Evolusi Komunikasi Masyarakat Dunia

Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something. – Plato”

Tiga puluh ribu tahun lalu manusia telah menciptakan simbol sebagai sarana komunikasi, saat itu nenek moyang kita menggunakan dinding gua dan batu-batu besar sebagai sarana komunikasi. Sebuah gua yang bernama Chauvet Cave atau Chauvet-Pont-d’Arc Cave di Perancis Selatan diketahui sebagai sarana komunikasi masa lampau manusia pada masa itu. Hal ini membuktikan bahwa pada saat itu (zaman es) manusia sudah mengenal alat komunikasi dalam bentuk simbol.

site_1426_0004-495-500-20140606115943
Karya manusia purba di Gua Chauvet-Pont-d’Arc Cave di Perancis Selatan sebagai bukti komunikasi yang ingin disampaikan kepada sesama (Foto: Copyright: © MCC/DRAC, whc.unesco.org/en/documents/129614)

Lima belas ribu tahun setelah itu, Manusia Cro-Magnon yang nomaden merupakan sekelompok manusia pemburu yang memasuki Eropa dari Timur Tengah  mengumpulkan buah-buahan dan akar-akaran serta berburu hewan liar, mereka hidup di dalam gua-gua dan kemah sederhana. Dibanding kelompok sebelumnya, Manusia Cro-Magnon sudah memiliki lebih banyak perbendaharaan kata, mereka juga mulai menciptakan karya seni, seperti lukisan dinding di gua-gua yang ditemukan di Perancis, Spanyol dan Gurun Sahara. Manusia Cro-Magnon lah yang pertama kali menciptakan kalender.

Pencapaian terbesar oleh Bangsa Sumeria

Pencapaian terbesar dalam komunikasi manusia terjadi pada masa pada sekitar tahun 3.200 SM. Saat itu diketahui bangsa Sumeria sudah mengenal tulisan. Bangsa ini menciptakan alat komunikasi yang belum pernah diciptakan oleh bangsa sebelumnya yaitu Cuneiform Writing atau tulisan paku. Sistem tulisan yang kira-kira sejaman dengan hieroglyphics yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Mesir kuno. Orang-orang Sumeria menggunakan alat yang ditunjukkan secara jelas, yang disebut dengan stylus, untuk menuliskan karakter-karakter yang terbentuk dari penggalan kecil pada lempengan tanah liat yang lembut, yang kemudian diperkeras dengan membakarnya.

93
Tulisan Cuneiform karya Bangsa Sumeria, Bangsa ini dianggap bangsa pertama yang memiliki kepandaian tertinggi dibanding bangsa sebelumnya. (Foto milik: www.ancient.eu/image/93/)

Tulisan Cuneiform memiliki alpabet sebanyak 550 karakter. Cuneiform digunakan secara luas di Timur Tengah selama ratusan tahun. Berkembangnya sistem tulis menulis menjadikan bangsa Sumeria pandai dalam mengemas karya sastra. Syair orang-orang Sumeria yang berbentuk cerita, yang sering disebut dengan The Epic of Gilgamesh, adalah satu karya yang tertua dari bentuk sastra di dunia. Syair kepahlawanan ini adalah koleksi cerita tentang seorang pahlawan yang disebut Gilgamesh. Satu dari perjalanan Gilgamesh di dunia adalah mencari keabadian hidup. Dalam perjalanannya, dia menemukan satu orang yang selamat dari banjir yang besar yang merusak dunia. Dalam akhir cerita, Gilgamesh telah belajar kebenaran yang terbesar tentang keseluruhannya, bahwa pahlawan pasti mati karena pertempuran.

Alfabet Pertama

Perkembangan terus terjadi, evolusi komunikasi berkembang terus hingga melahirkan alfabet. Alfabet adalah daftar sejumlah huruf yang digunakan untuk menulis dalam sebuah bahasa namun tidak semua bahasa menggunakan huruf yang sama. Walaupun tidak semua alpfabet menggunakan huruf yang sama, satu hal yang dapat dipetik adalah dalam rentang kurun waktu yang sangat lama dan dalam era yang sangat berbeda manusia memiliki intuisi untuk menyampaikan cara komunikasi yang sesuai zamannya.

Hingga periode 1.500 sebelum masehi sebagian besar alat komunikasi yang digunakan manusia berbentuk alat tulis dengan metode texting dan mengumpulkan hasil karya komunikasi tersebut dalam bentuk ukiran pada batu, dinding gua, dan berbagai media tulis lain.

Berbeda dengan periode komunikasi yang terjadi pasca abad ke-16 dimana alat komunikasi yang digunakan manusia berupa optical dan audio signal. Manusia lebih leluasa mengekspresikan segala hal yang ingin disampaikan melalui alat baru komunikasi ini.

Kecepatan Era Komunikasi

Seiring makin banyaknya populasi manusia di muka bumi dan kemudahan komunikasi melalui optical dan audio signal, perkembangan metoda komunikasi pada era ini mengalami perkembangan yang sangat cepat. Jika pada masa lampau perubahan metoda komunikasi ini terjadi dalam periode abad, pada periode ini perubahan terjadi dalam hitungan tahun, bulan bahkan dalam hitungan hari.

Informasi audio dan visual yang unggul dan berlebihan dalam era internet digital ini adalah sebuah contoh dimana manusia semakin sulit membedakan fiktif dan fakta.  Kemudahan cara komunikasi ini bukan tidak menimbulkan permasalahan. Mudahnya arus komunikasi yang diterima setiap orang melalui berbagai platform memberikan beban informasi yang berlebihan (information overload) dimana masyarakat pada era ini sulit membedakan mana informasi yang aktual dan fabrikasi. Mereka yang cerdas dan yang bodoh kadang hampir tidak bisa dibedakan. Penggiringan opini masyarakat terjadi dengan sangat mudah. Informasi begitu membanjir di tengah masyarakat. Manusia hampir tidak punya batas untuk menyampaikan berbagai hal.

Komunikasi yang Kebablasan

Seperti yang Plato (427-347 SM) sampaikan Wise men speak because they have something to say; Fools because they have to say something. Pernyataan Plato 2.000-an tahun lalu selayaknya menjadi filter di era membanjirnya komunikasi pada masa kini.

Perkembangan komunikasi ini akan terus berkembang mengikuti perkembangan teknologi yang tidak pernah berhenti diciptakan. Namun sebagaimana yang terjadi di dunia industri, dimana perubahan perilaku masyarakat terjadi perubahan perubahan pasca Revolusi Industri, dampak kemajuan teknologi komunikasi pun rentan terhadap perubahan perilaku manusia.

download
Informasi tersajikan dengan cepat dan mudah, filter untuk membendung kencangnya arus informasi terkikis oleh kecepatan itu (Foto: kai-odonnell.com)

Kecepatan pertukaran informasi (information exchange) yang terjadi di era optical and audio signal jika dibandingkan dengan apa yang terjadi di masa lampau dianggap sudah jauh lebih cepat, tapi ingat! semua yang terjadi ini baru awal bangkitnya teknologi informasi masa depan.

 

Advertisements

Jangan Jadi Pengusaha Kalau Belum Bersahabat Dengan Arus Kas

Apa yang paling ditakutkan ketika seseorang ingin menjadi pengusaha? Kebangkrutan yang menyebabkan menurunnya kualitas hidup. Apa kesalahan yang paling banyak dilakukan pengusaha baru ketika mereka mulai menikmati hidup sebagai pengusaha? Kesalahan pengelolaan arus kas. Apa yang bisa dirasakan ketika seseorang tergilas kebangkrutan? Cuma 1: penyesalan.

Ada beberapa hal yang memaksa orang untuk menjajal keberuntungan menjadi pengusaha. Alasan menguji kemampuan di bidang wirausaha yang paling jarang saya temui, apalagi alasan karena mendapat ‘uang kaget’ lalu tergesa-gesa untuk menggunakan uang parkir itu demi predikat pengusaha.

Dari beberapa kasus yang saya temui kenapa seseorang pindah quadran dari pekerja menjadi pengusaha selain karena iming-iming harapan hidup yang akan jauh lebih baik dibanding menjadi pekerja adalah kekhawatiran himpitan ekonomi dan ketidakmampuan daya saing yang memaksa ia harus segera lompat ke quadran lain. Alasan ajaran agama yang diyakini menjadi pengusaha lebih mulia dibanding pekerja juga ada.

arus

Dua kali jadi pembicara di Universitas Indonesia untuk materi wirausaha merupakan kesempatan yang langka buat saya. Berbekal kebangkrutan ketika periode wirausaha yang saya mulai tahun 2005 sewaktu masih berumur 32 tahun dan berakhir dengan kebangkrutan di tahun 2011 terangkum dalam 2 paparan sederhana dengan harapan tragedi memilukan itu tidak menimpa siapa pun yang berhasrat menjadi pengusaha, apa pun alasan mereka memilih jadi pengusaha!

Pengusaha Keren Arus Kas Lancar

Ketenangan yang hadir akibat kecukupan modal saat memulai usaha biasa mengelabui siapa saja yang baru punya predikat pengusaha. Euphoria pengusaha menanggalkan hal-hal detail yang semestinya lebih bisa menekan arus kas.

Kenapa arus kas begitu penting? Ketahuilah, ketika pengeluaran lebih besar dibanding pendapatan, berarti Anda sedang mengalami krisis arus kas. Kenapa ini bisa terjadi? Ini terjadi ketika Anda hanya mementingkan keinginan tanpa tahu apa yang sebenarnya dibutuhkan. Lalu apa yang sebaiknya dilakukan bila pengusaha sadar akan hal ini: Disiplin membuat laporan arus kas, dengan melihat laporan arus kas, memilah dan mengurangi pengeluaran yang tidak dibutuhkan.

Tak hanya pengeluaran lebih besar dari pendapatan, ternyata pengeluaran dan pendapatan yang memiliki nilai seimbang juga bisa bikin krisis arus kas. Bila pengusaha sadar makna krisis arus kas, tentu beberapa usaha pencegahan guna menangkal datangnya gelombang kebangkrutan bisa segera dicegah.

Agar Arus Kas tidak Krisis

Krisis arus kas bukan cuma tentang pengeloaan keuangan semata, ternyata stok berlebih juga efektif menimbulkan krisi arus kas. Stok menumpuk membuat barang cepat rusak dan pengusaha akan mengalami kerugian yang berpengaruh terhadap arus kas. Penting bagi pengusaha memiliki laporan persediaan yang memudahkan pengelolaan stok barang dengan benar dan tepat. Hindari stok berlebih dan keluarkan stok lama dengan memberikan diskon kepada pelanggan sesuai harga pokok. Pemberlakuan terhadap stok barang kadang menjadi hal sepele bagi pengusaha, padahal banyak sekali uang yang tertanam di dalam stok. Terbatasnya ketersediaan ruangan bagi penumpukan stok sesungguhnya secara matematika bisnis menyita uang yang semestinya berputar pada tempat yang lain yang tepat.

Setelah menyadari mana kebutuhan mana keinginan dan membatasi arus stok, yang tidak kalah penting terhadap kontribusi krisis arus kas adalah piutang. Budaya Timur yang terlalu besar rasa “tidak enak” sebetulnya sumber malapetaka untuk pengusaha yang baru memulai bisnis. Jadi langkah ketiga untuk menghindari krisis arus kas adalah tagih piutang!

Halau Piutang

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar piutang tidak berlebih di orang lain. Pertama, sebisa mungkin lakukan penjualan tunai, jangan gampang kasih utang untuk mengejar traction. Caranya gimana? Meski terbilang sulit, jual barang secara tunai merupakan cara yang tepat mengelola arus kas, diskon bagi pembeli tunai juga bisa dilakukan untuk menarik daya beli tunai.

Cara kedua, bayar di muka. Setiap pengusaha membutuhkan pembayaran di muka karena hal ini dapat membuat arus kas perusahaan menjadi lebih sehat dan piutang berkurang. Lakukan berbagai cara untuk menarik uang pelanggan agar mereka mau mengeluarkan uang bahkan sebelum transaksi. Hal ini akan sangat menyehatkan arus kas.

Cara Ketiga, persulit syarat piutang. Saya pernah mengalami kehancuran bisnis karena memberikan jangka waktu pembayaran piutang hingga 90 hari. Dari pengalaman pahit beberapa tahun silam itu, saya menyarankan kepada Pengusaha sebaiknya melakukan negosiasi terhadap pelanggan untuk melakukan pembayaran lebih cepat. Bila terpaksa memberikan piutang, pemberian diskon kepada pelanggan yang membayar piutang sebelum tanggal jatuh tempo bisa dilakukan untuk menjaga arus kas. Selain mempersulit syarat piutang, penjadwalan penagihan piutang terhadap pelanggan secara berkala juga penting dilakukan sebab pelanggan yang ditagih secara berkala cenderung akan melakukan pembayaran tepat waktu. Jangan sungkan untuk menagih karena merasa tidak enak hati!

Cara keempat menjaga agar piutang tidak berlebih di pelanggan adalah pemberian diskon dan bonus. Diskon kecil untuk pelanggan yang membayar tagihan lebih cepat tidak hanya meningkatkan arus kas, tapi juga dapat membuat pelanggan terkesan dan memastikan hubungan kerjasama jangka panjang.

 

Yang terakhir, untuk menjaga arus kas sehubungan dengan uang kita di orang lain, lakukan background check terhadap pelanggan yang akan melakukan transaksi dengan cara utang. Background checking dapat kurangi risiko kredit macet.

WhatsApp Image 2018-04-05 at 10.08.07 AM
Enny Indrayani, temen setia yang selalu ada hampir di setiap kesempatan.

Kata orang bicara jauh lebih enak ketimbang menjalani, tapi apa yang saya tulis diatas bersumber pada pengalaman ketika menjajal menjadi pengusaha sewaktu muda dulu.

Link berikut berisi materi paparan saya di Fakultas Vokasi Universitas Indonesia 5 April 2018 lalu ARUS KAS

 

Situs Muaro Jambi, Kampus Budha yang Telantar di Jambi

Pergilah ke Muaro Jambi di Sumatera, kau akan menemukan puluhan candi peninggalan Budha yang terbengkalai. Ada 8 candi yang sudah digali dari dalam tanah namun masih puluhan yang terkubur.

_MG_5743
Menapo atau lokasi candi di dalam tanah yang masih dalam proses penggalian. 

Tentu bukan cuma candi yang bakal kau temui di lahan seluas 3.981 hektar itu. Sisa kehidupan yang pernah menempel di tanah itu sebagian masih terlihat wujudnya. Kanal-kanal kuno yang dibuat untuk transportasi dan mobilisasi bahan bangunan candi yang terhubung oleh Sungai Batang Hari adalah bukti yang mereka tinggalkan.

Penghuni Kuno

Salah seorang penjaga candi yang saya temui ketika mengunjungi komplek bangunan candi itu, Februari 2018 lalu, menukil bahwa lingkungan seluas itu digunakan untuk menuntut ilmu agama Budha, bukan hanya oleh orang Indonesia. Beberapa murid dari India, Tibet, Cina, dan beberapa penganut Budha lain di Asia juga belajar disini, hal ini dibuktikan oleh mata uang dan beberapa cindera mata yang ditemukan.

_MG_5660

Siapa yang membangun dan siapa yang mengelola komplek seluas itu? pak Herman  seorang petugas komplek candi menjelaskan dari cerita yang dia dengar turun temurun, dulunya komplek itu dijadikan tempat menuntut ilmu agama Budha dari berbagai negara, mereka yang datang tidak hanya mempelajari ilmu agama akan tetapi mereka juga ikut membangun tempat ini.

Hal itu terbukti dari kanal-kanal yang sengaja dibuat untuk memudahkan distribusi beberapa arca dan bebatuan yang dikirim dari Kamboja dan bangsa-bangsa sekitar yang ingin ikut membangun komplek candi, sebagaian besar murid itu lama di komplek candi ini.

_MG_5753
Salah satu kanal kuno yang dijadikan penduduk setempat untuk mencari ikan

Saat mendengar pak Herman  asik bercerita, saya membayangkan kehidupan di abad 7 ketika komplek ini aktif digunakan. pak Herman  kembali menceritakan tentang menapo atau gundukan tanah yang masih terdapat candi didalamnya.

Kenapa Ditinggalkan

Membayangkan ramainya kehidupan di komplek candi dan bangunan candi yang terbentang pada area seluas 8 kali komplek Candi Borobudur itu ditinggalkan begitu saja, saya gatal sekali untuk bertanya kepada pak Herman  kenapa mereka begitu saja meninggalkan komplek candi.

Banjir bandang yang sangat besar jelang abad 12 meninggalkan dampak penyakit kolera yang hebat ketika itu. Menurut keterangan pak Herman, beberapa murid dan guru yang ada disini tidak tertolong lagi meninggal di tempat ini, namun beberapa yang belum terkena dampak endemi itu malarikan diri, mungkin mereka balik ke tempat asalnya.

Semua yang pernah mereka bawa, termasuk cindera mata baik yang terbuat dari bebatuan dan emas mereka tinggalkan disini. Peninggalan itu masih tersimpan baik di Museum Jambi, beberapa replika ada di Rumah Penyimpanan di Muaro Jambi.

This slideshow requires JavaScript.

Komplek candi yang telah mereka bangun dan tempat mereka hidup selama kurang lebih 500 tahun mereka tinggalkan begitu saja hingga alam melalui mekanismenya melindungi peninggalan ini. Melalui tanah, dedaunan, dan pohon-pohon besar termasuk pohon-pohon duku ikut mengubur komplek ini selama ratusan tahun.

Penemuan  

Orang Eropa pertama yang mendeskripsikan Muaro Jambi adalah surveyor Inggris, Kapten SC Crooke, yang mengunjungi daerah itu pada tahun 1820. Dia mencatat secara sepintas bahwa tidak ada (arca) yang ditemukan kecuali sosok kecil yang termutilasi dari (patung) gajah, dan kepala berukuran penuh terbuat dari batu, memiliki rambut keriting. (Violence and Serenity: Late Buddhist Sculpture from Indonesia oleh Natasha Reichle, Bab 3 halaman 64)

Sumber lain menyebutkan, demi kepentingan pertahanan militer, pemerintah Inggris mengutus seorang letnan SC. Crooke untuk menelusuri Sungai Batanghari di Sumatera. Saya tidak menemukan literatur yang menyebutkan hasil dari pemetaan ini kecuali penemuan serpihan-serpihan batu bata merah masiv di pada kanal-kanal sungai Batanghari oleh S.C. Crooke tahun 1820.  

Penggalian oleh pemerintah Indonesia baru dilakukan pada tahun 1975. Arca yang ditemukan tidak hanya berasal dari beberapa wilayah luar Indonesia, beberapa arca yang terdapat di Situs Muaro Jambi juga dikirim dari Singosari  dan Thailand (Violence and Serenity: Late Buddhist Sculpture from Indonesia oleh Natasha Reichle, Bab 3 halaman 67).

Terdapat banyak sekali sisa-sisa reruntuhan Situs Muaro Jambi, baik yang masih tersimpan di rumah penyimpanan di Muaro Jambi dalam bentuk replika maupun arca asli yang tersimpan di Museum Nasional Jakarta dan Museum Jambi. Beberapa arca itu sering dipamerkan di negara-negara Eropa.

Apa yang menjadi temuan SC. Crooke tahun 1820 itu adalah cikal bakal terkuaknya sebuah peradaban yang berlangsung lama di Muaro Jambi. Sayangnya anggapan pak Herman  bahwa orang-orang yang dulu menetap di Situs Percandian Muaro Jambi ngga punya bukti kuat kalau mereka meninggalkan komplek itu kerena banjir dan endemi kolera. Saat saya tanya apakah pernah ditemukan tulang manusia sebagai bukti bahwa pernah ada sekelompok orang yang mati di tempat itu? menurutnya belum pernah ditemukan.

Kenapa ditelantarkan?

_MG_5773
Candi Gumpung, menurut petugas setempat bila tanah pada area itu digali lagi sekitar 6 meter, baru bisa ditemukan dasar candi, jadi mereka belum menggali sampai titik terbawah kehidupan orang-orang pada waktu itu, dengan dalih tidak ada area untuk membuang tanah galian.

7 jam berada di area komplek percandian, banyak sekali pertanyaan yang ingin saya tanyakan, entah kepada siapa. Bila saja sisa bangunan megah dengan peralatan yang ditinggalkan begitu saja ini ada yang mau meneliti dengan seksama, tentulah benang merah sisa kerajaan Sriwijaya yang terhubung dengan Kerajaan Melayu dan campur tangan Singosari dan pengaruh agama Budha yang dibawa dari India seharusnya bisa tersibak apik.

Katanya dari tahun 2009 area ini diajukan ke UNESCO untuk dijadikan salah satu situs peninggalan dunia. Sudah hampir 9 tahun hingga hari kini, pengajuan tersebut tidak digubris oleh dewan terhormat bangsa-bangsa untuk pendidikan, keilmuan dan kebudayaan itu.

Pedagang K-5

Pangkal dari tidak disetujuinya pengajuan itu bukan perkara nilai sejarah dari peninggalan kampus tua Budha terbesar se-Asia itu, saya mengira ada ketidakbecusan lembaga pemerintah daerah dalam melakukan penelitian, penggalian dan perawatan sebagian besar peninggalan yang jelas-jelas sarat dengan sejarah itu.

_MG_5836
Semestinya foto stupa ini lebih keren kalau tidak tampak gemerlap warna warni merah hijau itu.

Tentu bukan perihal prinsip diatas saja yang menurut saya kenapa UNESCO masih menunda penyematan penghargaan dunia bagi Candi Muaro Jambi, lingkungan komplek percandian yang sebagian terbilang kotor dan kumuh juga menambah ponten merah oleh lembaga dunia itu, belum lagi para pedagang K-5 yang bebas menggelar dagangannya hingga ke dalam komplek candi bikin suasana sangat tidak nyaman.

Alih-alih memberdayakan penduduk setempat untuk memberi peluang usaha dengan berjualan makanan, minuman dan mainan yang mereka lakukan, menurut saya sangat tidak sesuai di tempat bersejarah yang bernilai sangat tinggi, tentu bukan cuma untuk umat Budha, tapi bagi bangsa Indonesia.  

Gubuk temporer yang menggunakan bambu dan triplek beratap terpal warna warni spanduk bekas, yang sebagian bekas kampanye politik lebih menarik perhatian pengunjung ketika mendatangi Candi Gumpung dan Candi Kembar yang terletak tidak jauh dari rumah yang menyimpan replika arca.

Tak sampai disitu, ketika saya datang, persis di sebelah candi Gumpung ada arena bermain anak-anak macam pasar malam yang ada di pasar kaget tradisional. Bagi saya ini bukan hanya tidak tepat, tapi sangat memalukan. Bukan begini seharusnya cara mengundang orang untuk datang mengunjungi situs sejarah!

Candi Koto Mahligai

Dari  8 candi yang telah digali, Candi Astono, Candi Tinggi, Candi Tinggi Satu, Candi Gumpung, Candi Kembar Batu, Candi Gedong Satu, Gedong dua, dan Candi Kedaton, semua saya sambangi dengan menggunakan sepeda sewaan.

Penelusuran area percandian berakhir di pos jaga yang berdekatan dengan musholla. Bersyukur sekali hari itu saya bertemu dengan salah seorang petugas situs, Sulaiman, yang mau memberikan beberapa keterangan tentang situs ini dan yang paling berkesan adalah tawaran Sulaiman untuk mengunjungi Candi Koto Mahligai.

IMG_2673
Petunjuk candi Mahligai dari pinggir jalan

Sejak tiba di area ini pukul 9 pagi, dan sudah berkeliling kiloan meter dengan sepeda saya tidak bertemu dengan Candi Koto Mahligai, saya kira dia asal menyebut. Ternyata tidak, candi yang lokasinya jauh dari pos penjagaan dan harus ditempuh dengan motor bukan berbentuk candi seperti 8 candi lain.

_MG_5843
Hutan tempat mengubur Candi Koto Mahligai

Candi Koto Mahligai adalah sebutan untuk gundukan tanah berbalut pohon-pohon tua di tengah hutan rimba jauh dari pusat percandian yang telah dilakukan pemugaran. Akses menuju tempat ini juga terbilang sulit, dulunya ada jembatan diatas kanal kuno yang menghubungkan area ini dengan area percandian utama, namun jembatan itu rusak dan saya melihat tidak ada usaha perbaikan jembatan.

_MG_5857
Menurut Sulaiman, dibawah gundukan ini lah Candi Koto Mahligai bersemayam.

Menurut keterangan Sulaiman, candi yang masih tertanam pada area ini sengaja tidak digali untuk menunjukkan kondisi asli saat komplek percandian masih terkubur oleh tanah dan pohon-pohon tua yang lebat. Jangan lupa bawa losion anti nyamuk bila mengunjungi area ini, nyamuk yang tinggal disini ngga kira-kira gedenya, gigitannya juga sakit.

IMG_2721
Pohon-pohon besar dan tua ini yang hidup diatas Candi Koto Mahligai.

Sebelum meninggalkan Candi Koto Mahligai, jangan lupa mampir ke “Rest Area” lokasinya berseberangan dengan area Candi Koto Mahligai. Beberapa anak muda disana menyulap area hutan itu menjadi tempat yang asik untuk camping atau sekedar menikmati aliran air pada kanal kuno yang masih terawat sembari menyapa penduduk setempat yang mencari ikan pakai perahu. Beberapa anak muda disana menyebut seluruh area percandian dengan sebutan “Lost City”, Kota yang Hilang. 

IMG_2653
Santai sebentar menahan lapar di rest area Lost City

Kamu yang mau menikmati wisata area “Rest Area”, mereka menyediakan paket wisata menarik. Hubungi aja +62 853-8478-4382 dengan Roni, dia senang sekali menjelaskan paket-paket yang terdiri dari jungle tracking, story telling, heamock, berperahu, show budaya, outbond activity dan banyak lagi ide dari anak-anak kreatif ini.

(8 foto diatas milik Roni, pengelola rest area Lost city dan sudah atas seijinnya) 

Tempoyak

Hari sudah hampir malam, perut juga sudah mulai teriak kelaparan. Sulaiman adalah sahabat perjalanan yang paling ngerti bagaimana cara membayar utang perut yang seharian ini kelaparan.

Rumah Makan Lesehan Nayla Khaidir menurutnya adalah destinasi yang paling tepat di sore itu. Rumah makan yang terletak di Jl. Lintas Timur Dusun Parit RT. 03 Desa Baru Kecamatan Muaro Sebo, Kabupaten Muaro Jambi menyediakan makanan khas Jambi yang paling asli, Tempoyak.

IMG_2688

Tempoyak adalah makanan yang berasal dari fermentasi duren, kuahnya nikmat bukan kepalang. Pak Khaidir, si empunya warung bilang kalau Tempoyak di warungnya ini Tempoyak yang paling asli. Dia berani bilang kalau rasa Tempoyaknya ini tak kalah dibandingkan dengan Tempoyak di tempat lain. Warung yang berada di pinggir jalan ini memang ramai dikunjungi pembeli.

IMG_2699
Ini dia si pembuat Tempoyak asli yang paling enak, Pak Khaidir dan putrinya, Nayla

Sayangnya sore itu saya kehabisan ikan patin yang menjadi isi dari kuah Tempoyak pa Khaidir, tapi beruntung masih bisa menikmati kuah yang rasanya bener-bener sampai ke hati. Kamu yang berniat ke Situs Muaro Jambi, rumah makan ini adalah pilihan wajib untuk dikunjungi.

Menuju Ke Muaro Jambi

Semenjak Jembatan Batanghari II dibangun, menuju ke area Percandian Situs Muaro Jambi sangat mudah, dari Bandara Sultan Thaha, tinggal pesan Grab, ngga sampai Rp. 100.000 sudah sampai. Perjalanan juga terbilang enak, kerena kondisi jalan sudah rapih dan halus.

IMG_2345
Penyewaan sepeda, tersedia begitu turun Grab Car

Untuk berkeliling area candi juga mudah. Penyewaan sepeda tersedia begitu turun dari Grab Car. Semua serba mudah, semua serba gampang, mungkin yang sulit adalah hasrat kita untuk datang ke tempat berharga yang menunjukkan betapa hebat bangsa ini membangun peradabannya.

Peradaban yang mereka bangun semestinya bikin bangsa ini bersatu dan semakin kuat, bukan mengganti dengan peradaban baru yang memecah belah. Masih banyak sekali yang harus digali, bukan hanya tanah yang mengubur seluruh candi, tapi menggali apa yang nenek moyang tinggalkan di Situs Muaro Jambi untuk keselarasan hidup.

Bagi saya, Situs Purbakala Muaro Jambi adalah teka-teki yang menyimpan kesedihan.

_MG_5734_MG_5724_MG_5708_MG_5707_MG_5691_MG_5685_MG_5668IMG_2407IMG_2408

_MG_5832