Selagi di Gianyar, Mampir Dulu Lah Ke Hidden Canyon

Kayaknya wisata canyon lagi marak di beberapa daerah di dunia, termasuk Indonesia. Beberapa daerah yang punya spot bekas aliran sungai purba apalagi yang sudah berjamur dan punya bebatuan terjal, buru-buru deh pemerintah daerahnya klaim sudah punya canyon!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Canyon atau sudah di-Indonesiakan menjadi Kanyon /ka·nyon/ n bermakna lembah yang sempit dan dalam dengan tepi yang terjal, biasanya ada sungai yang mengalir di dasarnya; jurang.

Nah, ciri-ciri kanyon sesuai KBBI itu juga ada di Gianyar, Bali, konon baru setahun ini ditemukan, penduduk sekitar yang gembira dengan penemuan sisa sungai purba kala itu menyebutnya Hidden Canyon, keren juga yaa!

Berada di area Sungai/Beji Guwang dekat Pura Dalem Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali, kata beji sendiri merupakan kata dalam bahasa Bali yang memiliki arti sungai yang dianggap suci. Sungai ini memang dianggap suci karena terdapat beberapa sumber mata air suci.

Beji Guwang memiliki sebuah aliran sungai yang diapit oleh tebing tajam di samping kanan dan kirinya. Air sungai bening berwarna kebiruan dengan ornamen batu kali hitam kecoklatan. Ngga banyak ditemukan lumut di wilayah yang lembab dengan pemandangan menakjubkan ini. .

canyon-4
Lima menit pertama sudah ketemu medan ini, jangan sok tahu dengan ambil jalur sendiri, nurut ajah sama Bli Guide kalau ngga mau tergelincir

Menuju Hidden Canyon terbilang ngga begitu sulit, walaupun besar kemungkinan terlewat karena (saat gua kesana) tandanya cuma plank print out dari bahan fleksi Cina murahan yang ditempel di tempok , buat yang baru sekali atau dua kali ke tempat ini kayaknya mesti kelewat dulu jalan masuk menuju canyon, baru keliatan tuh tanda dan ya mesti putar balik. Letaknya tidak jauh dari Pasar Seni Sukawati, Gianyar, jadi mesti sudah pasang mata selepas pasar Gianyar, atau di Google Maps juga ada kok, selow.

 

Tarif menelusuri Hidden masih terbilang murah, cuma Rp. 10.000 tapi yang mahal adalah dibutuhkan stamina baik dan waras sebab butuh waktu 3 jam lebih untuk melampaui canyon yang terbagi menjadi 3 area ini. Disarankan untuk menggunakan jasa guide yang tersedia, mengingat terlalu banyak jalur yang belum umum digunakan. Paparan terjal dan licin sepanjang jalan dari mula canyon hingga akhir ditambah gesture yang naik turun bersiko tergelincir bila salah melangkah.

Di muka pembayaran tiket, petugas sudah akan menawarkan untuk menggunakan jasa guide, seperti biasa,  gua sih jual mahal dulu, pura-pura udah pernah dan pura-pura ngerti, eh ngga lebih dari 3 menit turun menuju canyon udah nyasar. Terus lihat kanal panjang dengan tebing curam begitu, akhirnya nyerah juga saat guide lokal yang menawarkan untuk menggunakan jasa dia. Tawar menawar ngga terlalu ribet macem di tanah abang, mulanya dia mau gua bayar Rp. 30.000 etapi pas sampai akhir perjalanan, ngga tega juga bayar segitu. Gua senang, bayar gocap ngga jadi masalah.

Sebelum memulai perjalanan, guide sudah mengingatkan untuk melepas alas kaki, jadi perjalanan sepanjang kurang lebih 3 kilo degan berbagai medan ini harus dilampaui dengan tanpa alas kaki. Semua perjuangan ini terbalas dengan pemandangan yang sangat mengagumkan dari setiap titik yang kita lewati, ini luar biasa dan cukup memacu adrenalin, terpeleset sedikit bukan cuma jadi borok ini, patah tulang atau kepala pecah bisa mengingat bebatuan masiv terjal bakal menyambut kita dibawah.

Oh iya tentang dokumentasi no worry, guide juga sudah punya patern lokasi untuk mengabadikan foto sepanjang canyon, hanya yang patut menjadi perhatian cek hasil foto yang mereka ambil, maklum gua mengalami hampir semua foto yang mereka ambil melalu smartphone 98,5% buram, LoL. Oh iya coba-coba jalan melipir jurang dengan posisi gawai di tangan ya, sebab setiap saat resiko jatuh bisa terjadi, dan pastikan gawai juga masuk ke dalam plastik atau gunakan tas yang yang anti air bila resiko terjebur terjadi.

img_3018
Medannya ngga cuma karang terjal, sesekali mesti nyebur juga. Untung bawa model yang serba mau ini, LoL

Medan yang dilalui juga ngga melulu air dan tebing terjal, sesekali harus melewati genangan air setinggi paha orang dewasa, jadi jangan sampai salah konstum ke tempat ini. Sebaiknya pastikan bawa pakaian ganti untuk yang akan melakukan perjalanan ke destinasi lain selepas destinasi ini.

 

canyon-2
Bukan lebay, cara jalan begitu memang dilakukan semua orang sebab tapak untuk melangkah adalah batu dengan permukaan terjal

Akhir dari canyon ketiga bukan berarti akhir dari perjalanan ini, kita masih akan terus melintas jalan naik turun dengan anak-anak sungai kecil diantara rerumputan kering dan perbukitan. Jangan buru-buru, beberapa perbukitan ini menyediakan akar tali yang panjang, nikmatin bergelantungan diantara tali-tali itu atau bisa juga gunakan tali akar untuk memanjat ke atas tebing, kalau berani…

 

img_3046
Selepas canyon ketiga, udah ngga ada basah-basah lagi

Selepas main tali akar itu sudah selesai perjalan? BELUM hahahah, masihpanjang perjalanan. Kita akan melewati kebun pepaya, jenisnya Pepaya Hawaii, ada yang baru dengar? pepayanya kecil-kecil tapi manisnya aduhai, mampir lah ke beberapa gazebo yang menyediakan air minum diatara kebun Pepaya Hawai ini, kalau beruntung penjaga gazebo akan ambilkan pepaya ini, gratis!

 

canyon-3Hamparan padang rumput luas menemani perjalanan menuju parkiran, ada Mini Zoo juga sebelum mengakhiri Hidden Canyon, tapi gua pilih ngga mampir, selain panas terik juga mesti pergi ke beberapa destinasi lain. Sebelum banyak yang bercerita tentang Hidden Canyon, tempat ini patut dijajal, setidaknya you guys jadi generasi pertama yang menceritakan tempat wisata baru ini, seru kan? Seru! tapi bakal ngga jadi seru kalau pergi ke tempat ini menyisakan sampah bekas makanan atau minuman kemasan, you guys jangan buang sampah di tempat ini yaa, bawa keluar sampahmu, di parkiran mereka menyediakan tempat sampah kok!

img_3070

Advertisements

2 thoughts on “Selagi di Gianyar, Mampir Dulu Lah Ke Hidden Canyon

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s