Begini Rute Menikmati Pura Di Bali

Cari kata BALI untuk images di Google yang tampil gambar Pura dengan berbagai keindahan dan keteduhan lingkungan yang mengelilinginya. Ngga penasaran mau datangi Pura cantik nan teduh itu? Yuk telusuri beberapa Pura itu sembari cari tahu filosofi didirikannya setiap pura yang kita sambangi, begini rutenya! 

Pura Besakih

Rute pertama jatuh pada Pura Besakih, kenapa? Sebab Pura Besakih diyakini sebagai tempat pertama para leluhur Bali yang pindah dari Gunung Raung di Jawa Timur. Ada cerita menarik kenapa akhirnya leluhur Bali mendirikan Pura di tempat ini.

Begitu semangatnya mereka membersihkan lahan baru ini, hingga melupakan rasa syukur pada alam semesta, hingga suatu waktu alam menegur dengan bencana sakit dan banyak orang yang dimakan oleh bintang buas, hingga suatu waktu seorang pertapa mengigatkan untuk mengerjakan upacara yadnya atau dalam istilah Bali dikenal dengan nama bebanten atau sesaji bagi Sang Hyang Widhi Wasa. Nah, di tempat mula persembahyangan untuk menebas hutan di Bali ini leluhur menanam kendi atau payuk berisi air, beserta Pancadatu berupa logam emas, perak, tembaga, besi dan perunggu disertai permata Mirah Adi (permata utama) dan upakara (bebanten/sesajen) yang diperciki oleh Pangentas (air suci). Tempat aktivitas diletakkannya sesajen itu diberi nama Pura Basuki yang hingga kini dikenal dengan nama Pura Besakih. Setelah berdirinya Pura Besakih, aktivitas pembersihan diteruskan tanpa meninggalkan rasa syukur mereka bagi Sang Hyang Widhi Wasa.

besakih
Terbayang kan keteduhan Pura Besakih ini (suartur.com)

Pura Ulun Danu Bratan

Terbilang tidak jauh dari Pura Besakih, perjalanan menelusuri Pura di Bali lanjut ke Pura Ulun Danu Bratan. Salah satu daya pikat pura ini adalah letaknya di tengah danau diantara pegunungan sejuk. Ngga afdol deh ke Bali kalau belum lihat langsung pura yang tambah terkenal berkat ada di uang pecahan Indonesia Rp. 50.000 ini.

pura-ulun-danu-bratan
Seolah dikelilingi danau, Pura ini begitu indah untuk difoto setiap saat (accessibleindonesia)

Pura Ulun Danu Beratan berada di Desa Bedugul, Bedugul terkenal dengan udara yang sejuk berkat ketinggian 1.293 meter diatas permukaan laut. Pura Ulun Danu Beratan adalah pura yang ditujukan untuk pemujaan Dewi Danu sebagai simbol pemberi kesuburan dan kemakmuran untuk penduduk Desa Bedugul.

Pura Tanah Lot

Sebelum menikmati indahnya Pura Tanah Lot, yuk kita kepo-in dulu ada apa sih sampai disebut Pura Tanah Lot. Pada zaman dahulu kala…., cie mau membagi kisah nih. Jadi dahulu kala itu penduduk Bali terutama penduduk Desa Beraban percaya pada satu orang pemimpin yang dianggap sebagai utusan Tuhan. Suatu waktu datanglah seorang punggawa dari tanah Jawa, tepatnya dari Kerajaan Majapahit yang ingin menyebarkan agama Hindu menuju Lombok. Punggawa bernama Dang Hyang Dwijendera sebelum tiba di Mataram berhenti melakukan meditasi di Desa Beraban karena melihat cahaya yang keluar dari batu berbentuk burung beo dengan mata air di dalamnya.

Berkat kharisma dan ajaran yang dibawa, banyak penganut monotheisme lokal yang mulai mengikuti ajaran Dang Hyang Dwijendera. Pimpinan penganut monotheisme desa Beraban marah dan mengusir Dang Hyang Dwijendera. Dengan kesaktiannya Dang Hyang Dwijendera berhasil menggeser tempat pertapaan yang semula menyatu dengan tanah itu ke tengah laut. Maka jadi lah tanah dengan bangunan pura itu disebut Tanah Lot atau tanah di tengah laut, itu kenapa sekarang kita lihat Tanah Lot seperti terhempas ke laut, mungkin dahulu Pura itu berada didaratan Beraban.

sunset-tanah-lot-bali
Terpisah dari daratan bikin Pura di Tanah Lot ini semakin menarik 

 

Pura Puncak Mundi, Nusa Penida

Buat yang belum pernah menginjakkan kaki ke Nusa Penida, ini saatnya untuk menyambangi pulau nyentrik yang pernah jadi tempat pembuangan Soekarno itu. Dari penyeberangan Sanur kurang lebih 30 menit dengan boat ke Nusa Penida. Pura yang akan dituju adalah Pura Puncak Mundi.

Kisah para Dewa turun ke bumi menjelma jadi manusia diceritakan pada asal muasal Pura Puncak Mundi. Diyakini hal itu terjadi pada tahun saka 50 ketika Batara Siwa turun ke dunia menjelma jadi manusia di sekitar Puncak Bukit Mundi  yang merupakan dataran tertinggi di Nusa Penida. Ketika itu Batara Siwa menjelma jadi seorang pendeta besar yang sakti, bernama Dukuh Jumpungan.

Seperti keyakinan Hindu umumnya jika salah satu dewa turun ke bumi tentu berpasangan, nah! pasangan Dukuh Jumpungan adalah Dewi Uma, yang juga seorang Dewi yang menjelma jadi wanita jelita.  

Tahun Saka 90, istri Dukuh Jumpungan melahirkan seorang putra bernama I Merja. Kisah ini lah yang jadi muasal cerita berkembang biaknya penduduk di Pulau Nusa Penida, bukan hanya penduduk yang terus bertambah, sejak pura pertama di Nusa Penida itu, kini sudah terdapat banyak pura di Nusa Penida. Jadi ngga salah you guys begitu tiba di dermaga Nusa Penida kudu ke pura ini terlebih dahulu sebelum menyambangi pura lain di Nusa Penida.

Jangan lupa untuk berpakaian sopan dan menyapa dengan ramah petugas penjaga Pura sebelum masuk, dan tolong jangan buang sampahmu sembarangan yaaa

dalem-puncak-mundi
Keteduhan yang luar biasa bisa berada di Pura ini, harus coba guys! 

 

Advertisements

Radio (2003): A lesson in Humanity

radio

Akan ayah ceritakan kepadamu apa yang belum belum pernah ayah ceritakan selama ini, ketika ayah berusia 12 tahun, saat berjualan koran dan mengantar ke beberapa rumah di sekitar komplek, ayah selalu melawati sebuah rumah dan di rumah itu selalu terdengar suara rintihan seperti anak terjepit. Ketika ayah lihat ternyata suara itu keluar dari mulut seorang anak seusia ayah dengan keterbelakangan. Dia merintih karena dipasung oleh orang tuanya. Selama dua tahun ayah selalu melewati rumah itu dan selalu mendengar suara itu, namun ayah tidak pernah bisa berbuat apa pun untuk anak itu

Obrolan Pelatih Harold Jones yang diperankan oleh Ed Harris kepada anak tunggalnya Mary Helen (Sarah Drew) diatas adalah cuplikan di akhir cerita film Radio (2003). Sosok anak dengan keterbelakangan mental bernama James Robert Kennedy (Cuba Gooding Jr) ini lah yang menghiasi hampir seluruh isi film.

Kegembiraan Kennedy dengan keranjang dorong dan beberapa alat yang dibawa menjadi perhatian Pelatih Jones saat melintas lapangan football tempat ia melatih siswa SMA Hanna di Anderson Street, South Carolina. Ketertarikan Kennedy pada radio sejak pertama saat dirinya diundang oleh Pelatih Jones dan kesulitan menyebut nama menciptakan sebutan Radio untuk anak yatim keturunan Afrika-Amerika ini.

radio-2003-movie-poster

Untuk menumbuhkan rasa percaya diri Radio, Pelatih Jones terus mengikutsertakan Radio dalam setiap latihan dan aktivitas di SMA Hanna. Namun keadaan tidak seindah yang dibayangkan, niat Pelatih Jones untuk memberikan perhatian lebih kepada Radio menimbulkan kecurigaan dan rasa tidak suka sebagaian orang tua murid. Dengan berbagai cara mereka mulai menghasut orang tua lain agar pihak sekolah mengeluarkan Radio dari sekolah. Niat licik itu berhasil, Radio akhirnya dikeluarkan dari sekolah kerena dikerjai oleh Frank, salah seorang murid bankir kaya dengan  cara menipu Radio untuk masuk ke kamar ganti siswi selepas latihan. Kondisi ini malah meyakinkan Pelatih Jones bahwa Radio harus ditolong sepenuhnya. Dalam sebuah pertemuan tidak resmi yang juga dihadiri oleh ayah Frank, Pelatih Jones menegaskan bahwa niat dirinya untuk menolong Radio bukan tanpa alasan dan jika Radio tetap tidak diizinkan masuk ke sekolah, dia akan ambil keputusan yang akan berpengaruh pada kelangsungan prestasi football murid-murid SMA Hanna.

Pertemuan yang berlangsung tidak lama ini membalikkan opioni para orang tua yang selama ini mengira Pelatih Jones telah berbuat salah dengan mengajak Radio ikut melatih para siswa malah berbalik jadi menyalahkan ayah Frank yang dianggap telah menebar kebencian kepada Radio dengan tanpa alasan.

Film yang diangkat dari kisah nyata tahun 1976 ini mengajarkan seberapa besar manfaat kita bagi orang lain. Apa yang Pelatih Jones lakukan kepada Radio menjadi sebuah pemahaman fundamental bagi kehidupan Radio di masa depan.

Dengan memilih berhenti menjadi pelatih dan terus membimbing Radio hingga kelak bisa diterima masyarakat, Pelatih Jones bisa berkata kepada anak tunggalnya bahwa dirinya tidak melakukan kesalahan kedua terhadap apa yang seharusnya ia lakukan saat berusia 12 tahun lampau, A lesson of Humanity.

 

Starring: 

Cuba Gooding Jr (Radio), Ed Harris (Coach Jones), Alfre Woodard (Principal Daniels), S. Epatha Merkerson (Maggie), Brent Sexton (Honeycutt), Chris Mulkey (Frank Clay), Sarah Drew (Mary Helen ), Riley Smith (Johnny), Patrick Breen (Tucker) dan Debra Wing

Genre: 
Drama

Kemana Hilangnya Film “Soeara Berbisa” (1941)

soeara_berbisa_ad

Atlet muda bernama Mitra dan Neng Mardinah akan menikah. Namun, seorang pemuda yang bernama Mardjohan jatuh cinta dengan Mardinah, dan kemudian menyebarkan fitnah bahwa Mitra adalah anak perampok. Tak tahan dengan fitnah itu, Mitra pergi ke luar kota dan bekerja pada sebuah perkebunan. Ternyata penguasa perkebunan itu Mardjohan. Suatu waktu Mardjohan mengalami kecelakaan dan ditolong oleh Mitra. Setelah diantarkan ke rumah Mardjohan, Ibu Mardjohan mengenali Mitra sebagai anaknya yang telah lama hilang: Mitra adalah adik kandung Mardjohan”

Alur diatas adalah film karya sutradara R Hu dan sutradara Ang Hock Liem yang seharusnya tayang perdana di Medan  bertepatan dengan Idul Fitri tanggal 22 Oktober 1941. Film hitam putih dibawah bendera Union Film ini dibintangi oleh Raden Soekarno, Ratna Djoewita, Oedjang, dan Soehaena. Alur kisah ditulis oleh Djojopranoto. Film dengan setting pemandangan Jawa Barat ini banyak dihiasi oleh alunan musik keroncong. Union Film mengklaim bahwa mereka memperbaiki dialog dan alur sebaik-baiknya dengan memerhatikan kemauan penonton bangsa Indonesia, bahkan dalam surat kabar berbahasa Belanda, film tersebut diiklankan sebagai kisah hebat dan menarik dari dua laki-laki muda di dunia olahraga pribumi  yang diproduksi secara beradab sehingga patut dihargai oleh masyarakat Eropa.

Union Film berkantor di Mangga Besar Jakarta dan didirikan oleh pengusaha etnis Tionghoa, Ang Hock Liem dan Tjoa Ma Tjoen. Union Film hadir saat industri perfilman Indonesia mulai bangkit ketika itu, mereka berorientasi pada pertumbuhan kalangan inteligensia bangsa Indonesia. Film pertama karya Union Film adalah Kedok Ketawa yang dirilis pada Juli 1940. Film ini diikuti oleh serangkaian film yang ditulis oleh Saeroen.

Film-film mereka disutradarai oleh oleh empat orang, sebagian besar etnis Tionghoa, dan melambungkan karier aktor-aktor seperti Raden Sokarno dan Djoewariah. Setelah perusahaan ini tutup, Raden Soekarno tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai pemain film sampai 1970an dan berganti nama menjadi Rendra Karno

Seorang antropolog visual Amerika Karl G. Heider berpendapat bahwa seluruh film Indonesia yang berasal dari masa sebelum 1950 telah hilang, entah oleh pencurian, terbakar bersama dengan kebakaran besar gudang Produksi Film Negara tahun 1952, atau sengaja dibakar oleh beberaapa pihak. Bisa jadi film kisah percintaan Soeara Berbisa ini dicuri oleh Belanda lalu disimpan dengan rapih dan mereka terus merahasiakan keberadaannya hingga kini, wallahualam.

Ah! jika saja film Soeara Berbisa dan ketujuh film lain produksi Union Film tidak hilang apalagi jika Union Film terus berproduksi hingga kini mungkin perkembangan film Indonesia lebih bagus dari sekarang.

Diolah dari Wikipedia

“ku ingin hidup seribu tahun lagi”

Mungkin harapan Itu yang diinginkan para guru, karena mereka ingin hidup lebih lama agar bisa terus mengajarkan kebaikan.

Lantunan lagu diatas adalah salah satu yang dibawakan oleh seorang guru pada acara reuni SMA Kristen Ignatius Slamet Riyadi (SMAK SLAMER) angkatan 1986 ke-30 di Cimanggis, 15 Oktober 2016. Berkesempatan ikut mengabadikan moment itu akhirnya berujung posting ke Facebook, semoga ini jadi semangat bagi semua untuk menjaga tali pertemanan, rasa syukur atas ilmu yang telah guru berikan dan tentu terhadap semua kebaikan Tuhan bagi kita. Enjoy the video

https://plus.google.com/+mahmurmarganti-damiri/posts/L5DtqUFDcKu?_utm_source=1-2-4