Bahaya Pornografi bagi Otak Manusia

Kecanduan pornografi harus segera dihentikan demi jaga fungsi otak

porn-addiction_300_225_90

Otak merupakan bagian tubuh manusia yang paling penting, tepat di bagian tengah atas otak ada bagian yang paling istimewa yang disebut Pre Frontal Cortex (PFC).

Menurut peneliti otak manusia, Jordan Gravement, bagian PFC ini hanya ada pada otak manusia, bagian ini yang membedakan manusia dengan binatang. Tuhan merancang PFC bagi manusia bukan dengan tanpa alasan, PFC ini lah yang nantinya membuat manusia memiliki etika.

PFC berfungsi seperti pemimpin. PFC-lah yang melakukan fungsi konsentrasi, memahami benar dan salah, mengendalikan diri, menunda kepuasan, berfikir kritis dan merencanakan masa depan. Dengan kata lain semua fungsi pertimbangan dan pengambilan keputusan ada pada PFC. PFC-lah yang membentuk kepribadian dan perilaku sosial.

Sayangnya PFC adalah bagian otak yang paling mudah rusak. Mengingat fungsi yang sangat luar biasa pada PFC, kerusakan pada PFC akan mempengaruhi seluruh kehidupan seseorang. Penyebab kerusakan PFC adalah benturan fisik dan zat narkotika, psikotropika, dan zat additive NAPZA. Dari kedua kerusakan diatas, rupanya ada penyebab kerusakan lain yang paling hebat merusak PFC yaitu pornografi atau narkolema (narkotika lewat mata).

Mungkin terkesan terlalu maksa bahwa narkotika lewat mata ini merusak PFC. Mari kita telusuri bagaimana narkotika lewat mata merusak PFC seseorang. Sebut saja Adi, seorang remaja berusia 12 tahun yang pertama kali melihat gambar di televisi yang menjurus pada pornografi. Awalnya Adi merasa kaget dan jijik. Kondisi Adi jijik dengan gambar porno yang pertama dia lihat ini karena sistem Limbid yang ada dalam otak Adi menjadi aktif. Sistem Limbid mengatur emosi juga keinginan makan minum dan kebutuhan seksual. Sistem ini mengaktifkan zat kimia otak bernama Dopamin. Dopamin memberi rasa senang, penasaran, juga kecanduan. Dopamin juga aktif jika saat seseorang mengkonsumsi NAPZA, oleh karena itu sifat candu pornografi sama dengan sifat candu NAPZA.

Dengan kemampuannya otak akan mengingat hal apa yang membuat Adi senang dan mampu mengingat cara melakukan kesenangan tersebut. Kecanduan ini hanya bisa ditangkal oleh Adi jika Ia memiliki bekal ahlak, etika, dan norma yang sebelumnya Ia dapat.

Berbeda kondisi yang terjadi jika ahlak, etika dan norma yang dimiliki Adi mempu dikalahkan oleh keinginan menikmati pornografi. Ketika Adi sedang merasa bosan terhadap aktivtas yang Ia lakukan, otaknya akan mendorong untuk melihat pornografi lagi. Makin lama Adi bosan dengan gambar pornografi yang itu-itu saja, Adi membutuhkan gambar yang lebih porno lagi untuk memicu keadaan lebih senang.

Kemajuan teknologi informasi yang bergulir kencang, sangat memudahkan Adi untuk menggapai gambar-gambar porno atau bahkan video yang Ia inginkan, mulanya Adi hanya ingin melihat gambar/video yang sedikit terbuka, lama-lama Adi membuka semua video/gambar yang ada di internet. Mulanya Adi hanya melihat satu menit, lama-lama Adi melihat sampai 1 jam. Saat itu Adi sudah mengalami kecanduan pornografi.

Bagaimana pornografi bisa merusak PFC? Secara alamiah Dopamin dialirkan dari sistem Limbid ke PFC, orang yang kecanduan pornografi akan mengalirkan Dopamin secara berlebihan hingga membanjiri PFC, akibatnya PFC tidak aktif karena terendam oleh Dopamin. Semakin sering PFC terganggu, fungsi PFC untuk konsentrasi, memahami benar dan salah, mengenadalikan diri, menunda kepuasan, berfikir kritis dan merencanakan masa depan semakin pudar. Dalam keadaan demikian sistem Limbid berkembang semaki besar dan terus mengaktifkan Dopamin, sehingga akan terus mencari kesenangan tanpa takut lagi akibatnya.

Jika hal ini tidak ditangani dengan segera, Adi berpeluang besar menjadi pelanggan pornografi seumur hidup dan mengalami keruskan otak pada bagian PFC. Awalnya Adi akan kehilangan konsentrasi, kemampuan menimbang benar dan salah, serta berkurangnya kemampuan mengambil keputusan. Kelanjutan dari kecanduan ini Adi akan mencoba untuk melakukan masturbasi, hubungan seks suka sama suka, mudah berganti pasangan, pernikahan dianggap tidak penting, menganggap pasangan hanya sebagai objek seksual, cenderung merendahkan derajat lawan jenis, selera hubungan seksual yang tidak sehat, bersikap kasar sampai tega melakukan pemerkosaan.

Jika sifat ini semua sudah ada dalam diri Adi, dapat dikatakan Adi sudah tidak ada bedanya dengan binatang, inilah akibat yang terjadi akibat kerusakan PFC. Sebelum PFC Adi terendam oleh Dupamin dan rusak parah akibat pengaruh pornografi, Adi berbeda dengan binatang, tapi kini kerusakan yang terjadi menyebabkan PFC Adi tidak berfungsi. Adi sudah sama dengan binatang.

Donald Hilton Jr, seorang dokter ahli bedah otak mengatakan otak yang rusak akibat pornografi jika difoto menggunakan Magnetic Resonance Imaging (MRI) kerusakan akibat kecanduan pornografi memperlihatkan hasil yang sama dengan kerusakan otak akibat kecelakaan. Donald Hilton Jr. juga mengatakan berbeda dengan dampak NAPZA yang merusak otak pada tiga bagian, pecandu pornografi mengalami kerusakan pada lima bagian otak.

Pornografi pada anak-anak lebih bersifat merusak karena PFC belum berkembang sempurna. Perhatian dan kesabaran keluarga dan orang terdekat dalam mencegah dan mengatasi kecanduan pornografi pada anak sangat diharapakan dalam melindungi generasi kita dari bencana pornografi dan kejahatan seksual.

 

artikel ini gua muat juga di http://www.1health.id

FMI tutup #KamiTidakTakut #Escaperz 

wawancara gua oleh antara news: 

  
Jakarta (ANTARA News) – Komunitas pemilik Ford Escape (Escaperz) tetap bangga serta tidak cemas mencari suku cadang dan perawatan kendati pabrikan otomotif asal Amerika Serikat itu menyatakan keluar dari pasar Indonesia sejak kemarin. 
Mahmur Marganti, pendiri dan dewan penasihat Escaperz, menguraikan pengguna Ford dalam komunitas ini sudah terbiasa mandiri mencari suku cadang dan selalu bangga karena kenyamanan dan keamanan mobil itu di atas standar mobil murah yang laris terjual. 
“Bicara miris, ya miris tentang penutupan ini, kami jadi kayak anak kehilangan induk, tapi kami yakin banyak bengkel yang jago reparasi Ford, masih ada Mazda yang saya tahu sebagian besar suku cadangnya sama,” tutur Mahmur Marganti kepada Antara News, Selasa.
“Di samping tahu bahwa penutupan ini karena faktor penjualan yang terjun bebas dari 11 juta pada tahun lalu keenam juta pada tahun ini, saya berpikir masyarakat Indonesia belum banyak yang siap beli mobil Amerika yang cenderung mahal dengan sugesti perawatan mobil Amerika yang sulit,” papar Mahmur. 

 

“Kenyamanan dan keselamatan jadi nomor sekian melihat maraknya mobil murah yang banyak laku di sini,” tambah Mahmur.
Mahmur menjelaskan pelayanan di bengkel resmi Ford memang tidak maksimal sehinga komunitasnya terbiasa menggunakan bengkel terpercaya seperti bengkel komunitas, Ferlindo, di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.
“Bengkel resmi tidak terlalu banyak kasih solusi buat saya, layanan mereka cenderung kacau, mungkin ya karena manajemen FMI sudah malas-malasan,” kata Mahmur. 
“Pesan saya ke pengguna Ford, terus gunakan Ford kalian, kenyamanan yang udah kita rasakan bertahun-tahun ini akan melupakan kepiluan perginya induk kita ke negera asalnya. Sayonara Ford Motor Indonesia,” katanya.