Merasakan Vietnam dari Cu Chi Tunnel

Image

 

Ketika menyebut Vietnam, pasti yang terlintas di benak kita adalah sebuah negara yang menjadi tempat pertempuran yang besar antara tentara Amerika dan milisi komunis Vietnam Selatan yang biasa di sebut Vietkong. Angan kita juga pasti terbayang akan film tentang kekejaman dalam perang Vietnam itu dengan jutaan kerangka manusia seperti dalam film “Killing Fields”

Tapi pikiran seperti itu sudah seharusnya di hapus. Vietnam sekarang merupakan salah satu negara anggota ASEAN yang termuda yang maju khususnya dalam sektor pariwisata.Vietnam yang berpenduduk kurang lebih berjumlah 75 juta orang, saat ini sedang giat-giatnya membangun fasilitas-fasilitas dalam upaya menunjang sektor pariwisatanya, hal itu di buktikan dengan telah adanya lebih dari 400 biro pariwisata internasional dan lebih dari 10.000 biro perjalanan dalam negeri dengan 5.500 pemandu wisata bersertifikat. Tujuannya tak lain untuk menggenjot perkembangan kedatangan turis ke negari Ho Chi Minh itu.

Negara paman Ho ini sangatlah indah, tapi memang tampaknya kemacetan pasti ada dimana pun juga tidak terkecuali di Ho Chi Minh City atau yang dulu di sebut Saigon. Namun kemacetan di Ho Chi Minh City, tidak akan membuat kita terlalu penat. Karena keindahan kota membuat kita bisa melupakan hal itu. Jalan-jalan nya yang bersih dan bangunan bernuansa Prancis yang sangat kental. Bangunan-bangunan lama bergaya arsitektur Eropa masih terpelihara dengan sangat baik. Seperti Katedral Nortedram yang terbuat dari bata merah atau gedung kantor pos, dan balai kota. Maklum saja daerah Vietnam merupakan salah satu jajahan dari negara Perancis.

Kalau sudah di Vietnam, rugi kalau kita melewatkan wisata perang. Ya…. wisata perang, adalah tempat wisata yang merupakan tempat-tempat bekas perang di sana. Kita akan di ajak memasuki daerah dimana tempat pembantaian terjadi kala perang saat itu dan menelusuri terowongan Chu Chi yang konon kabarnya hingga 250 Km persegi.

Ketika kita memasuki Provinsi Cu Chi disana akan amat terasa suasana pedesaan yang damai dan teduh. Tak tampak jejak yang menunjukkan wilayah ini sebagai kawasan pertempuran yang paling besar semasa Perang Vietnam. Padahal daerah ini dulu merupakan tempat yang paling sering di bombardir pada saat perang vietnam terjadi, sehingga yang tampak saat ini adalah pepohonan dan bangunan-bangunan yang relatif baru tidak seperti yang kita lihat sebelumnya di Ho Chi Minh city.

Di kawasan hutan tempat wisata perang ini, kita akan dibawa menuju ruang diorama yang menggambarkan bagaimana bentuk terowongan bawah tanah yang panjangnya sekitar 200 kilometer, saling terkait dan mampu menampung 10.000 orang itu. Terowongan yang di bangunan sebelum adanya agresi dari Amerika tersebut awalnya adalah tempat berlindung dari penduduk setempat guna menghindari kerja paksa yang di lakukan oleh pihak penjajah saat itu yaitu Perancis. Hingga pada akhirnya terowongan tersebut menjadi tempat-tempat persembunyian tentara Vietkong dalam melakukan perang gerilya terhadap Amerika dan sekutunya.

Untuk memasuki dan berkeliling kawasan hutan itu, kita akan dipandu oleh seorang pemandu untuk menyaksikan terowongan, bangkai tank,diorama yang menggambarkan aktivitas para gerilyawan, seperti bengkel senjata,dapur, rumah sakit, ranjau-ranjau, dan lain-lain. Semuanya berada di bawah tanah, kita juga dapat menjajal masuk ke terowongan sepanjang 40 meter, yang sudah diperbesar dengan penerangan lampu.

Pemandu wisata tersebut juga akan menunjukkan, bagaimana terowongan ini dibuat sehingga sulit terlacak, bagaimana menyimpan asap supaya tidak terdeteksi, bagaimana membuat lubang hawa yang disamarkan. Ia juga memperagakan jebakan-jebakan sederhana namun sangat mematikan dan menyiksa, bahkan dengan membayar 1 dollar kita di ajarkan untuk menembakkan senjata AK 47 buatan Rusia yang di pakai perang saat itu. Sungguh wisata yang sayang untuk di lewatkan saat kita ke Vietnam.

Kalau sudah melihat tempat terjadinya perang dan terowongan yang ada disana, kita juga jangan melewatkan ke War Remnant Museum (Museum Peninggalan Perang) tak jauh dari Distrik No 1. Tempat yang mengisahkan mengenai kekejaman tentara AS dan sekutunya semasa Perang Vietnam. Di halaman museum itu ,dipenuhi dengan bangkai-bangkai tank, pesawat tempur, helikopter, artileri dan berbagai macam senjata perang buatan AS yang disita semasa perang.

Di museum ini ditampilkan sejarah keterlibatan AS dalam perang saudara di Vietnam. Kekejaman AS itu digambarkan antara lain dengan statistik yang menyebutkan berapa juta ton bom yang dijatuhkan, berapa juta liter pestisida yang disiramkan untuk membunuh tanaman, pertanian, hutan hingga manusia dengan jumlah korbannya. Banyak juga di tampilkan foto-foto di masa perang saat itu, kekejaman-kekejaman yang terjadi dan foto-foto ruang penyiksaan yang membuat buku kuduk kita merinding.

Lima hari di Vietnam tentu masih kurang untuk menikmati semua keindahan yang ditawarkan, belum lagi wisata belanja di Benh Tam Market mulai pagi hingga dini hari. Pasar yang ‘berganti wujud’ saat siang dan malam hari ini selalu menggoda pelancong dari Indonesia bukan musabab harga murah akan tetapi juga karena nilai tukar mata uang kita yang lebih besar dari Vietnam, jadi terasa makin murah. Sebuah topi bahan dengan tulisan dan bendera Vietnam border saja bisa dibeli seharga sepuluh ribu rupiah, tentu Anda harus melepaskan seluruh perasaan tega sebelum berkeliling di pasar ini. Selamat Mencoba dan jangan bawa pulang mata uang Dong Anda kalau tidak mau menyesal karena oleh-oleh yang Anda bawa  kurang saat kembali ke tanah air.  

Mahmur Marganti

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s