Obatnya, Ada di Solorempah

“Mba Ren, seharian iki badanku meriang, perutku juga berasa kembunge’ ngombe apo yo?” keluhan akrab ini bukan terjadi di toko obat, apotek atau bahkan dokter yang biasa mengobati orang sakit di puskesmas. Mba Reni yang ada dibalik partisi sigap menyambung keluhan ini “mungkin, sampeyan masuk angin mas, sek’ aku buatkan wedang jahe yo”

Si penanya lalu manggut tanda mengamini usulan mba Reni, lalu mereka terlibat kelakar ringan seputar penyakit dan khasiat rempah yang banyak Tuhan limpahkan di negeri ini. Suasana menjadi senyap sejenak karena Reni mulai mengerjakan pesanan untuk pelanggannya dari balik dapur yang sudah terdapat beraneka ragam rempah di malam yang dingin itu di Solo.

_edited_2_MG_4111

Rempah ngga bisa dipisahkan dari kejayaan Indonesia masa lampau, walaupun masyarakat dunia lebih mengenal jalur sutera, sesungguhnya jalur rempah banyak memberi kontribusi bagi peradaban masyarakat dunia, dan kita bangsa Indonesia jadi bagian penting atas sejarah rempah yang banyak mengubah peradaban itu.

_edited_MG_4124

Sebetulnya jauh sebelum masehi rempah sudah jadi komoditas penting dunia, rempah sudah diperdagangkan berabad lamanya sebelum masehi. Perdagangan ini menempuh Asia Selatan hingga Timur tengah dan Eropa, dilakukan oleh pedagang Arab dan Cina. Di masa itu rempah miliki peranan penting bagi kehidupan, mulai dari urusan citarasa masakan, menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, hingga bahan utama untuk mengawetkan mayat.

_MG_4100

Bukan tanpa alasan kalau malam itu Reni, yang sudah tahu banyak khasiat rempat menyodorkan wedang jahe ke pelanggannya yang mengeluh akibat masuk angin. Tentu bukan cuma pelanggan itu yang berkeluh kesah ke Mba Reni atas atas kebugaran yang mulai menurun. Tiga jam nongkrong di cafe Solorempah (IG: @solorempah), di Jl. Lumban Tobing, Setabelan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah (https://g.co/kgs/BkSfJv)  rasanya masih belum cukup menikmati hangatnya wedang dan berbagai jajanan lawas yang tersedia sembari ditemani sajian musik yang dimainkan beberapa orang yang ada di sisi luar cafe ini yang sengaja latihan menyambut reriaan yang bakal di gelar Malam Tahun Baru 2018 disini.

_MG_4115

_MG_4107Gimana mau ngga betah, selain musik hidup yang bermain tiada henti, di dalam cafe Solorempah ini rupanya juga ada pernak-pernik unik yang dibikin dari material recycled. Ngga cuma bisa dinikmati selagi kita ada di dalam cafe Solorempah, barang-barang itu bisa kita miliki alias dijual dengan harga yang pas untuk kantong anak muda.

_MG_4127

Pencipta barang-barang unik itu namanya Angga (IG: @oemahgondangart) dia pengembara dunia seni yang ngga dapat setuju dari orang tua atas pilihan hidupnya. Sarjana IPB jurusan Nutrisi Ternak ini pernah bekerja di institusi pemetaan, tapi ngga betah. Dia punya cara sendiri untuk dikeluarkan dari kantor tempat dia bekerja dengan cara mentato tangannya. Perkara tato inilah yang ‘menolong’ dia. Perusahaan tempat dia bekerja akhirnya mengeluarkan dia dan Angga berhasil menjadi manusia bebas seutuhnya (Lol).

WhatsApp Image 2017-12-30 at 12.03.07 AM

Bukan cerita film belaka, kenapa? Setelah menentukan pilihan hidup menjadi orang seni dan tentu atas tekad, kreatifitas dan kegigihannya itu, Angga dan team yang ada di Solorempah pernah mendapat anugerah Inacraft Award 2017 Kategori Best Prize In Category Wood, keren kan. Malam itu istri gua yang ikut bersama menikmati wedang di Solorempah menghabiskan banyak sekali waktunya untuk ngobrol bareng Angga di ruang kerjanya, sementara gua? Gua asik ngobrol sama mba Reni sesekali ambil foto dan video.

_MG_4142

Dari hasil cerita istri gua dengan Angga malam itu, katanya Angga juga pernah diundang ke Nepal untuk urusan kerajinan kayu dan material recycled. Kalau bukan malam libur panjang begini, di Solorempah kita bisa ngopi bareng bule-bule asal Slovakia, Polandia, Amerika, Belanda dll yang sengaja datang untuk menikmati hangatnya wedang sembari mereka belajar kerajinan kayu ke Angga. Mereka adalah mahasiswi Institute Seni Indonesia Surakarta dan Akademi Seni dan Desain Indonesia Surakarta.

_MG_4146

Ide cafe yang menyajikan rempah belum terlalu banyak gua jumpai di beberapa daerah yang gua kunjungi apalagi dipadu dengan kerajinan kayu yang memanfaatkan bahan-bahan yang sudah tidak terpakai. Berkesempatan dateng ke cafe Solorempah tentu jadi kesan tersendiri, betapa negeri ini banyak sekali dititipkan kekayaan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Meminjam instilah Angga sebelum pamitan untuk meninggalkan tempat ini, “perkara ini (rempah) negeri kita jadi bulan-bulanan bangsa Eropa selama ratusan tahun Mas”.

_MG_4117Batapa Tuhan itu Maha Baik bagi bangsa ini. Dengan kebaikan-Nya semoga Dia juga berikan kita banyak mba Reni-Mba Reni dan Mas Anga lain yang mau terus memanfaatkan kekayaan alam tanpa merusaknya.

Advertisements

Benteng Buton, Benteng Paling Besar Di Dunia

Kamu tahu ngga? Benteng terbesar di dunia itu bukan ada di Inggris, Skotlandia, Rusia, atau negara-negara yang banyak bangunan benteng yang selama ini kita anggap keren. Tapi benteng terbesar di dunia itu ada di Indonesia, tepatnya di Pulau Buton.

Benteng Buton terbuat dari batu kapur berbentuk lingkaran dengan panjang keliling 2.740 meter. Guiness Book of Record pada September 2006 mencatat Benteng Buton sebagai benteng terluas di dunia dengan luas sekitar 23,375 hektare.

Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dengan 16 meriam di tiap-tiap puncak bukitnya yang menghunus ke Selat Buton. 12 pintu atau lubang yang dalam bahasa Wollo disebut Lawa mengibaratkan jumlah lubang manusia yang terdiri dari 12 lubang.

Ke-12 Lawa ini memiliki masing-masing nama sesuai dengan gelar orang yang mengawasinya,

Benteng Buton bukan hanya benteng terbesar di dunia, kekuatan Benteng Buton juga terbukti tidak tersentuh penjajah selama 400 tahun saat terjadi kolonialisme abad 16 di Indonesia.

Sudah Singgah Ke Taman Nasional Bali Barat?

21544047_10213990169849353_8199423439072768952_o

Tanggal 24 Maret 1911, seorang ahli biologi Jerman, Dr. Baron Stressman, mendarat di sekitar wilayah Singaraja karena kapal Ekspedisi Maluku II yang ditumpanginya mengalami kerusakan. Ia kemudian memutuskan untuk menetap di Bali Barat 3 bulan lamanya. Melalui penelitian yang tak disengaja, Baron Stressman menemukan spesies burung endemik yang langka, yaitu Jalak Bali (leucopsar rothschildi) di Desa Bubunan, sekitar 50 km dari Singaraja.

21731607_10213990167089284_1989393820392037990_o

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Dr. Baron Viktor von Plesen, yang menyimpulkan bahwa penyebaran Jalak Bali hanya meliputi Desa Bubunan sampai ke Gilimanuk, yaitu seluas kurang lebih 320 km2. Oleh karena populasi Jalak Bali ketika itu terbilang langka. Pada tahun 1928 sejumlah 5 ekor Jalak Bali dibawa ke Inggris dan berhasil dikembangbiakkan. Kemudian tahun 1962, Kebun Binatang Sandiego di Amerika Serikat juga dikabarkan telah mengembangbiakkan burung ini.

21544156_10213990153568946_4072537436361142636_o

Selain Jalak Bali, hewan langka lainnya yang hidup di taman nasional ini adalah Harimau Bali. Untuk melindungi hewan-hewan langka tersebut, maka Dewan Raja-raja di Bali mengeluarkan SK No. E/I/4/5/47 tanggal 13 Agustus 1947 yang menetapkan kawasan Hutan Banyuwedang dengan luas 19.365,6 ha sebagai Taman Pelindung Alam (Natuur Park) yang statusnya sama dengan suaka margasatwa.

21458256_10213990186689774_7980531899984639756_o

Butuh kesiapan yang cukup mengingat jaraknya yang cukup jauh ditambah kondisi yang terbilang kering memasuki wilayah yang ditandai dengan warna hijau pekat pada peta Pulau bali. Tentu Anda tidak bisa sepenuhnya menikmati seluruh area Taman Nasional seluas 15.587,89 daratan dan 3.415 terdiri dari laut. Namun Anda setidaknya membutuhkan waktu paling sedikit 5 jam untuk benar-benar menikmati beberapa spot yang dibolehkan untuk pelancong, selebihnya, Anda tidak diperkenankan memasuki area konservasi demi pelestarian beberapa flora dan fauna yang ada disana.

21743665_10213990175409492_2397935726840658470_o

Taman Nasional Bali Barat memiliki jenis ekosistem yang unik, yaitu perpaduan antara ekosistem darat dan ekosistem laut. Di kawasan ini, wisatawan dapat menjelajahi ekosistem daratan (hutan), mulai dari hutan musim, hutan hujan dataran rendah, savana, hingga hutan pantai. Sementara pada ekosistem perairan (laut), wisatawan dapat menyaksikan hijaunya hutan mangrove, keelokan pantai, ekosistem coral, padang lamun, serta perairan laut dangkal dan dalam.

19453240_10213990202370166_7335124080680692282_o

Di Taman Nasional Bali Barat, Anda bisa melihat langsung aneka jenis satwa yang hidup bebas seperti burung Jalak Bali (leucopsar rothschildi) yang merupakan hewan endemik dan langka, burung ibis putih kepala hitam, kijang, trenggiling, landak, serta kancil.

21741242_10213990161209137_1816853055928569635_o

Wilayah TNBB terbentang di dua kabupaten, yaitu Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Taman Nasional Bali Barat mudah dicapai baik dari Kota Denpasar maupun dari Pelabuhan Gilimanuk. Hal ini karena lokasi taman nasional ini dilalui oleh jalan raya Gilimanuk—Negara maupun jalan raya Gilimanuk—Singaraja.

21743877_10213990173049433_1581525798891506227_o

Harga tiket untuk menikmati Taman Nasional Bali Barat adalah Rp 25.000,- per orang untuk wisatawan domestik, dan Rp 50.000,- untuk wisatawan asing. Taman Nasional Bali Barat memiliki berbagai macam akomodasi dan fasilitas, antara lain pemandu wisata, pondok wisata, menara pandang, dn jalan setapak untuk memudahkan penjelajahan.

21743422_10213990153688949_6459638688089697807_o

Berada di hutan dengan pepohonan rindang yang tumbuh diatas  sisa 4 buah gunung berapi kuno lengkap dengan suara-suara indah burung berkicau dari balik pepohonan, rasanya tak ingin cepat-cepat meniggalkan kawasan ujung barat Pulau Bali ini.

21741052_10213990182169661_7346239084033374363_o

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam saat saya meniggalkan pos jaga terluar, Sayonara Taman Nasional Bali Barat, suatu waktu pasti saya akan datang lagi untuk mengabadikan beberapa hewan yang belum terlihat hari itu.

21544075_10213990186729775_6984401731305686032_o

Anda yang belum sempat singgah, singgahlah, ajak keluarga nikmati keindahan ciptaan Tuhan sembari menambah ilmu pengetahuan.

Ki Gede Pedati Pekalangan, Pedati Paling Gede Sedunia!

22552663_10214270662181486_2125319455987369959_nMenutup pelesiran singkat ke Cirebon, ketemu pedati yang paling bersejarah. Pedati milik Pangerang Walangsungsang yang dibikin pada tahun 1371 ini, konon pengerjaannya cuma semalam. Pangerang Walangsungsang atau sebutan lain Pangeran Cakrabuana adalah anak Prabu Siliwangi Padjajaran, saudara kandung Kian Santang.

IMG_7752

Menurut Ibu Taryi, yang merupakan generasi ke-14 juru kunci tempat ini, dulunya rumah ini ada di tengah kota, cuma berhubung makin padatnya penduduk jadi rumah tempat menaruh Ki Gede Pedati ini makin terpojok kedalam pemukiman.

IMG_7753

Ibu Taryi bilang dulu Ki Gede Pedati Pekalangan ini ditarik oleh seekor kerbau bule, jalannya bukan di darat melainkan terbang.

22554868_10214270664341540_5883494736049224988_nPedati ini adalah alat transportasi Sang Pangeran dalam penyebaran agama Islam di pesisir Utara Pulau Jawa. Pada masa pemerintahan Sultan Cirebon kedua yakni Sunan Gunung Jati, Ki Gede Pedati banyak digunakan untuk mengangkut material pembangunan Masjid Agung Sang Cipta Rasa,

22688056_10214270662621497_9037821724898522571_n

Ibu Taryi juga bilang bahwa pedati dengan ukuran awal ketika dibuat panjangnya 15 meter, lebar 2,5 dan tinggi 3 meter dengan 12 roda dan 1 roda bisa sampai tinggi 2 meter ini adalah pedati yang terbesar di dunia. Akibat kebakaran yang melanda desa ini tahun 1900 awal, beberap bagian pedati rusak dan kini setelah dirakit ulang menggunakan sisa yang utuh, panjangnya jadi tinggal 8.9 meter dengan 8 roda, sayang yah!

22552305_10214270662741500_2779293870198807491_n

Disrupsi Industri Kesehatan: Korban Susulan Teknologi Digital Pasca Ojek Pangkalan

 

The doctor of the future will give no medicine but will interest his patients in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease” – Thomas Edison.

Dimasa lampau, karena kurangnya pengetahuan, orang dengan mudah percaya dan takut akan apa yang mereka tidak mengerti. Sesuatu yang tidak mengerti dianggap misteri, magis, atau kutukan yang Tuhan turunkan ke bumi untuk membuat manusia jera melakukan kesalahan.

John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi yang pertama kali memperkenalkan Coca Cola tanggal 8 Mei 1886 mengklaim bahwa campuran sirup karamel buatanya adalah obat paten penyembuh batuk. Sejak itu ketenaran Coca Cola sebagai obat batuk terus dicoba oleh berbagai kalangan. Minuman berkaborasi yang dijual 5 sen per gelas yang mulanya hanya terjual 9 gelas per hari terus melenggang hingga penjuru dunia. Kepercayaan khalayak Amerika terhadap jargon penyembuh batuk saat itu sungguh menyihir. Ada sisi magis dalam penyebaran awal Coca Cola. Kini Medis modern membuktikan bahwa Coca Cola bukanlah penyembuh batuk.

Masyarakat Batak Toba meyakini Debata Mulajadi Na Bolon adalah Sang Pencipta. Sebagai Sang Pencipta, Debata Mulajadi Na Bolon bukan hanya menciptakan manusia dan alam sekitarnya, Debata Mulajadi Na Bolon juga menciptakan sebuah kitab panduan untuk kesehatan agar manusia bisa hidup sehat dan bisa sembuh dari penyakit. Orang yang paling mengetahui isi Kitab Pengobatan ini disebut sebagai Sibaso, Sibaso adalah Datu (Dukun perempuan).

Baik claim Coca-Cola sebagai obat batuk dan jampi-jampi sang dukun tidak memiliki bukti empirik yang dapat menjadi rujukan kongkrit dalam klaim yang diumumkan. Masyarakat modern ingin sebuah bukti empirik dan rujukan kongkrit yang dapat dilihat secara berulang ulang dan konsisten

Kini, masa yang dianggap sudah modern, profesi penyembuh ada pada dokter. Dokter yang berarti guru dalam bahasa Latin adalah seseorang yang memiliki pendidikan dan pelatihan khusus ilmu medis modern untuk menyembuhkan orang sakit  

Perkembangan pemeriksaan penyakit oleh seorang dukun berupa tafsiran telah lama ditinggalkan orang, walapun masih ada yang menggunakan pendekatan jampi-jampi, masyarakat kini lebih memercayai sebuah diagnosa yang dikeluarkan oleh seorang dokter.

Lalu apa yang (mungkin) akan terjadi di masa depan? Bisa jadi telaah bidang kedokteran dikerjakan oleh teknologi. Tahun 1997, manusia telah memimpikan pertukaran DNA setiap orang melalui cara yang mudah. Nasib orang bisa saja berubah setiap saat jika dia telah berhasil menukar DNA-nya dengan DNA orang lain. Apa yang terjadi pada film karya Andrew Niccol ini hampir tidak jauh berbeda dengan apa yang dipikirkan oleh Charlie Kaufman dalam film Eternal Sunshine of the spotless mind tahun 2004, dimana setiap orang bisa pergi ke perusahan yang secara khusus bisa menambah dan menghapus ingatan pada otak setiap orang dan melakukan format ulang otak layaknya hard disk drive pada komputer.

Dhealth-956x956

Bila teknologi sudah semudah itu melakukan hal-hal yang pernah dimimpikan para sutradara film puluhan tahun lalu, akan kah pekerjaan dokter digantikan oleh teknologi? Masih perlu kah si pesakit merangkak ke rumah sakit atau ke tempat praktek dokter bila semuanya sudah bisa diselesaikan melalui handphone pintar? Atau gua membayangkan ada semacan chip dalam tubuh yang secara berkesinambungan memonitor seluruh perubahan dalam tubuh sehingga informasi seluruh tubuh tersajikan sebagai langkah antisipasi akan apa yang bakal terjadi. Wallahualam.

Pemikiran Thomas Edison hampir seratus tahun lampau (1847-1931) yang gua tulis sebagai pembukaan tulisan ini, mungkin dugaan dia akan terjadinya pengebirian fungsi dunia kedokteran, cepat atau lambat, entah beberapa generasi setelah kita. Ketakutan dia akan datangnya suatu masa dimana orang-orang di muka bumi yang semakin pintar akan menggerus kenyamanan profesi kedokteran. “The doctor of the future will give no medicine but will interest his patients in the care of the human frame, in diet and in the cause and prevention of disease”.

Teknologi digital dan semua peradaban yang dibawa sudah tak terbendung, tidak  ada yang bisa menghalau bola salju teknologi digital ini, ia telah banyak merenggut kesenangan orang, mulai tukang ojek, tukang majalah, tukang cetak, dan akan kah monster yang dicintai banyak orang ini juga akan menggerus kenyamanan para dokter?

Ah! Mungkin gua ajah yang terlalu berlebihan menanggapi pemikiran om Thomas. Berhayal terlalu jauh tentang Internet Of Things dan terlalu cepat menilai bahwa semua hal, termasuk dunia kesehatan juga akan diambil alih oleh digital.

Jangan Mau Sakit Asam Urat

Pernah ngerasain bangun  pagi tiba-tiba nyeri yang amat menyiksa pada persendian jempol kaki? Jangankan untuk melangkah, disentuh pun rasanya seperti terbakar. Setelah berpikir lama, dan berusaha mengingat kayanya ngga pernah jatuh atau mengalami cidera apa-apa di malam sebelumnya.

Setelah lama mengingat, eh baru sadar malam sebelumnya hanya makan sup kambing yang penuh jeroan dan emping, terus pergi tidur. Kok bisa begitu yaa, apa tuh namanya? Itu namanya Anda telah mengalami serangan pertama asam urat.

stol-6-dietaAsam urat bukanlah penyakit  baru, penyakit ini sudah dikenal sejak zaman Firaun malah tercatat dalam sejarah sejak 2640 SM. Sejak dahulu kala asam urat sudah dijuluki penyakit para raja karena diduga disebabkan oleh makanan yang hanya dapat dikonsumsi oleh para raja yang tamak dan rakus.

Dengan gaya hidup orang sekarang yang melebihi gaya hidup dan jenis makanan raja-raja pada zaman dahulu kala, asam urat kini dapat menyerang siapa saja. Sedih ya, aset mah pas-pasan, tapi malah penyakit yang mirip sama raja.

Secara medis, asam urat dikategorikan sebagai sejenis rematik, dan bagi yang pernah mengalaminya, ini merupakan rematik yang paling menyakitkan. Kenapa? karena asam urat disebabkan oleh akumulasi kristal urat di persendian penyebab pembengkakan dan rasa nyeri.

Serangan asam urat yang pertama cenderung bermula di jempol kaki, tapi lama kelamaan dapat menyebar sampai ke pergelangan kaki, bahkan bisa menyerang lutut, jari-jari tangan dan persendian lainnya. Kristal urat terbentuk karena tingkat asam urat dalam darah yang sangat tinggi. Sebenernya secara alami badan kita menghasilkan asam urat saat mengurai purin (zat yang banyak terdapat di tubuh kita maupun berbagai makanan).

Seharusnya asam urat larut dalam darah dan disaring oleh ginjal, lalu terbuang saat buang air kecil. Namun, terkadang tubuh memproduksi asam urat secara berlebih atau ginjal tidak sempurna menyaring sehingga asam urat menumpuk, lalu terbentuk deh kristal urat yang tajam-tajam di persendian.

Penyebab 

Makanan dengan kadar purin tinggi adalah penyebab utama serangan asam urat. Beberapa jenis makanan (raja) yang perlu dihindari oleh rakyat antara lain jeroan, kerang-kerangan, daging kalengan, kalkun, jamur, asparagus, kacang melinjo, emping, durian, kembang kol, buncis dan bayam. Ini tidak berarti semua makanan tinggi purin dilarang untuk dikonsumsi, hanya perlu dikurangi. Minuman dengan kandungan gula tinggi maupun minuman beralkohol juga dapat menyebabkan serangan asam urat loh!

Mengurangi Rasa Nyeri

Kasus bangun pagi dengan nyeri sendi jempol adalah serangan asam urat pertama. Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi rasa nyeri ini? Biasanya dokter akan menyarankan untuk mengonsumsi obat, seperti NSAID atau colchicine untuk mengurangi rasa nyeri. Namun, obat tersebut tidak bisa membantu memecahkan penumpukan kristal urat di persendian. Untuk itu, Anda harus mengonsumsi corticosteroids.

Untuk membantu mengurangi penumpukan asam urat dalam tubuh dan memperbaiki fungsi ginjal, sangat disarankan mengonsumsi air sebanyak 6 liter tiap hari selama mengalami serangan asam urat. Mungkin dulu raja-raja di dunia ini malas minum kali yaa, apalagi air putih biasa, ya namanya raja masa mnum air putih Bro! gengsi juga kali apalagi kalau ada tamu dari kerajaan sebelah dateng.

Kalau lihat akibat yang ditimbulkan ini, gua sih mendingan pilih ngga usah jadi raja dari pada jadi raja tapi jempol kaki bengkak dan ngga bisa traveling kemana-mana!

Pasar Tomohon, (Bukan) Pasar Biasa

Apa yang ada di negeri orang kadang terkesan lebih seru dibanding apa yang ada di negeri sendiri, termasuk pasar. Pasar paling seru yang pernah gua lihat sebelum ini adalah pasar Yau Ma Tei di Hongkong. Kenapa seru, beberapa tahun silam waktu gua ke Hongkong, lihat pasar dengan pemandangan kepala babi berjajar sepanjang los udah gua anggap seru. Merah merona daging babi yang baru keluar dari tempat penyimpanan gua anggap seru waktu itu. Belakangan gua dengar Indonesia juga punya pasar seru, saking serunya pasar ini dapat julukan pasar ekstrem, adanya di Manado, namanya Pasar Tomohon.

Tanggal 8 Februari 2017 lalu gua berkesempatan sambangi Pasar Tomohon. Ternyata benar, pasar ini lebih seru dari yang pernah gua lihat di Hongkong. Gimana ngga seru, di Yau Ma Tei hewan yang dijual babi dan anjing itu pun gua ngga sempat lihat proses pelepasan nyawa, di Tomohon segala rupa hewan ada lengkap dengan prosesi mengerikan dalam rangka pelepasan roh dengan jasad. Ngerih!  Ini lah pasar hewan heterogen terlengkap di Indonesia yang pernah gua lihat, ada yang bilang paling heterogen se-Asia Tenggara. Bukan cuma babi dan anjing yang ada pada etalase berlumur darah di Tomohon. Mulai ular sanca sebesar betis orang dewasa, kucing, tikus, monyet, sampai kelelawar bergelayutan di pasar Tomohon menunggu pembeli meminang daging mereka.

 

_MG_4858

Ya, beda Tomohon beda juga Yau Ma Tei. Kalau di Yau Ma Tei gua lihat hewan-hewan itu terpajang sudah dalam keadaan mati, di Tomohon lihat prosesi dari roh menempel pada jasad hewan hingga roh melayang melintasi langit-langit pasar bisa bikin eneg. Pisau tajam terlalu mainstream buat mereka. Sebuah karung, kayu pemukul,  dan alat semprot api untuk menghilangkan bulu-bulu pada hewan itu jadi alat kerja utama pedagang di pasar Tomohon.

tom 3

Eh! Apa hewannya sudah mati saat disemprot api. Ngga loh! Mereka tetap sikat binatang yang meronta-ronta kesakitan itu dan menghabisi sisa nyawa dengan guyuran api ke tubuhnya. Waktu gua disana ada yang cerita katanya sudah ada beberapa persatuan penyayang hewan yang protes atau semacam keberatan dengan cara ini, tapi ya mereka jawab gampang ajah, “ini sudah kami lakukan turun temurun dari nenek moyang kami, dari dulu nenek moyang kami melakukan ini tidak ada yang protes”. Begitu jawaban salah satu penjual waktu gua kejar pertanyaan kenapa masih lakukan cara itu. Terdengar sadis ya, tapi itu yang gua lihat ketika mereka memenuhi permintaan pembeli anjing saat gua tiba di pasar Tomohon Rabu pagi itu.

tom 1

Pasar Tomohon sebenarnya sama seperti pasar tradisional lain di Indonesia. Ada dua sisi pedagang di Pasar Tomohon yang bersebelahan, yaitu pedagang sayur dan pedagang daging. Mereka yang perlu belanja sayur yang ke sisi sayur dan setelah usai belanja sayur mau belanja belanja beraneka jenis daging ya ke los daging, biasa kan?

_MG_4861
Gua sempat datangi orang yang baru beli daging kucing, ketika gua tanya suka ya daging kucing. Dia bilang biasa ajah. Terus saat gua tanya, serupa dengan daging apa rasa daging kucing. Dia jawab dengan santai “serupa daging anjing cuma kucing lebih panas ajah, jadi terasa lebih enak di badan”. Lebih panas. Okelah Bu, sambil bayangin tangan tu ibu muda menyantap  paha kucing pakai sambal roa.

 

Get there

Gimana sih caranya ke Pasar Tomohon yang ada di ketinggian 800 meter diatas permukaan laut ini? Dari Manado ke Tomohon sangat mudah. Karena gua menginap di Hotel Aryaduta Manado, cukup menyeberang jalan pakai angkot No. 45 dari depan RS. Siloam Manado tujuan ke Pasar Kerombasan, tarifnya Rp. 4.000. Perjalanan dari RS. Siloam Manado ke pasar Kerombasan sekitar 30 menit. No worry lah, ngga bakal bosan naik angkot di Manado, sebab rata-rata angkot sudah full music, dengan volume kadang-kadang sesuka suasana hati supirnya.

Dari pasar Kerombasan menyeberang pasar menuju terminal bus. Nah disitulah tersedia banyak bus sedang jurusan Tomohon. Saat gua naik, bus sudah penuh dan kernet menawarkan untuk naik bus berikutnya. Ah tapi ngga lah, akhirnya gua duduk di tangga belakang dengan pemandangan langsung keluar. Seru!

 Turun di tempat perhentian terakhir bus ini, bukan terminal resmi tapi mereka menyebutnya terminal, ya terminal Tomohon. Dari terminal Tomohon ini menuju Pasar Tomohon bisa jalan kaki atau bisa pakai ojek motor, bayar Rp. 3.000.

 

Best Time
Hari apa dan jam berapa sih waktu terbaik mengunjungi Pasar Tomohon? Nah, seperti halnya pasar-pasar lain di Indonesia, di Tomohon juga ada hari pasar. Hari pasar di Tomohon adalah hari dimana para penjual dari gunung-gunung dan desa-desa yang sangat jauh dari luar kota Tomohon ini membawa berbagai jenis hewan mereka. Jadi kalau mau lihat betul hari pembantaian yang sebenarnya pergilah pada hari pasar yaitu hari Selasa dan Sabtu, tapi ingat ngga boleh lebih dari jam 11 siang, jam segitu komoditas sudah habis terjual. Bagusnya sih jam 6 sampai jam 8 pagi.
Lah terus gimana bisa sampai di Pasar Tomohon sepagi itu? Jangan khawatir, di sekitar Pasar Tomohon banyak sekali penginapan murah dan layak untuk orang-orang yang mau berburu “moment” pagi disana. Jadi pergi satu hari sebelumnya dan ambil penginapan di Tomohon adalah pilihan terbaik. Waktu gua disana, penginapan banyak diinapi oleh para turis Jepun dan Cina yang sengaja menginap beberapa hari di Tomohon untuk menikmati segarnya berbagai jenis hewan itu.
Kita boleh anggap Pasar Tomohon ini pasar yang ngga biasa karena membantai dengan cara yang ngga normal hewan yang akan diambil dagingnya, tapi buat orang Tomohon pasr ini adalah pasar biasa tempat mereka membeli berbagai kebutuhan daging sehari-hari. Buat yang belum pernah kesana mungkin melihat ini sebagai sebuah kekejaman, tapi gua yang pernah beberapa menit disana dan bincang dengan beberapa penjual dan pembeli rasanya menggap gua lebai saat bilang Pasar Tomohon adalah pasar yang luar biasa.
Kurang lebih dua jam perjalanan dari Manado memang cuma lihat keseruan di Pasar Tomohon ajah? ah tentu ngga! Jangan buru-buru pulang usai dari Pasar Tomohon. Di wilayah yang terbilang berada di ketinggian itu masih banyak pemandangan yang bikin seger mata, ya setidaknya menghapus pemandangan eneg selepas pembantaian.
IMG_4867
Mau tahu apa ajah tempat seru di Tomohon dan Minahasa, gua bikin tulisan terpisah deh yaa.

Kenapa Film Muhammad: The Messenger of God (2015) Tidak Tayang di Bioskop Kami

Alasan sebelum nonton tayangan film yang beredar, selain lihat dulu resensi, rating IMDb selalu jadi patokan. Nilai 8.1 dari 10 untuk film Muhammad: The Messenger of God adalah angka yang sangat mengagumkan buat gua. Bayangkan, Assassin’s Creed (2016) yang cuma dapat rating 6.4 gua cukup antusias untuk nonton dan bawa anak-anak.

Tersebut lah kisah Abraha, Raja Habasha, memerintahkan salah satu panglima perangnya untuk menyerang kota Mekah. Ia ingin bangunan Kabah dihancurkan. Ia kemudian menyusun rencana dan kekuatan sebaik mungkin. Salah satunya dengan menyiapkan pasukan tangguh yang terdiri dari ribuan tentara manusia, kuda, dan gajah.

Namun rencana penyerangan pasukan Abraha gagal di tengah jalan. Ketika sebagian pasukan mulai mendekati Mekah, para gajah mendadak berhenti bergerak. Mereka tiba-tiba lari berbalik arah, seolah ingin menjauh dari Mekah.

Tak lama kemudian muncul jutaan burung kecil membawa batu di kaki mereka. Burung-burung ini menghujani pasukan Abraha dengan batu dan memusnahkan seluruh pasukan Abraha. Sebulan setelah peristiwa itu, lahir lah sang nabi akhir zaman, Muhammad SAW

muhammad_-_the_messenger_of_god_poster

Petikan kisah film dengan anggaran sangat besar karya sineas Iran berjudul Muhammad, Messenger of God. Film yang berkisah tentang masa kecil Nabi Muhammad dengan segala bentuk tirani dan penindasan terhadap umat Islam seharusnya sudah tayang sejak tahun 2015 lalu. Cerita yang selama ini gua dapat dari buku-buku atau dinukilkan oleh guru ngaji semasa kecil di surau itu mestinya bisa gua lihat secara mengagumkan di layar lebar layaknya Assassin’s Creed yang jauh tidak menarik itu.

mv5bngfmntbhzdatzdy2my00ytgwlwfimtctoguwzddjnjq1nza0xkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

Sayangnya film berdurasi 190 menit ini menuai kritik dan penolakan dari kelompok konservatif. Film Muhammad: The Messenger of God dinilai kurang pantas. Salah satunya karena menyertakan shot belakang punggung Muhammad muda saat memandang langit. Penggambaran fisik Muhammad adalah tabu bagi masyarakat muslim dunia – terutama yang berpegang teguh pada tradisi Sunni yang dominan – meski kaum Syiah, yang terdiri atas 95 persen penduduk Iran, memiliki pendekatan dan tanggapan lebih liberal untuk masalah ini.

mv5bztg0n2jindutotrmnc00zdvjlwi3mmetmwiznmi5zmfizde5xkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

Petikan wawancara The Guardian, Majid Majidi sang Sutradara, bilang bahwa dia sadar akan banyak kritik yang muncul terhadap film ini, tapi menurutnya ini adalah persoalaan kepercayaan individu. Dirinya yakin bahwa Ia masih memegang teguh aturan agama dan Allah selama pembuatan film ini. “Saya menyayangi Nabi Muhammad SAW” tuturnya.

Dalam film ini Majid berniat memperkenalkan Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan pesan persatuan dunia Islam. “Kami memilih membagi kisah masa hidup Nabi ke dalam film karena banyak yang berbagi pesan lewat media ini. Kami juga ingin menunjukkan dan kembali mengingatkan bahwa Islam itu satu dengan menunjukkan tidak ada perbedaan antara Syiah dan Sunni serta kelompok Islam lainnya. Kami membawa pandangan persatuan Islam,” ujar Majid yang juga sutradara Children of Heaven (1997).

Bila saja scene yang nampak punggung belakang Nabi Muhammad muda itu dipotong, sehingga tidak ada satu pun penampakan Beliau, apakah film ini tetap tayang di bioskop negeri ini? Wallahu A’lam Bishawab. Mungkin bukan cuma perihal itu, tentu masih ada lagi alasan orang-orang pintar kenapa film yang trailler-nya ajah bikin hati bergetar ini tidak tayang di negeri ini. Tap ajah embedeb Youtube ini https://www.youtube.com/watch?v=AedBPzbgcZE 

Kalau sejarah Cal Lynch yang keturunan Creed sebagai hayalan team Ubisoft bisa gua tonton bersama anak-anak gua di layar lebar kenapa kehidupan masa kecil panutan gua, Muhammad Rosulullah ngga bisa?

Shollu Ala Muhammad

mv5bzteynwm3mmetymrkni00njk3ltg2zjutmza2mwm0m2u4mdiwxkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

 

Brown Canyon-Semarang, Bukan Canyon yang Sebenarnya

Tahun 2016 traveler lokal dikagetkan dengan munculnya canyon baru di Semarang. Ada blog travel sampai bilang Grand Canyon di Semarang tak kalah indah dari Grand Canyon yang ada di Amerika. Waw!! Mestinya keren banget lah kalau begitu Brown Canyon ini.

Tentu gua ngga bisa bantah begitu ajah tulisan blog travel yang berani bandingkan canyon yang ada di Amerika dengan yang baru ditemukan di Semarang, sebab gua belum pernah pergi ke canyon yang kalah indah di Amerika itu.

Tanpa rencana matang, akhir 2016 kemarin gua dan keluarga memutuskan untuk merayakan tahun baru dengan solo touring. Namanya touring yang penting jakarta coret. Bandung definitely bosan dan kepikir macet, Cirebon rasanya terlalu sebentar untuk 4 hari liburan. Akhirnya terpilih lah Semarang. Horeee angan-angan untuk sambangi Brown Canyon hampir terwujud.

Tol Cipali yang biasanya liburan panjang macet ikut panjang macetnya, eh kali ini lancar jaya, hanya hujan terus menemani sampai selepas Kendal hingga Allstay Hotel Semarang, Jalan Veteran tempat kami menginap. Kekhawatiran batal ke Brown Canyon membayangi hingga pagi. Menurut salah seorang traveler yang jumpa di hotel pagi itu bilang jangan memaksakan diri ke Brown Canyon kalau habis hujan, akan sangat becek, banyak lumpur bahkan sulit dilewati mobil pribadi.

Begitu dengar sulit dilewati mobil pribadi, adrenalin malah menggelora. Pasti asik tempat ini. Sabtu tanggal 31 Januari 2016 pukul 09:00 akhirnya gua berangkat dari hotel menuju Brown Canyon. Google Maps bilang jarak cuma 13 km dengan perjalanan ngga lebih dari 1 jam. Okel lah.

To get there

Sesuai sub judul, hari gini mah ngga sulit kalau mau ke sebuah destinasi, tinggal cari di Google Maps, dapat lah nama Brown Canyon. You guys kalau mau kesana tap embed map ini ajah https://goo.gl/maps/hyxMHM9tQHv.

Jangan bayangkan jalan menuju canyon juga lengkap dengan fasilitas petunjuk jalan, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju lokasi dihiasi oleh pemandangan indah layaknya beberapa lokasi wisata lain, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju canyon papasan dengan para turis lokal maupun turis bule, ngga banget!

Jalan menuju Brown Canyon dari Semarang adalah jalan kabupaten dengan fasilitas 1 jalan aspal dua arah yang banyak dilalui motor-motor dan becak, ngga ada petunjuk jalan atau umbul-umbul mengarah lokasi. Sepanjang perjalanan dari Jalan Veteran Semarang ngga ada rambu petunjuk Brown Canyon. Karena ini jalan kabupaten atau bahkan jalan kecamatan, bakal ketemu tikungan-tikungan atau perempatan yang macet, mohon bersabar ajah. Satu lagi, jangan berharap papasan dengan para turis bule macam di Ubud atau di Hidden Canyon di Gianyar, ngga guys! yang ada elu hanya akan banyak papasan dengan truk-truk pengangkut tanah dengan supir dan kernet berwajah lelah dengan baju kaos merk Hings yang fenomenal.

Area lokasi canyon dengan hunian penduduk dipisahkan oleh jembatan kali yang hanya bisa dilalui 1 kendaraan, jadi mesti gantian. Apa yang dibilang si traveler itu ternyata benar, jalan menuju lokasi sangat becek dan licin. Ada 3 akses menuju lokasi terdekat ke bukit canyon, dua akses lain negatif untuk dilewati, tinggal 1 akses lagi dan you guys mesti bersaing dengan truk di jalan tanah itu.

Tingginya sisa tanah yang disebut canyon itu sudah terlihat kurang lebih 300 meter sebelum tiba di lokasi. Hujan yang turun terus menerus hingga pagi tadi bukan hanya ganggu jalan masuk menuju canyon, tapi juga ganggu pemandangan untuk foto canyon. Awan mendung sisa hujan bener-bener bikin kelam.

brown04

Fasilitas

Tidak ada lokasi parkir layaknya sebua tempat wisata, ngga ada gate masuk layaknya masuk ke DUFAN atau ke TAMAN SAFARI, ngga! Ngga ada. Tapi begitu mobil kita mulai parkir seadanya ngga jauh dari kaki bukit itu, dua motor sigap hampiri dan sodorkan tiket tanda masuk lokasi wisata senilai Rp. 5.000,- per orang. Mau berantem juga males cuma lima ribu doang cuma KZL ajah, maen todong begini, ah yaudah lah. Dengan sedikit ngobrol ngalur-ngidul salah satunya bilang yaudah pak, bayar 3 orang ajah. Kami berlima waktu itu. Jadi dia dapat Rp. 15.000 dan ngga tahu pergi kemana setelah itu. Mungkin ke pos penjaga tiket masuk, mungkin ada loh. Sebab gua juga ngga lihat lagi setelah itu.

brown02Banyaknya antrian truk menunggu giliran untuk diisi tanah oleh escavator, ramainya dentuman dinamit untuk hacurkan tanah-tanah yang masiv, banyaknya titik rawan dinamit untuk didekati dan tidak adanya titik safety point sekedar untuk berteduh menikmati INDAHNYA canyon bikin gua yakin betul tempat ini bukan tempat wisata. Jika ada yang bilang ini tempat wisata itu jelas dipaksakan berdasarkan sisa tanah tanah yang belum runtuh oleh dentuman dinamit. Tempat ini jelas berbahaya untuk dikunjungi.

Lalu kenapa banyak yang masih mau datang ke tempat ini? Bagi para pemburu foto, lingkungan ekstrem disini jelas jadi surga untuk ambil gambar. Ceruk yang tergali dengan meninggalkan bagian lain yang belum sempat digali tentu jadi daya tarik tersediri, termasuk beberapa bukit sisa yang belum dihancurkan.

brown01

Untuk Siapa Brown Canyon

Lalu kenapa lokasi ini sampai terbentuk canyon dan diberi nama Brown Canyon? Brown Canyon adalah nama yang kelak akan digunakan oleh si pemilik area untuk komplek perumahan orang-orang kaya di Semarang. Saat ini mereka sedang melakukan cut and fill area. Mungkin master plan mereka ada area yang harus di-cut, sehingga banyak tanah yang harus dibawa keluar area dan ada bagian yang dibiarkan atau bahkan ditambah ketinggiannya untuk bikin efek mengagumkan dari komplek perumahan yang akan ditempati orang-orang kaya nanti.

brown05

Sampai Kapan bayar Rp. 5.000

Terus tinggal berapa lama lagi para photo hunters bisa mengabadikan CANYON yang konon tak kalah indah dari GRAND CANYON di Amerika ini? Hasil obrolan gua dengan salah seorang mandor di sela-sela ledakan dinamit, kurang dari 6 bulan sejak hari itu sebagian besar bukit-bukit sudah akan rata dengan tanah. Sedih ngga? Ngga sedih sih. Susunan bukit-bukit sisa galian itu bakal hilang, tapi ngga usah khawatir, itu semua bakal digantikan oleh bukit baru yang lebih hijau, lebih bersih, lebih tertata dengan pintu masuk dan gerbang yang jelas ditambah baliho sangat besar mungkin bertuliskan Selamat Datang Di Komplek Perumahan (mewah) Brown Canyon. Oh iya satu lagi, kalau udah ada embel-embel Komplek Perumahan pasti jalan menuju Brown Canyon bakal banyak rambu petunjuk sejak dari Simpang Lima dan jalannya pasti makin halus.

brown03

Jadi buat yang mau menikmati Brown Canyon selagi bayarnya cuma Rp. 5.000 dari sekarang deh sambangi, sebelum bukit yang indah itu berganti jadi bukit buatan nan indah tak seindah Grand Canyon di Amerika.

escape01

Awas, Jangan Berbagi Penggunaan Benda Ini dengan Orang Lain

02
Earphone rentan menularkan bakteri atau kuman (foto: hitech.vesti.ru)

Kadang begitu dekat hubungan kita dengan teman, hal meminjamkan properti dianggap biasa. Sebenernya ngga semua bisa kita bagi bersama dalam penggunaannya, bukannya pelit, namun hal itu perlu kita lakukan untuk hindari perpindahan virus dan kuman sebab bukan kah kuman itu bisa tersebar tanpa pandang teman akrab atau bukan? Nah, berikut yang sebaiknya tidak boleh you guys bagi bersama.

Earphone

Kita kadang merasa biasa saja mendengarkan musik bersama teman melalui earphone atau kala lupa bawa, seringkali pinjam dari teman untuk mendengakan musik. Tapi tahu ngga bahwa earphone rentan menularkan bakteri atau kuman. Bisa jadi si peminjam punya penyakit infeksi telinga, nah lo!! Jadi sebaiknya hindari berbagi earphone.

Pisau cukur

Biasanya saat traveling dan butuh alat ganteng, kita seenaknya ajah pakai alat cukur teman. Padahal sekali saja pisau cukur yang orang lain pakai dan mengenai pembuluh darahnya, maka jenis penyakit seperti HIV AIDS, hepatitis, dan lainnya bisa menular dengan cepat.

Deodoran

Lagi-lagi bisa terjadi saat traveling atau usai ganti salin setelah berenang, biasanya kita mudah saja berbagi deodoran dengan teman. Sesungguhnya deodoran rentan menyimpan banyak kuman sebab dipakai pada bagian tubuh yang berkeringat. Lagi pula, ketiak dapat menularkan bau badan jika bakteri yang ada di keringat saling berpindah tempat dengan ketiak orang lain. Jadi kalau terpaksa ngga bawa mending tahan untuk tidak pakai sampai ketemu indomaret atau alfameret lah, beli ajah, murah ini.

Sabun batang

Sekalipun satu keluarga sebaiknya gunakan sabun batang untuk masing-masing orang sebab berbagai bakteri pemicu penyakit kulit semisal herpes, panu, atau eksim bisa menular dengan mudah pada sabun batang yang berbagi, bahkan dengan saudara sekalipun lho’