Kisah Pahit dari Parit Eropa: No Man’s Land

Enggak ada perang yang menyenangkan, bahkan life is beautiful yang dikemas dalam sebuah bentuk komedi pun kadang terasa pahit dan menyesakkan. Demikian pula dengan “No Man’s Land”.
Banyak film tentang perang, apapun gaya yang dipakai oleh para pembuatnya, selalu saja film-film perang itu akhirnya menghadirkan kisah kemanusiaan yang berakhir tragis, film ini diambil dari sebuah negeri korban konflik yang mengorbankan banyak jiwa. Perang Bosnia-Serbia adalah sebuah drama kemanusiaan yang meninggalkan luka dalam bagi perdamaian dunia.
Film yang udah gua tonton berkali-kali ini disutradarai oleh Danis Tanovic, pria kelahiran Zenica, Bosnia, 1969. Seorang insinyur sipil yang juga sekolah musik dan seni. “No Man’s Land” bukanlah film pertamanya, Danis Tanovic pernah menyutradarai beberapa seperti film pendek Your Lover Called, Dervishs dan sebuah film documenter A Year After, juga video klip B & H Army.
Sebuah film yang skenarionya juga ditulis oleh Danis Tanovic ini, berkisah tentang tiga orang serdadu Bosnia-Serbia. Dua orang dari pihak Bosnia, Ciki (Branko Djuric) dan Cera (Filip Sovagovic), satu orang lagi, Nino (Rene Bitorajac) adalah tentara Serbia. Ketiganya secara tidak sengaja bertemu di sebuah parit perlindungan yang terletak di antara kedua wilayah yang bertikai.
Pertemuan ketiganya menghadirkan sebuah cerita yang pahit dan mengharukan. Mereka adalah orang-orang yang dikorbankan: representasi kisah pahit dan suram sebuah peperangan. Perang telah menghancurkan rasa kemanusiaan mereka, kebencian antar sesama ras yang bertikai dianggap sebagai penyebab terjadinya semua bencana itu. Kepercayaan pada pihak luar pun, PBB dalam hal ini, semakin pupus. Pihak yang bertikai seolah dibiarkan menyelamatkan sendiri nyawa mereka masing-masing.
Dalam keadaan yang sangat memilukan itu, para jurnalis televisi yang diharap bisa mengurangi ketegangan justru malah membuat keadaan semakin buruk dengan menangguk keuntungan dari konfilk ini. Di parit itu, Cera tengah terancam jiwanya. Di bawah tubuhnya terdapat ranjau. Pasukan PBB yang datang ke lokasi dengan ahli penjinak ranjau tidak mampu menjinakan ranjau ini. Dengan sangat terpaksa mereka harus meninggalkan Cera sendiri bersama ranjau yang siap meledak di bawah tubuhnya. Sementara itu Ciki dan Nino telah lebih dulu tewas dalam sebuah baku tembak yang gagal dihalang-halangi oleh pasukan PBB. Tak pernah ada pemenang yang sesungguhnya dalam perang.
Film produksi tahun 2001 ini berhasil mendapat penghargaan Golden Globe tahun 2002 untuk kategori Film Berbahasa Asing Terbaik dan Skenario Terbaik dalam Festival Film Cannes 2002. artikel ini juga dimuat di http://movietraxx.com/content/no-mans-land
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s