Majalah Pratama

“Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”, Sukarno dalam sebuah kutipan yang menyiratkan banyak sekali pesan untuk terus menjaga mengisi kemerdekaan bangsa. Banyak sekali hal yang harus menjadi perhatian bangsa ini mengemban amanah perjuangan para pendahulu bangsa.

Bangsa yang sudah merdeka dari penjajah lebih dari setengah abad ini terus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari ketertinggalan ekonomi daerah-daerah pelosok, ketidaksetaraan pendidikan, batas-batas wilayah darat, laut dan udara, moralitas para pemimpin mulai dari pimpinan RT hingga yang tertinggi, dan berbagai permasalahan bangsa yang disebutkan oleh Sukarno dengan istilah “melawan bangsamu sendiri”.

pratama

Majalah Pratama tentu bukan “kitab suci” bagi yang disiratkan oleh Bung Besar diatas. Majalah Pratama hadir sebagai ungkapan atas gemuruh yang selalu hadir dalam setiap diskusi tentang kondisi bangsa yang terjadi di salah satu ruang kecil di sudut Bandra Halim Perdana Kusuma setiap kali kami duduk bersama dari kantor masing-masing yang berbeda hampir setiap sore. Dari sekian banyak hal yang dapat membantu meretas permasalahan bangsa ini, kami berkeyakinan semua itu bisa dimulai dari perbaikan kepemimpinan bangsa. Kami ingin Majalah Pratama memiliki andil dalam urusan kepemimpinan bangsa ini. Kami ingin banyak hal yang bisa di-share kepada para pemimpin, mulai pemimpin tingkat RT, melalui penyampaian berbagai pengetahuan kepemimpinan dan manajemen yang santun, mandalam, lebih pop, dan terkadang sedikit jenaka. Untuk ini team redaksi kami sudah menyiapkan editorial plan juga beberapa event promosi.

pratama 2

Majalah Pratama akan terbit setiap bulan dengan penyebaran ke seluruh Indonesia melalui berbagai agen konvensional maupun toko-toko buku moderen di berbagai wilayah, segala hal bagi penyebarluasan tentu sudah kami siapkan karena bukan baru ini kami membuat majalah. Beberapa peluang kerja sama dengan para tokoh, kepala daerah dan pemerintahan, para pemilik perusahaan, berbagai asosiasi dan para pemimpin yang layak kami muat terus bertambah di listing editorial kami. Kami juga berharap Pratama menjadi sumber inspirasi bagi semangat kebangsaan.

praama 3

Banyak sekali ya harapan kami melalui Majalah Pratama ini. Dari banyaknya harapan itu, kami berharap pembaca Pratama memberikan banyak masukan bagi improvisasi kami. Kami membuka seluas-luasnya kerja sama yang bisa diciptakan.

Akhirulkalam, semoga Majalah Pratama menambah wawasan kepemimpinan dan manajemen bangsa ini, selamat menikmati.

Mahmur Marganti, Pemimpin Redaksi

Hari Nelayan

IMG_6145

Tahukan anda bahwa tanggal 6 April adalah hari nelayan nasional?

Bagi masyarakat Palabuharatu dan sekitarnya, Festival Perayaan Hari Nelayan Nasional rutin dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Nusantara, Palabuhanratu. Perayaan yang aca­pkali dihadiri oleh pejabat daerah dan nasional tepat di sisi laut pelabuhan itu mengundang banyak perhatian masyarakat.

IMG_6174

Kita bisa merasakan crowd luar biasa beberapa saat sebelum acaa dimulai. Parkir kendaraan masyarakat yang sengaja datang untuk menyaksikan prosesi membuang “pelepasan” ke tengah laut sudah datang sebelum subuh. Petugas kepolisian ter­lihat dimana-mana, keadaan jalan pun teratur rapih, mobil dan motor para pengunjung sudah disiapkan tempat parkir jauh dari pintu masuk Pelabuhan Perikanan Nusantara sehingga tidak terjadi kemacetan berarti.

IMG_6152

Ada yang berbeda pada Festival Nelayan kali ini, yaitu pelepasan yang biasanya berisi kepala sapi atau kerbau, kali ini berisi bibit-bibit ikan dan tukik. Diharapkan dengan pergantian pelepasan ini perkembangbiakan habitat flora di perairan sekitar Palabuhanratu semakin berkembang. Selain jenis buangan, masih ada yang berbeda pada perayaan tahun ini, warna pakaian yang dikenakan oleh Putri Nelayan, Nadya, siswi SMA Mutiara, bukan lagi dominan wana hijau seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi berwarna kuning emas yang dipadukan dengan merah marun.

buat gua hal yang menarik menghadiri perayaan hari nelayan ini adalah, para nelayan hari itu memberikan kesempatan kepada pengunjung untuk menaiki perahu­nya menuju tengah laut beriringan dengan prosesi pelapasan dengan tarif Rp. 5.000. Berada di tengah orang-orang yang bergembira merasakan festival ini di tengah laut sungguh merupakan sesuatu yang sangat tidak ternilai apalagi dibanding Rp. 5.000 yang harus kita keluarkan.

Jadi ingat, jika ingin merasakan ambience ini tahun depan, bersiaplah untuk berangkat ke Palabuhanratu sepagi mungkin tanggal 6 April mendatang.