Kemana Hilangnya Film “Soeara Berbisa” (1941)

soeara_berbisa_ad

Atlet muda bernama Mitra dan Neng Mardinah akan menikah. Namun, seorang pemuda yang bernama Mardjohan jatuh cinta dengan Mardinah, dan kemudian menyebarkan fitnah bahwa Mitra adalah anak perampok. Tak tahan dengan fitnah itu, Mitra pergi ke luar kota dan bekerja pada sebuah perkebunan. Ternyata penguasa perkebunan itu Mardjohan. Suatu waktu Mardjohan mengalami kecelakaan dan ditolong oleh Mitra. Setelah diantarkan ke rumah Mardjohan, Ibu Mardjohan mengenali Mitra sebagai anaknya yang telah lama hilang: Mitra adalah adik kandung Mardjohan”

Alur diatas adalah film karya sutradara R Hu dan sutradara Ang Hock Liem yang seharusnya tayang perdana di Medan  bertepatan dengan Idul Fitri tanggal 22 Oktober 1941. Film hitam putih dibawah bendera Union Film ini dibintangi oleh Raden Soekarno, Ratna Djoewita, Oedjang, dan Soehaena. Alur kisah ditulis oleh Djojopranoto. Film dengan setting pemandangan Jawa Barat ini banyak dihiasi oleh alunan musik keroncong. Union Film mengklaim bahwa mereka memperbaiki dialog dan alur sebaik-baiknya dengan memerhatikan kemauan penonton bangsa Indonesia, bahkan dalam surat kabar berbahasa Belanda, film tersebut diiklankan sebagai kisah hebat dan menarik dari dua laki-laki muda di dunia olahraga pribumi  yang diproduksi secara beradab sehingga patut dihargai oleh masyarakat Eropa.

Union Film berkantor di Mangga Besar Jakarta dan didirikan oleh pengusaha etnis Tionghoa, Ang Hock Liem dan Tjoa Ma Tjoen. Union Film hadir saat industri perfilman Indonesia mulai bangkit ketika itu, mereka berorientasi pada pertumbuhan kalangan inteligensia bangsa Indonesia. Film pertama karya Union Film adalah Kedok Ketawa yang dirilis pada Juli 1940. Film ini diikuti oleh serangkaian film yang ditulis oleh Saeroen.

Film-film mereka disutradarai oleh oleh empat orang, sebagian besar etnis Tionghoa, dan melambungkan karier aktor-aktor seperti Raden Sokarno dan Djoewariah. Setelah perusahaan ini tutup, Raden Soekarno tetap melanjutkan pekerjaannya sebagai pemain film sampai 1970an dan berganti nama menjadi Rendra Karno

Seorang antropolog visual Amerika Karl G. Heider berpendapat bahwa seluruh film Indonesia yang berasal dari masa sebelum 1950 telah hilang, entah oleh pencurian, terbakar bersama dengan kebakaran besar gudang Produksi Film Negara tahun 1952, atau sengaja dibakar oleh beberaapa pihak. Bisa jadi film kisah percintaan Soeara Berbisa ini dicuri oleh Belanda lalu disimpan dengan rapih dan mereka terus merahasiakan keberadaannya hingga kini, wallahualam.

Ah! jika saja film Soeara Berbisa dan ketujuh film lain produksi Union Film tidak hilang apalagi jika Union Film terus berproduksi hingga kini mungkin perkembangan film Indonesia lebih bagus dari sekarang.

Diolah dari Wikipedia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s