syukur

Guinea_Bissau_street

Kita yang tinggal di Indonesia, utamanya Jakarta semoga foto ini bisa jadi bahan kita bersyukur. foto ini adalah sekilas kehidupan penduduk Republik Guinea-Bissau, di Afrika Barat yang berbatasan langsung dengan Sinegal di sisi Samudra Atlantik.

Negara yang selalu dirundung perang saudara ini sebagian adalah koloni Portugal yang merdeka tahun 1973. Guinea-Bissau memiliki sejarah ketidakstabilan politik sejak meraih kemerdekaannya dan tidak ada presiden terpilih yang berhasil menyelesaikan jabatannya selama lima tahun penuh.

Pendapatan per kapita negara ini adalah salah satu yang terendah di dunia bahkan beberapa sumber yang gua baca Guinea-Bissau juga merupakan negara dengan mortalitas dan morbiditas tertinggi nomor 10 di dunia.

akhirul kalam, mari kita syukuri apa yang ada di sekeliling kita semoga janji Allah “barang siapa bersyukur maka akan aku tambahkan nikmat-Ku” senantiasa selalu kita rasakan.

Advertisements

Yang Tidak Usai di Singosari

Singhosari

Candi Singosari disebut masyarakat setempat sebagai Candi Cungkup, awalnya sempat dinamakan juga candi Renggo, Candi Menara,dan Candi Cella. Untuk sebutan yang terakhir karena candi ini memiliki celah sebanyak 4 buah di bagian tubuh candi. Hingga kini nama yang lebih dikenal adalah Candi Singosari karena letaknya di Singosari. Banyak yang menganggap bahwa Candi Singosari adalah makam Raja Kertanegara sebagai raja terakhir Singosari. Akan tetapi pendapat ini diragukan banyak ahli, lebih dimungkinkan Candi Singosari merupakan tempat pemujaan Dewa Siwa karena sistem mandala yang berkonsep candi Hindu dan sekaligus sebagai media pengubah dari air biasa menjadi air suci (amerta).

Candi Singosari awalnya disebut dalam sebuah laporan kepurbakalaan tahun 1803 oleh Nicolaus  Engelhard, seorang Gubernur PantaiTimur Laut Jawa. Ia melaporkan tentangreruntuhan candi di daerah dataran tandus diMalang. Tahun 1901 Komisi Arkeologi Belandamelakukan penelitian ulang dan penggalian. Berikutnya 1934 Departemen Survey Arkeologi Hindia Belanda Timur merestorasi bangunanini hingga selesainya tahun 1937. Anda dapatmelihat goresan tanda penyelesaian pemugaranini pada batu kaki candi di sudut barat daya.Saat ini banyak arca-arca dari reruntuhan Candi Singosari disimpan di Museum Leiden Belanda.Ada informasi yang mencukupi dapat diketahuitentang Singosari dari teks Jawa kuno abad ke-14 yaitu “Pararaton” atau kitab raja. Candi Singosariyang dibangun tahun 1304 ini umumnya dihiasi dari bawah hingga atasnya.

Hiasan tidak seluruhnya terselesaikan sehingga ada dugaan candi ini dalam proses pembangunan yang belum selesai kemudian ditinggalkan. Dimungkinkan akibat adanya peperangan yaitu serangan Kerajaan Gelang-Gelang pimpinan Jayakatwang tahun 1292 hingga menghancurkan Kerajaan Singosari, sering disebut juga masa kehancuran Singosari atau pralaya.

Kerajaan Singosari didirikan tahun 1222 oleh seorang rakyat biasa bernama Ken Arok, yang berhasil menikahi putri cantik Ken Dedes dari Janggala setelah membunuh suaminya. Ken Arok kemudian menyerang Kediri dan berhasil menyatukan dua wilayah terbelah yang pernah dipisahkan oleh Raja Airlangga tahun 1049 sebagai warisan untuk kedua putranya. Singosari kemudian berhasil mengembangkan pertanian yang subur di sepanjang aliran sungai Brantas, serta perdagangan laut yang menguntungkan di sepanjang Laut Jawa.

Pada 1275 dan1291 Raja Singosari yaitu Kertanegara menyerang kerajaan maritim Sriwijaya di Sumatera Selatan dan kemudian mengontrol perdagangan laut di laut Jawa dan Sumatera. Dalam masa kejayaannya, Singosari begitu kuat, bahkan Kaisar Mongol Kubilai Khan yang perkasa menganggap penting mengirim armada dan utusan khusus ke kerajaan Singosari untuk menuntut Raja Kertanegara secara pribadi untuk memberikan loyalitas kepadaMongol. Sebagai jawabannya, ternyata Raja Kertanegara memotong telinga salah satu utusan tersebut sebagai pesan kepada Kubilai Khan bahwa Singosari tidak akan tunduk.

Kertanegara dibunuh oleh salah seorang raja bawahannya yaitu Jayakatwang tahun 1293. Ketika armada perang dikirim oleh Kubilai Khan tiba di Jawa, mereka tidak mengetahui bahwa rupanya Raja Kertanegara sudah tiada. Menantu Kertanegara, Raden Wijaya, berhasil membujuk armada Kublai Khan untuk membunuh Jayakatwang, trik ini berhasil dan RadenWijaya berbalik mengusir armada Mongol dari Jawa setelah dimanfaatkan untuk membunuh Jayakatwang. Raden Wijaya selanjutnya mendirikan kerajaanMajapahit tahun 1294 di utara Singosari yaitudi Porong. Maka berlangsunglah sebuah masa keemasan bagi sebuah kerajaan bernama Majapahit yang kekuasaannya mencakup Indonesia saat ini dan bahkan hingga ke Malaysia dan Thailand.

DSC_0174

Tidak banyak sisa-sisa Kerajaan Singosari yang pernah berkuasa abad 13 di Jawa Timur. Hanya ada sebuah candi yang belum selesai dibangun dan dua patung raksasa yang berdiri menjaga di depan istana sebagai jejak yang tersisa dari salah satu kerajaan besar di Nusantara ini.

Ungkapan Cinta Berwujud Petirtaan

DSC_0134

Candi yang merupakan monumen cinta kasih Raja Udayana untuk menyambut kelahiran anaknya, Prabu Airlangga ini dibangun tahun 997 M. Air Petirtaan bangunan berukuran panjang 16,85 meter dengan lebar 13,52 meter dan tinggi 5,2 meter itu kandungan mineralnya konon tertinggi ketiga di dunia dan sudah ada sebelum Majapahit banyak digunakan oleh ratu Singosari untuk berendam. Bukan hanya itu, pasca

pengunduran diri, Prabu Airlangga pun banyak menghabiskan waktu pertapaan di Petirtaan ini. Jika dilihat lebih detail, bangunan yang
terbuat dari batu andesit ini memang menampakkan keistimewaan. Pahatan relief yang halus, menandakan jika proses pembuatannya membutuhkan tenaga terampil. Juga bentuk bangunan yang terkesan tidak biasa dengan 52 pancuran airnya. Ke 52 pancuran itu memuntahkan air jernih yang tanpa henti meski musim kemarau tiba. Kini pemandian kerajaan Hindu itu banyak dikunjungi orang-orang untuk memohon doa kepada Yang Maha Kuasa untuk keberhasilan di dunia, apalagi hari kamis jelang malam Jumat bulan purnama rombongan kadang datang menggunakan bus dan sudah tiba sejak siang sekitar pukul 14:00. Selain syarat akan nilai sejarah dan mitos yang begitu kental, kawasan wisata ini juga memiliki fasilitas rekreatiif lainnya seperti gazebo dan taman bermain anak
yang dapat digunakan oleh pengunjung. Untuk masuk kelokasi pengunjung dikenakan tiket masuk sebesar Rp. 3.000,-.

Mungkin karena banyaknya pengunjung yang sering mengunjungi tempat ini, para pedagang makanan dan minuman serta kebutuhan untuk pemandian ditempat ini banyak bermunculan. Beberapa warung ini bahkan ada yang menjual derigen air untuk kebutuhan ‘pemandi’ yang akan membawa air ini pulang.

savana Bromo

savana view

Perjalanan menuju kawah Bromo dengan Jeep 4×4 sungguh mengasikan, kemahiran driver Jeep ketika mengatasi ban-ban mobil ini terselip ke dalam gundukan pasir merupakan pengalaman tersendiri. Pemandangan di sekitar ‘gurun pasir’ ini pun terbilang keren, selain berada diantara gunung dan sinar pancaran matahari, sesekali kita dapatkan ibu-ibu penjual minuman menikmati waktu dengan selinting rokok di tangan. Minta lah berhenti kepada driver di titik ini untuk foto bersama Jeep yang kita tumpangi dengan latar balakang pegunungan.

Me on Savana

Akan lebih indah jika mau menunggu saat ada Jeep lain melintas masuk dalam tangkapan kamera kita.

Letupan Semeru

Waktu menunjukan pukul 00:30 saat pa Rasiono dari pihak Inna Tretes Hotel mengetuk pintu kamar saya dan membangunkan untuk persiapan menuju Bromo. Begitu dinginnya di Inna Tretes hotel pagi ini, hal pertama yang saya lakukan adalah menengok gadget untuk tahu informasi suhu. wow!! ternyata 210 Celcius, lumayan dingin apalagi angin yang berhembus cukup kencang. Perjalanan menuju Bromo dari Inna Treres Hotel memakan waktu satu setengah jam kurang. Dengan kesigapan pa Margo, driver Inna Tretes pagi itu juga ditemani pihak marketing Inna Tretes, Ferdy, kami berangkat menuju Bromo dengan perbekalan yang cukup meriah, mulai minuman, makanan ringan hingga makanan berat (ini mau naik gunung apa pindah tempat makan yaa :p) Bagi yang tidak terbiasa dengan perjalanan mendaki dan berbelok, disarankan untuk mengisi perut terlebih dahulu. perjalanan menuju Bromo melalui titik yang disarankan oleh pa Margo ini terbilang cepat namun banyak tikungan dan tanjakan. 

menuju view pananjakan

Setiba di parkiran, rombongan sudah diterima oleh seorang pengendara Jeep, yang rupanya sudah dihubungi oleh pihak Inna Tretes untuk mengantar kami ke view point Pananjakan. Perjalanan menuju view point ini pun cukup asyik, pemandangan sepanjang jalur yang kita lewati tidak pernah berhenti ‘menyapa’ untuk kita lakukan pemotretan sembari Jeep 4.000 cc ini terus melaju. Setibanya di titik View Point Pananjakan pukul 03:46 rupanya sudah banyak sekali orang yang sudah siap dengan tripod berdiri siap membidik sunrise yang sesekali mereka arahkan ke kawah pasir Bromo yang eksotis. Jelang pukul 5:08 ketika sinar surya mulai merekah, suasana di tempat ini makin hangat, mereka yang menurut saya tidak saling mengenal itu tiba-tiba terlibat pembicaraan menarik tentang perubahan warna di sekitar puncak gunung. Setelah proses itu berlalu, dan beberapa orang sudah meninggalkan lokasi view point ini, tiba-tiba dari kejauhan terlihat semburan debu yang makin lama makin membesar. Tidak lain gunung yang mengeluarkan debu itu adalah Gunung Semeru. Bersyukur karena belum meninggalkan lokasi itu, segera saja kamera yang saya bawa mengabadikan pemandangan yang menurut beberapa orang tidak terbilang sering ini.

DSC_0464