Gulita di Pulau Sebesi

gulita di pulau sebesi

Pulau Sebesi yang didiami oleh kurang lebih 4 ribu penduduk, berada kurang lebih satu jam sebelum tiba di Gunung Anak Krakatau dari Dermaga Canti. Butuh waktu kurang lebih 3 jan dari Dermaga Canti untuk tiba di pulau Sebesi. Pulau Sebesi adalah satu-satunya pulau yang berpenghuni yang terdekat dengan Krakatau.

Konon penduduk asli pulau ini sudah ngga ada, penduduk sekarang adalah para pendatang yang tiba dari Banten dan Cirebon pasca ledakan hebat Krakatau tahun 1883.

Sebagian besar mata pencarian penduduk pulau sepanjang 5 kilometer ini adalah bertani kelapa dan pisang utamanya. Mereka sangat mengandalkan kendaraan perahu diesel untuk lalu lintas angkutan orang dan barang menuju Sumatera melalui Dermaga Canti.

Keliling dengan menggunakan motor penduduk sekitar untuk tahu lebih banyak pulau ini cukup menarik. Konon katanya ada danau di atas gunung Sebesi tengah pulau ini, tapi gua ngga sempat sambangi karena makan waktu cukup lama dan jadual cukup padat hari itu. Selain ada danau, ada yang bilang di atas gunung Sebesi juga ada beberapa peninggalan barang-barang milik penduduk asli pulau ini yang ngga boleh dipindahkan, beberapa orangyang gua temui bilang ada kekuatan ghoib yang menjaga barang-barang tersebut untuk tetap di tempatnya.

‘Pusat Kota’ pulau ini ada di tepi dermaga. Ada warung untuk kita menikmati jajanan ringan dan nasi rames dengan lauk ikan laut yang biasanya selalu segar karena si empunya warung jarang stock ikan. Begitu ada calon pembeli datang, dia suruh anak atau suminya untuk menjala ikan itu. Seru yah! seru nunggunya bok! perut udah keroncongan padahal.

Terdapat beberapa penginapan eksotis di tepi pantai tapi…….listrik yang didukung oleh PLTD seluruh pulau ini hanya menyala mulai pukul 6 sore hingga pukul 11 malam, setelah jam 11 malam?……. obor mana oboooorrrrrrrrr!!!!

Untuk yang ngga bisa lepas dari gawai, kalau mau trip ke Krakatau dan (wajib) bermalam di Pulau Sebesi, mending bawa powerbank yang gede deh, kalau perlu bawa aki cadangan, di-gemblok ajah biar hape tetep hidup. Cara lain, jangan sia-siakan saat listrik hidup untuk charge seluruh perangkap elektronik termasuk powerbank untuk persediaan.

Tentang signal, kebetulan gua pakai Telkomsel, ya saat di Pulau Sebesi masih bisa lah baca-baca status FB temen-temen yang di rumah ajah tapi tetep status pada hari itu, siyan yah temen yang ngga jalan-jalan hahahaha. Tapi di Anak Krakatau, praktis signal ngga ada sama sekali, jadi pulang dari Anak Krakatau banyak status yang #latepost dah!

You Guys yang akan bermalam di Pulau Sebesi dan takut gelap, saran gua mending buru-buru tidur ajah deh sebelum jam 11 malam, lagian kalau ikut trip om Mahfudi Guide Krakatau jam 3 pagi udah harus siap-siap untuk tracking ke Anak Krakatau kan…. zzzzzz zzzzzzzz zzzzzz zzzzzzz zzzzzz zzzzz

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s