptakan sebuah pola tanam yang dibangun berdasarkan hitungan hari baik, mereka menyebutnya Wariga. Budaya Wariga berkeyakinan benda-benda alam seperti matahari, bulan, bintang, dan benda benda angkasa lainnya mempunyai pengaruh dalam kehidupan dan ikut menentukan kehidupan sehari-hari, termasuk pertanian. Wariga yang mereka terapkan mengabaikan apa yang oleh Jean Baptiste Joseph Fourier perhitungkan. Wariga menghitung berdasarkan konstelasi statis bulan, bintang dan matahari di luar atmosfir tanpa memperhatikan kondisi di dalam atmosfir yang sudah banyak berubah akibat efek rumah kaca. Selama ratusan tahun tata cara tanam yang digunakan oleh orang Sasak di Lombok Timur ini hampir tidak ada masalah.

FullSizeRender (1)

Teknologi sederhana pengukur curah hujan

Kondisi perubahan curah hujan yang berdampak pada perubahan pola tanam dan tentu terhadap penghasilan petani karena gagal panen yang kerap terjadi menyita perhatian seorang ahli dari Universitas Wageningen Belanda, Professor Emeritus Kees Stigter. Ahli tanaman yang menggeluti bidang ilmu microclimate ini menghitung secara detail pengaruh kondisi cuaca pada setiap lahan pertanian. Metodologi ilmiah yang dilakukan Prof. Kees pada pertanian di Lombok Timur memadukan kondisi tanah dengan curah hujan yang semakin random.

 

Sayangya teknologi pertanian yang disampaikan oleh Prof. Kees tidak begitu saja diterima oleh penduduk yang selama ini mengagungkan kebiasaan lama dengan dalih tidak ingin melawan budaya nenek moyang. Ilmu pengetahuan hasil olah pikir dan dilakukan berdasarkan metodologi ilmiah ini dianggap sebagai mercusuar yang sulit digapai oleh para pelaku pertanian. Teknologi dianggap momok yang sulit diterapkan dengan terminologi barat yang jauh dari istilah sehari-hari petani. Satu sisi petani di Lombok Timur mengalami masa sulit kerena perubahan iklim dan penerapan budaya bercocok tanam yang jauh dari hasil memuskan di sisi lain mereka menganggap teknologi sebagai sebuah mercusuar tinggi yang sulit untuk diterjemahkan. Dibutuhkan sebuah pendekatan komprehensif untuk merendahkan tingginya mercusuar teknologi bagi para petani yang semakin terpuruk dengan kondisi perubahan iklim.

 

Sebuah cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dan tata cara kehidupan serta proses perjalanan manusia, dirasakan mampu melakukan mediasi dalam penerapan teknologi pertanian bagi masyarakat Lombok Timur. Sebuah metode penelitian observasi partisipasi yang telah ditelaah dan dijalankan oleh Prof. Dra. M.A Yunita Triwardani Winarto, M.S, M.Sc.,Ph.D., seorang ahli Antropologi Universitas Indonesia telah mampu menjembatani penerapan teknologi pertanian dalam mengantisipasi perubahan iklim terhadap pola perilaku masyarakat Lombok Timur yang kini masih terus dijalankan melalui beberapa kelompok tani.

IMG_0240

Bersama Prof Yunita di Perkampungan Lombok Timur

Pendekatan antropologi yang dilakukan secara terus menerus banyak memberikan dampak positif bagi petani di Lombok Timur. Teknologi yang selama ini dianggap sebagai momok kini mulai didampingi. Apa yang telah dilakukan oleh tim Antropologi UI yang diketuai oleh Prof Yunita T. Winarto dan berkat dukungan ICCTF (Indonesia Climate Change Trust Fund) petani lombok kini telah menerapkan teknologi pengukuran curah hujan pada lahan mereka masing-masing untuk bisa menentukan rencana tanam mereka pada musim berikutnya.

 

Teknologi melakukan pengamatan atas semua perubahan iklim dan melakukan pengukuran atas perubahan sifat alam itu dan ilmu sosial yang memahami perilaku manusia menjadi jembatan atas penerapan teknologi ini. Berkat pendekatan sosial, petani di Lombok Timur kini telah memiliki teknologi pengukuran curah hujan pada lahan mereka sendiri dan punya keputusan jitu untuk merencanakan jenis tanaman yang akan mereka tanam pada musim berikut. Iklim boleh bergejolak tapi teknologi jangan sampai ditolak.
FullSizeRenderMahmur Marganti, Lombok 20 Juli 2016

 

Posted in Alam, budaya, Indonesia | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Bahaya Pornografi bagi Otak Manusia

Kecanduan pornografi harus segera dihentikan demi jaga fungsi otak

porn-addiction_300_225_90

Otak merupakan bagian tubuh manusia yang paling penting, tepat di bagian tengah atas otak ada bagian yang paling istimewa yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC).

Menurut peneliti otak manusia, Jordan Gravement, bagian PFC ini hanya ada pada otak manusia, bagian ini yang membedakan manusia dengan binatang. Tuhan merancang PFC bagi manusia bukan dengan tanpa alasan, PFC ini lah yang nantinya membuat manusia memiliki etika.

PFC berfungsi seperti pemimpin. PFC-lah yang melakukan fungsi konsentrasi, memahami benar dan salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berfikir kritis dan merencanakan masa depan. Dengan kata lain semua fungsi pertimbangan dan pengambilan keputusan ada pada PFC. PFC-lah yang membentuk kepribadian dan perilaku sosial.

Sayangnya PFC adalah bagian otak yang paling mudah rusak. Mengingat fungsi yang sangat luar biasa pada PFC, kerusakan pada PFC akan mempengaruhi seluruh kehidupan seseorang. Penyebab kerusakan PFC adalah benturan fisik dan zat narkotika, psikotropika, dan zat additive NAPZA. Dari kedua kerusakan diatas, rupanya ada penyebab kerusakan lain yang paling hebat merusak PFC yaitu pornografi atau narkolema (narkotika lewat mata).

Mungkin terkesan terlalu maksa bahwa narkotika lewat mata ini merusak PFC. Mari kita telusuri bagaimana narkotika lewat mata merusak PFC seseorang. Sebut saja Adi, seorang remaja berusia 12 tahun yang pertama kali melihat gambar di televisi yang menjurus pada pornografi. Awalnya Adi merasa kaget dan jijik. Kondisi Adi jijik dengan gambar porno yang pertama dia lihat ini karena sistem Limbid yang ada dalam otak Adi menjadi aktif. Sistem Limbid mengatur emosi juga keinginan makan minum dan kebutuhan seksual. Sistem ini mengaktifkan zat kimia otak bernama Dopamin. Dopamin memberi rasa senang, penasaran, juga kecanduan. Dopamin juga aktif jika saat seseorang mengkonsumsi NAPZA, oleh karena itu sifat candu pornografi sama dengan sifat candu NAPZA.

Dengan kemampuannya otak akan mengingat hal apa yang membuat Adi senang dan mampu mengingat cara melakukan kesenangan tersebut. Kecanduan ini hanya bisa ditangkal oleh Adi jika Ia memiliki bekal ahlak, etika, dan norma yang sebelumnya Ia dapat.

Berbeda kondisi yang terjadi jika ahlak, etika dan norma yang dimiliki Adi mempu dikalahkan oleh keinginan menikmati pornografi. Ketika Adi sedang merasa bosan terhadap aktivtas yang Ia lakukan, otaknya akan mendorong untuk melihat pornografi lagi. Makin lama Adi bosan dengan gambar pornografi yang itu-itu saja, Adi membutuhkan gambar yang lebih porno lagi untuk memicu keadaan lebih senang.

Kemajuan teknologi informasi yang bergulir kencang, sangat memudahkan Adi untuk menggapai gambar-gambar porno atau bahkan video yang Ia inginkan, mulanya Adi hanya ingin melihat gambar/video yang sedikit terbuka, lama-lama Adi membuka semua video/gambar yang ada di internet. Mulanya Adi hanya melihat satu menit, lama-lama Adi melihat sampai 1 jam. Saat itu Adi sudah mengalami kecanduan pornografi.

Bagaimana pornografi bisa merusak PFC? Secara alamiah Dopamin dialirkan dari sistem Limbid ke PFC, orang yang kecanduan pornografi akan mengalirkan Dopamin secara berlebihan hingga membanjiri PFC, akibatnya PFC tidak aktif karena terendam oleh Dopamin. Semakin sering PFC terganggu, fungsi PFC untuk konsentrasi, memahami benar dan salah, mengenadalikan diri, menunda kepuasan, berfikir kritis dan merencanakan masa depan semakin pudar. Dalam keadaan demikian sistem Limbid berkembang semaki besar dan terus mengaktifkan Dopamin, sehingga akan terus mencari kesenangan tanpa takut lagi akibatnya.

Jika hal ini tidak ditangani dengan segera, Adi berpeluang besar menjadi pelanggan pornografi seumur hidup dan mengalami keruskan otak pada bagian PFC. Awalnya Adi akan kehilangan konsentrasi, kemampuan menimbang benar dan salah, serta berkurangnya kemampuan mengambil keputusan. Kelanjutan dari kecanduan ini Adi akan mencoba untuk melakukan masturbasi, hubungan seks suka sama suka, mudah berganti pasangan, pernikahan dianggap tidak penting, menganggap pasangan hanya sebagai objek seksual, cenderung merendahkan derajat lawan jenis, selera hubungan seksual yang tidak sehat, bersikap kasar sampai tega melakukan pemerkosaan.

Jika sifat ini semua sudah ada dalam diri Adi, dapat dikatakan Adi sudah tidak ada bedanya dengan binatang, inilah akibat yang terjadi akibat kerusakan PFC. Sebelum PFC Adi terendam oleh Dupamin dan rusak parah akibat pengaruh pornografi, Adi berbeda dengan binatang, tapi kini kerusakan yang terjadi menyebabkan PFC Adi tidak berfungsi. Adi sudah sama dengan binatang.

Donald Hilton Jr, seorang dokter ahli bedah otak mengatakan otak yang rusak akibat pornografi jika difoto menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kerusakan akibat kecanduan pornografi memperlihatkan hasil yang sama dengan kerusakan otak akibat kecelakaan. Donald Hilton Jr. juga mengatakan berbeda dengan dampak NAPZA yang merusak otak pada tiga bagian, pecandu pornografi mengalami kerusakan pada lima bagian otak.

Pornografi pada anak-anak lebih bersifat merusak karena PFC belum berkembang sempurna. Perhatian dan kesabaran keluarga dan orang terdekat dalam mencegah dan mengatasi kecanduan pornografi pada anak sangat diharapakan dalam melindungi generasi kita dari bencana pornografi dan kejahatan seksual.

 

artikel ini gua muat juga di http://www.1health.id

Posted in Kesehatan | Leave a comment

FMI tutup #KamiTidakTakut #Escaperz 

wawancara gua oleh antara news: 

  
Jakarta (ANTARA News) – Komunitas pemilik Ford Escape (Escaperz) tetap bangga serta tidak cemas mencari suku cadang dan perawatan kendati pabrikan otomotif asal Amerika Serikat itu menyatakan keluar dari pasar Indonesia sejak kemarin. 
Mahmur Marganti, pendiri dan dewan penasihat Escaperz, menguraikan pengguna Ford dalam komunitas ini sudah terbiasa mandiri mencari suku cadang dan selalu bangga karena kenyamanan dan keamanan mobil itu di atas standar mobil murah yang laris terjual. 
“Bicara miris, ya miris tentang penutupan ini, kami jadi kayak anak kehilangan induk, tapi kami yakin banyak bengkel yang jago reparasi Ford, masih ada Mazda yang saya tahu sebagian besar suku cadangnya sama,” tutur Mahmur Marganti kepada Antara News, Selasa.
“Di samping tahu bahwa penutupan ini karena faktor penjualan yang terjun bebas dari 11 juta pada tahun lalu keenam juta pada tahun ini, saya berpikir masyarakat Indonesia belum banyak yang siap beli mobil Amerika yang cenderung mahal dengan sugesti perawatan mobil Amerika yang sulit,” papar Mahmur. 

 

“Kenyamanan dan keselamatan jadi nomor sekian melihat maraknya mobil murah yang banyak laku di sini,” tambah Mahmur.
Mahmur menjelaskan pelayanan di bengkel resmi Ford memang tidak maksimal sehinga komunitasnya terbiasa menggunakan bengkel terpercaya seperti bengkel komunitas, Ferlindo, di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.
“Bengkel resmi tidak terlalu banyak kasih solusi buat saya, layanan mereka cenderung kacau, mungkin ya karena manajemen FMI sudah malas-malasan,” kata Mahmur. 
“Pesan saya ke pengguna Ford, terus gunakan Ford kalian, kenyamanan yang udah kita rasakan bertahun-tahun ini akan melupakan kepiluan perginya induk kita ke negera asalnya. Sayonara Ford Motor Indonesia,” katanya.  

Posted in Indonesia | Leave a comment

Kisah Pahit dari Parit Eropa: No Man’s Land

Enggak ada perang yang menyenangkan, bahkan life is beautiful yang dikemas dalam sebuah bentuk komedi pun kadang terasa pahit dan menyesakkan. Demikian pula dengan “No Man’s Land”.
Banyak film tentang perang, apapun gaya yang dipakai oleh para pembuatnya, selalu saja film-film perang itu akhirnya menghadirkan kisah kemanusiaan yang berakhir tragis, film ini diambil dari sebuah negeri korban konflik yang mengorbankan banyak jiwa. Perang Bosnia-Serbia adalah sebuah drama kemanusiaan yang meninggalkan luka dalam bagi perdamaian dunia.
Film yang udah gua tonton berkali-kali ini disutradarai oleh Danis Tanovic, pria kelahiran Zenica, Bosnia, 1969. Seorang insinyur sipil yang juga sekolah musik dan seni. “No Man’s Land” bukanlah film pertamanya, Danis Tanovic pernah menyutradarai beberapa seperti film pendek Your Lover Called, Dervishs dan sebuah film documenter A Year After, juga video klip B & H Army.
Sebuah film yang skenarionya juga ditulis oleh Danis Tanovic ini, berkisah tentang tiga orang serdadu Bosnia-Serbia. Dua orang dari pihak Bosnia, Ciki (Branko Djuric) dan Cera (Filip Sovagovic), satu orang lagi, Nino (Rene Bitorajac) adalah tentara Serbia. Ketiganya secara tidak sengaja bertemu di sebuah parit perlindungan yang terletak di antara kedua wilayah yang bertikai.
Pertemuan ketiganya menghadirkan sebuah cerita yang pahit dan mengharukan. Mereka adalah orang-orang yang dikorbankan: representasi kisah pahit dan suram sebuah peperangan. Perang telah menghancurkan rasa kemanusiaan mereka, kebencian antar sesama ras yang bertikai dianggap sebagai penyebab terjadinya semua bencana itu. Kepercayaan pada pihak luar pun, PBB dalam hal ini, semakin pupus. Pihak yang bertikai seolah dibiarkan menyelamatkan sendiri nyawa mereka masing-masing.
Dalam keadaan yang sangat memilukan itu, para jurnalis televisi yang diharap bisa mengurangi ketegangan justru malah membuat keadaan semakin buruk dengan menangguk keuntungan dari konfilk ini. Di parit itu, Cera tengah terancam jiwanya. Di bawah tubuhnya terdapat ranjau. Pasukan PBB yang datang ke lokasi dengan ahli penjinak ranjau tidak mampu menjinakan ranjau ini. Dengan sangat terpaksa mereka harus meninggalkan Cera sendiri bersama ranjau yang siap meledak di bawah tubuhnya. Sementara itu Ciki dan Nino telah lebih dulu tewas dalam sebuah baku tembak yang gagal dihalang-halangi oleh pasukan PBB. Tak pernah ada pemenang yang sesungguhnya dalam perang.
Film produksi tahun 2001 ini berhasil mendapat penghargaan Golden Globe tahun 2002 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dan Skenario Terbaik dalam Festival Film Cannes 2002. artikel ini juga dimuat di http://movietraxx.com/content/no-mans-land
Posted in FILM | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Yuk ke Moyo

Berada pada sisi utara Sumbawa sejauh 2.5 km, pulau yang  mendadak terkenal seantero jagad lantaran pernah disambangi Lady Diana tanggal 16 Agustus 1993 selama tiga hari dua malam ini terbilang sangat mudah dijangkau.

Dari Dermaga Goa, Labuan Badas, sisi terdekat Sumbawa ke Pulau Moyo,  hanya membutuhkan waktu 20 menit dengan menggunakan speed boat Bintang Moyo Travel. Jasa ini adalah yang paling sering mengantar tamu-tamu lokal maupun mancanegara ke Pulau Moyo. Dengan tarif tiga juta rupiah pulang pergi untuk 10 penumpang, melakukan perjalanan berjamaah ke Moyo akan lebih murah dan hemat.

Selain pakai boat, you guys yang mau merasakan ambience perjalanan laut bersama penduduk Moyo yang lalu lalang ke Sumbawa, Bintang Moyo juga menyediakan fasilitas transportasi umum dengan kapal berukuran besar, tentu dengan tarif yang lebih murah. eh tapi inget, rasanya untuk hari jumat ngga ada perjalanan dari dan ke Moyo dengan kapal kayu, cek dulu ajah sebaiknya. biar ngga lupa tulis sekarang deh nomor telepon bintang moyo travel, +6285205111611

_MG_1188

boat Bintang Moyo yang gua tumpangi ini kayaknya berkecepatan 50 knot deh, konon sering menang lomba nih di Gili Trawangan

Demi alasan kenyamanan perjalanan di Moyo, mintalah pihak Bintang Moyo untuk mengatur itenerary dan fasilitas selama di Moyo, mereka adalah para pemuda asli Pulau Moyo yang gencar melakukan promosi dan kemudahan kepada siapa pun yang ingin berkunjung ke Moyo. Dengan senang hati mereka akan membantu menyiapkan guess house, konsumsi, berkeliling ke berbagai objek wisata, hingga snorkling di Moyo.

 

_MG_1192

Semacam kantor sementara Bintang Moyo di Dermaga Labuan Aji, masih dalam renovasi

Air Terjun Mata Jitu

bayangin deh ada di tempat ini terus denger gemersik air terjun itu, endah banget guys

Butuh waktu kurang lebih satu jam dari Labuan AJi, dermaga di Pulau Moyo, menuju air terjun ini. Lokasi ini lah salah satu yang dikunjungi almarhumah Lady Diana waktu itu.

_MG_1214

Menuju lokasi ini hanya bisa ditempuh dengan menggunakan ojek motor,  itu pun ngga sampai langsung ke titik air terjun, you guys kudu jalan kaki sejauh kurang lebih setengah kilo meter, motor yang kita tumpangi tidak bisa menjangkau lokasi air terjun ini sebab curam dan banyak akar-akar pohon yang menjulur ke jalan. mungkin itu salah satu

kenapa area ini begitu terjaga keasriannya: tidak ada asap knalpot di area Mata Jitu.

 

_MG_1242

jalan di jembatan yang terbuat dari ranting ini seperti dongeng kisah putri salju dan 7 kurcaci saat mereka pulang dari hutan

Di area yang masih disebut Mata Jitu itu, kita masih bisa menelusuri spot menarik lain, guide yang mengantar gua waktu itu menyebut tempat ini juga bernama Mata Jitu, aneh ya, ada dua air terjun, dua duanya sama-sama bernama Mata Jitu, ah biarin lah. emang keren lah dua-duanya

t_MG_1254

tuh guys, air terjun kedua, keren banget kan!!

Sumber air mata jitu yang berasal dari balik bebatuan besar tidak jauh dari air terjun Mata Jitu menghasilkan air sangat bening. Aliran saluran air yang dilalui menuju tempat yang lebih rendah bagaikan kaca, gua sampai bisa bercermin!!! (ngga penting haha)  pasir pada dasar airnya juga terlihat jelas, ngga ada sedikitpun kotoran mengambang apalagi sampah yang dihasilkan manusia di area ini, adanya hanya dadaunan dan ranting pohon tua yang jatuh.

_MG_1261

 

Dawu Mbha’i

_MG_1267 copy

gua sih sempet nyoba tuh gelantungan di tali itu, berhubung bobot gua sedikit lebih berat dari anak-anak itu, yaa cukup sekali ajah lah

No Gadget mereka tetep happy

Usai menghabiskan banyak waktu di Air Terjun Mata Jitu, sang guide udah tahu destinasi berikutnya. Dengan waktu tempuh setengah jam pakai motor, lokasi menarik lain adalah Dawu Mbha’i. Menurut bahasa lokal kata ini bermakna danau buaya, tempat semacam ‘water park’ yang banyak dikunjungi anak-anak lokal ini mengundang banyak perhatian. Aktifitas bermain air mereka yang sarat keberanian dijamin membuat berdecak melihatnya, bukan cuma aktifitas lompat dan naik melalui akar pohon, yang tidak kalah menarik adalah gaya mereka bergelantungan dan canda diantara mereka pada seutas tali dijamin bikin iri dengan kebahagiaan itu.

_MG_1217

Datang dan nikmati Moyo!

Posted in pulau, Travel, Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , | 4 Comments

Kisah Banjar yang Hilang: Pasih Uug, Nusa Penida

Mengapa dinamai Pasih Uug? alkisah di wilayah ini konon dulunya adalah Banjar yang ditinggali banyak penduduk, pada suatu hari seekor ular besar datang ke Banjar ini, seluruh warga Banjar berbondong-bondong menyerang ular itu dan membunuhnya. Jasad ular besar itu disembelih dan dibagi- bagikan kepada seluruh warga Banjar.

Setelah seluruh bagian tubuh ular ini habis terbagikan, datanglah orang asing, lalu orang itu menancapkan tiga batang kayu ke tanah, dimintanya seluruh warga untuk mencabut batang kayu tersebut, sayangnya tidak satupun berhasil.

Sembari memperingatkan kepada warga atas perbuatan mereka yang telah membunuh ular besar beberapa saat lalu, orang asing tadi mencabut tiga batang kayu yang dia tanam, begitu ia mencabut batang kayu, seketika pantai/pasih di permukaan Banjar itu amblas dan mengubur seluruh warga, tak satu pun warga banjar ini yang selamat kecuali beberapa orang yang sudah pergi membagikan daging ular tadi ke

Banjar-Banjar di sekitar, mungkin dari mereka lah kisah ini turun menurun hingga sampai juga ke telinga gua dari penduduk sekitar saat mendatangi tempat ini tanggal 6 Agustus 2015 lalu.

pasir uug

ojek yang gua pakai ngga bisa menuju tempat ini langsung jadi kita harus jalan mendaki sedikit, begitu sampai, wah keren minta ampun guys!

Apa pun dongeng yang diyakini tentang Pasih Uug/broken beach itu, sudut di Nusa Penida ini keren dan seperti pemandangan yang sering kita lihat di foto-foto negara lain.

dermaga Nyuh

jangan buru-buru menjelajah pulau sebelum menikmati area sekitar Dermaga Nyuh, duduk ajah dulu di tepi dermaga untuk dapet pemandangan gratis ini

Untuk menuju tempat ini Anda memang harus meyediakan energi ekstra, pasalnya bukan hanya minimnya boat yang berangkat ke Nusa Penida dari Sanur tapi membutuhkan waktu lebih dari dua jam sejak Anda tiba di Dermaga Nyuh, Nusa Penida dengan kondisi sebagian jalan halus dan sebagian lainnya jalan tanah dan batu.

interspace

jalan yang berliku dan banyak tanjakan di Nusa Penida tuh keren banget, berhubung ngga ada WC umum disana jadi (mungkin) boleh pipis di pohon. photo ojek dan background ini gua ambil selepas urusan hajat pipis

Agar eksplorasi Nusa Penida efektif dan cukup satu hari, disarankan untuk membayar ojek yang tersedia di Dermaga Nyuh, ojek disana tertib dan punya uratan sendiri, jadi kita ngga bisa pilih-pilih.

angle's billabong

ngga cuma Pasih Uug, you guys juga bisa dateg kesini di Nusa Penida, dinamai oleh turis Australia, mungkin karena mirip dengan ang ada di benua mereka ya: Angle’s Billabong

Jika Anda adalah tipe traveler yang nekat dan punya waktu banyak, mungkin ngga perlu sewa ojek tapi bisa sewa sepeda motor dan melakukan perjalan sendiri mengelilingi pulau ini, tapi sebaiknya siapkan cadangan satu hari di Nusa Penida jika itu yang Anda pilih. Jauhnya jarak antar tiga tempat terbaik di Nusa Penida: Pasih Uug, Angle’s Billabong dan Crystal Bay membuat Anda cukup bingung dan seringkali menemui area-area tak berpenduduk, tidak ada orang yang bisa ditanya dan satu lagi, provider ponsel ternama sering kali mengalami blank spot di banyak area di Nusa Penida sehingga Anda tidak bisa mengandalkan Google Map atau Waze yang pintar itu.

editeddd_MG_0083

ini masih di Angle’s Billabong, karang kering sepanjang langkah itu terisi oleh terjangan ombak 

Jadi selain terkenal karena pernah menjadi tempat pembuangan presiden pertama RI, Soekarno, Nusa Penida memang mengagumkan untuk kita kunjungi, datang lah..

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Museum Le Mayeur, Sanur: bukti kisah cinta lokasi yang abadi

_MG_0192 copy

Diambil dari nama bekas pemiliknya, Adrien Jean Le Mayeur de Merpes, dia adalah seorang pelukis Bruxelles, Belgia yang datang ke Bali tahun 1932 melalui pelabuhan Buleleng Singaraja menuju Denpasar.

Di Denpasar Le Mayeur menyewa sebuah rumah di Banjar Kaladis lalu bertemu dengan seorang penari legong keraton berusia 15 tahun, Ni Nyomam Pollok, yang kemudian dijadikan model lukisannya.

Lukisan-lukisan dengan model Ni Nyoman Pollok dipamerkan di Singapura dengan hasil yang sangat memuaskan dan nama Le Mayeur semakin mencuat. Usai pemeran Le Mayeur datang kembali ke Bali dan membeli sebidang tanah di Pantai Sanur lalu dia bangun sebuah rumah, yang kini dikenal dengan nama Museum Le Mayeur.

Di rumah ini lah Ni Nyoman Pollok bersama dua orang temannya setiap hari bekerja sebagai model lukis. Seiring berjalan waktu, dengan kecantikan dan keindahan tubuh Ni Nyoman Pollok, timbul rasa cinta Le Mayeur kepada Ni Nyoman Pollok.

_MG_0190

Setelah tiga tahun menjadi model lukisan Le Mayeur, tahun 1953 Le Mayeur dan Ni Nyoman Pollok sepakat untuk hidup bersama dalam ikatan perkawinan yang dilangsungkan dalam upacara adat Bali. Selama menjadi suami istri Le Mayeur terus melukis melukis istrinya dan menjual hasil lukisannya, hasil penjualan lukisan selalu mereka sisihkan untuk memperindah rumah di Sanur dan lukisan yang dianggap paling bagus dipasang sebagai koleksi pribadi.

Pada tahun 1956, Bahder Djohan selaku menteri Pendidikan dan Pengajaran dan Kebudayaan datang mengunjungi rumah Le Mayeur. Menteri saat itu sangat terkesan dan meminta kepada Le Mayeur untuk menjadikan rumahnya sebagai museum. Ide itu disambut dengan senang hati oleh Le Mayeur, sejak itu dia terus berkarya dan lukisannya makin bermutu.

Tahun 1958 Le Mayeur menderita kanker telinga yang sangat ganas, ditemani Ni Nyoman Pollok pergi berobat ke Belgia. Setelah dua bulan berobat di Belgia, Mei 1958 akhirnya Adrien Jean Le Mayeur de Merpes tutup usia dalam usia 78 tahun. Ni Nyoman Pollok kembali ke Bali untuk mengurus rumah hingga akhir hayatnya tanggal 28 Juli 1985 dalam usia 68 tahun. Beristirahatlah dengan damai wahai dua sejoli…

_MG_0181

Posted in budaya | Tagged , , , , , , , , , , | Leave a comment

fenomena gojek dan print media

beberapa waktu silam media cetak bersaing di medan tempur yang hampir tidak ada kejutan, semua strategi “lawan” mudah terlihat, bahkan bocoran headline yang bakal tayang pun konon lalu lalang di telinga lawan. 

masih beberapa waktu silam para tukang ojek dengan mudah merebut sewa yang tidak kasat mata ada dihadapan “lawan”, bahkan udah nempel pantat sewa ke jok pengojek satu, saat itu juga pengojek lain bisa merebut dengan dalih jatah sewa. 

roda berputar, kini print media ngga lagi berperang di medan yang sama dengan lawannya. sepertinya dalam beberapa tahun ini mereka bersaing dengan “lawan” dunia kasat yang ada di genggaman setiap orang, ini baru kejutan. headline yang dulu jadi selling point sekarang berhamburan bukan hanya di home digital media bahkan hanya ada di akun twiter seseorang. tiras sepertinya sudah tidak bisa lagi jadi bualan ke media buyer dengan bayaran yang tidak masuk di akal.

tidak hanya roda percetakan, roda tukang ojek pun berputar kencang, mereka yang dulu bersaing memperebutkan penumpang pada jarak satu meter kini ditinggalkan oleh #gojek yang mampu menggapai penumpang dari jarak puluhan kilo meter. kemudahan dan kenyaman juga seragam jaket hijau serta free masker yang hampir ngga pernah diperhitungkan kini jadi kejutan yang mengagumkan. 

mencari tukang #ojek yang nyaman kini sudah setara dengan mendapatkan kemudahan berita. apa pun beritanya. 

perubahan bisa bikin happy bisa bikin sakit hati. 

Posted in Uncategorized | Tagged , , , , | Leave a comment

Lupakan Singapura, Pergi Saja ke Gili Trawangan

Berjarak kurang setengah jam dari penyebarangan Lombok, pulau sepanjang 7 km yang dikelilingi pemandangan indah dengan hembusan udara segar berkat tidak adanya satu pun kendaraan bermotor ini sangat eksentrik dan memukau setiap orang.

e_IMG_1773

Bagi Anda yang tinggal di Bali beruntung sebab menuju pulau ini cukup menggunakan penyebarangan fery dari Padang Bay menuju Pulau Lombok. Bagi yang tinggal di luar Bali, penerbangan menuju Lombok kini semakin banyak. Bandara Internasional Lombok (BIL) pun kini semakin nyaman dan punya banyak pilihan akses menuju Dermaga Pemenangan untuk menyebrang ke Gili Trawangan.

Get There

Cari lah Damri menuju Senggigi dari Bandara Internasional Lombok menuju Senggigi dengan tarif Rp. 40.000, Anda cukup sekali lagi menaiki kendaraan kecil menuju Dermaga Pemenangan sebelum melanjutkan perahu ke Gili Trawangan.

Bagi Anda yang menuju Gili Trawangan dari Dari Bali dan Anda merupakan tipe yang takut berada lama-lama di atas laut, sebaiknya gunakan speed boat dari Sanur langsung menuju Gili Trawangan, harga untuk sekali trip ini berkisar antara Rp. 200.000 sampai Rp. 300.000 tentu tergantung koneksi Anda atau kemampuan Anda dalam dunia tawar-menawar.  Jika Anda bukan tipe penawar ulung dan bukan tipe takut berlama-lama diatas air, pilihan sederhana dan ekonomis adalah menggunakan fery dari Padang Bay menuju Lembar. Dengan Tarif Rp. 40.000 Anda sudah bisa menikmati banyak pemandangan sepanjang perjalan fery ditambah dengan ruang ber-AC dan hiburan TV layar lebar suguhan stasiun TV lokal.

Bagi Anda yang ingin bersantai sambil bersantap makanan ringan sampai makanan berat sepanjang perjalanan, jangan khawatir, tersedia kantin di dalam kapal dengan berbagai menu hangat dan dingin, nikmati perjalanan Anda layaknya artis kondang dunia menikmati traveling mereka menggunakan super cruise termahal di dunia itu.

IMG_1801

udah sulit lihat susu dijemur di Bali, pergi lah ke Gili Trawangan hahaha, disini banyak banget point-point SUMUR itu

Dari Dermaga Lembar Anda bisa menggunakan taksi (istilah untuk kendaraan bak tertutup), kisaran Rp. 100.000 menuju Pemenangan. Pilihan ini lebih baik ketimbang anda harus pindah-pindah angkutan dan harga bisa lebih mahal. Hindari calo sebab, tarif perahu Pemenangan-Gili Trawangan hanya Rp. 18.000.

Welcome to Gili Trawangan

e_IMG_1623

tulisan ini harusnya bagus, cuma sayang selain banyak coretan alay juga loksai sekitar terlalu kumuh, foto ini udah gua ‘bersihkan’ dulu pakai photoshop sebelum naik hahaha, curang yaaa

Bagi Anda yang baru pertama kali menginjakkan kami di Gili Trawangan, hal pertama yang sebaiknya dilakukan adalah nikmati pasir pantai dan coba lah jalan-jalan di sekeliling dermaga sembari menikmati aktivitas penduduk lokal dan turis lalu lalang dengan berbagai perilaku dan pakaian ‘senonoh’ mereka.

e_IMG_1871

IMG_1783

IMG_1796

anak pantai bernama Daniel ini konon mendapat penghasilan sampai satu setengah juta per malam saat peak season, gua ngga usah jelasin lah dari mana uang segitu dia dapat kalau bukan dari cewe-cewe bule penikmat syahwat, eh jadi gua jelasin deh hahaahha. dia bilang anak pantai harus hebat dan “kuat” baik lah daniel, gua bukan anak pantai hahaha

Pulau sepanjang 7 km ini memiliki garis pantai beragam, mulai pasir tebal, hutan bakau, pasir kering yang tidak menarik, bebatuan, tebing yang tidak curam, sampai hamparan restoran yang terlihat biasa di siang hari namun terang benerang di malam hari.

IMG_1651

jangan ke Gili Trawangan kalau ngga bisa sepeda, serius disini orang pakai sepeda semua, paling jalan kaki luh kalau ngga bisa sepeda, cape cuiinnn

Jika ingin mengeksplore pulau ini, ketimbang jalan kaki, terus frustasi dan akhirnya tidak sampai juga merasai semua pantainya, sebaiknya sewa sepeda seharga Rp. 40.000 untuk 24 jam penggunaan (murah kan?!!). Terdapat pilihan lain untuk mengeliling pulau ini yaitu dengan Cidomo/delman dengan tarif berkisar Rp. 100.000 hanya untuk sekali keliling.

e_IMG_1868

Berbagai hotel tersedia di Gili Trawangan, mulai bintang 4 yang berada tepat di bibir pantai dengan harga 3juta satu malam hingga yang masuk ke pelosok pulau dengan harga Rp. 150.000 sudah termasuk breakfast dan koneksi WiFi gratis tentu. Saat peak season harga mereka melonjak hingga Rp. 300.000 untuk yang termurah

IMG_1639

foto ini gua ambil pagi sekitar jam 6 setelah didera gagal bertemu sunrise

Manfaatkan waktu Anda selagi di Gili Trawangan, di pulau ini bukan saja hanya terdapat hamparan pasir pantai yang indah. Sepasang situs peninggalan masa pendudukan Jepang masih berbekas di pulau.

IMG_1667

ini sunset point di pagi hari, bangunan sisa restoran yang sudah ngga terpakai ini sebetulnya bagus lokasinya, tapi sayang ditinggal pemiliknya, mungkin kurang laku karena letaknya yang jauh dari sentral/dermaga, atau alasan lain, jangan-jangan ada uka-uka karena deket dengan makam dan goa jepang

Persis di seberang Sunset Point, terdapat undakan tangga setinggi 500 meter. Jalan setapak yang diselimuti lumut dan penuh dengan semak belukar itu berujung pada sebuah bangunan makam, terdapat dua makam pada bangunan itu. Wali Lalu Dukung Kambut adalah seorang tokoh muslim keturunan Lombok yang pernah hidup di pulau ini, konon pasa masa penjajahan Jepang, wali ini yang memimpin pengusiran Jepang dari Gili Trawangan. Selain makam sang Wali, di tempat yang sama juga terdapat makam wanita yang mengurusi rumah dan makan sehari-hari sang Wali.

IMG_1748

waktu gua dateng, kebetulan ada bule Jerman, namanya Joachim Ruppert yang sudah dua malam tidur di makam ini, dia bilang merasa nyaman tidur disini. welcome to dunia lain Indonesia Joachim.

Berjarak 100 meter dari makam, berdiri tegak sebuah goa setinggi kurang lebih 3 meter. Goa Jepang peninggalan terakhir yang masih terlihat ini menurut cerita Ibu yang mejaga tempat ini, menjadi tempat tentara Jepang melakukan pengeboman ke arah pulau Bali, walaupun beberapa kali gagal.

IMG_1761

konon ada 10 gua seperti iyu di Gili Trawangan, lainnya udah ngga terlihat karena teruruk akibat gempa beberapa waktu lalu

Sebagai sebuah pulau yang ada di gugusan tiga gili lain, yaitu Gili Air, Gili Meno, Gili Trawangan menjadi pulau yang terbesar dengan banyak atraksi dan fasilitas dibanding gili lain, berada di pulau ini membangkitkan kebanggan kita akan anugrah Tuhan terhadap belasan ribu pulau yang Dia berikan bagi bangsa ini, pertanyaannya adalah sudah siapkan kita menjaga keaslian dan kelestarian yang sudah Tuhan titipkan ini kepada kita? akan kah kita masih ingin mengunjungi tanah kecil di ujung Malaka yang bernama Singapura itu dibanding mengunjungi kekayaan Tuhan yang ada di Gili Trawangan atau bahkan menjelajah ke 17.000 pulau lain di negeri ini? mari berdoa agar diberi umur panjang dan rejeki berlimpah ruah untuk terus bisa mengunjungi setiap sudut Indonesia.

salam penutup, kasih lagi deh foto si Brazil ini hahahah, see u ini my next trip yoooo

IMG_1901

Posted in Uncategorized | Leave a comment