Kenapa Film “Muhammad: The Messenger of God” (2015) Tidak Tayang di Bioskop Kami

 

Alasan sebelum nonton tayangan film yang beredar, selain lihat dulu resensi, rating IMDb selalu jadi patokan. Nilai 8.1 dari 10 untuk film “Muhammad: The Messenger of God” adalah angka yang sangat mengagumkan buat gua. Bayangkan, Assassin’s Creed (2016) yang cuma dapat rating 6.4 gua cukup antusias untuk nonton dan bawa anak-anak.

Tersebut lah kisah Abraha, Raja Habasha, memerintahkan salah satu panglima perangnya untuk menyerang kota Mekah. Ia ingin bangunan Kabah dihancurkan. Ia kemudian menyusun rencana dan kekuatan sebaik mungkin. Salah satunya dengan menyiapkan pasukan tangguh yang terdiri dari ribuan tentara manusia, kuda, dan gajah.

Namun rencana penyerangan pasukan Abraha gagal di tengah jalan. Ketika sebagian pasukan mulai mendekati Mekah, para gajah mendadak berhenti bergerak. Mereka tiba-tiba lari berbalik arah, seolah ingin menjauh dari Mekah.

Tak lama kemudian muncul jutaan burung kecil membawa batu di kaki mereka. Burung-burung ini menghujani pasukan Abraha dengan batu dan memusnahkan seluruh pasukan Abraha. Sebulan setelah peristiwa itu, lahir lah sang nabi akhir zaman, Muhammad SAW

muhammad_-_the_messenger_of_god_poster

Petikan kisah film dengan anggaran sangat besar karya sineas Iran berjudul Muhammad, Messenger of God. Film yang berkisah tentang masa kecil Nabi Muhammad dengan segala bentuk tirani dan penindasan terhadap umat Islam seharusnya sudah tayang sejak tahun 2015 lalu. Cerita yang selama ini gua dapat dari buku-buku atau dinukilkan oleh guru ngaji semasa kecil di surau itu mestinya bisa gua lihat secara mengagumkan di layar lebar layaknya Assassin’s Creed yang jauh tidak menarik itu.

mv5bngfmntbhzdatzdy2my00ytgwlwfimtctoguwzddjnjq1nza0xkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

Sayangnya film berdurasi 190 menit ini menuai kritik dan penolakan dari kelompok konservatif. Film Muhammad: The Messenger of God dinilai kurang pantas. Salah satunya karena menyertakan shot belakang punggung Muhammad muda saat memandang langit. Penggambaran fisik Muhammad adalah tabu bagi masyarakat muslim dunia – terutama yang berpegang teguh pada tradisi Sunni yang dominan – meski kaum Syiah, yang terdiri atas 95 persen penduduk Iran, memiliki pendekatan dan tanggapan lebih liberal untuk masalah ini.

mv5bztg0n2jindutotrmnc00zdvjlwi3mmetmwiznmi5zmfizde5xkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

Petikan wawancara The Guardian, Majid Mujidi sang Sutradara, bilang bahwa dia sadar akan banyak kritik yang muncul terhadap film ini, tapi menurutnya ini adalah persoalaan kepercayaan individu. Dirinya yakin bahwa Ia masih memegang teguh aturan agama dan Allah selama pembuatan film ini. “Saya menyayangi Nabi Muhammad SAW” tuturnya.

Dalam film ini Majid berniat memperkenalkan Nabi Muhammad SAW dan menyampaikan pesan persatuan dunia Islam. “Kami memilih membagi kisah masa hidup Nabi ke dalam film karena banyak yang berbagi pesan lewat media ini. Kami juga ingin menunjukkan dan kembali mengingatkan bahwa Islam itu satu dengan menunjukkan tidak ada perbedaan antara Syiah dan Sunni serta kelompok Islam lainnya. Kami membawa pandangan persatuan Islam,” ujar Majid yang juga sutradara Children of Heaven (1997).

Bila saja scene yang nampak punggung belakang Nabi Muhammad muda itu dipotong, sehingga tidak ada satu pun penampakan Beliau, apakah film ini tetap tayang di bioskop negeri ini? Wallahu A’lam Bishawab. Mungkin bukan cuma perihal itu, tentu masih ada lagi alasan orang-orang pintar kenapa film yang trailler-nya ajah bikin hati bergetar ini tidak tayang di negeri ini. Tap ajah embedeb Youtube ini https://goo.gl/tjEdi4

Kalau sejarah Cal Lynch yang keturunan Creed sebagai hayalan team Ubisoft bisa gua tonton bersama anak-anak gua di layar lebar kenapa kehidupan masa kecil panutan gua, Muhammad Rosulullah ngga bisa?

Shollu Ala Muhammad

mv5bzteynwm3mmetymrkni00njk3ltg2zjutmza2mwm0m2u4mdiwxkeyxkfqcgdeqxvynji1nzexnzi-_v1_

 

Brown Canyon-Semarang, Bukan Canyon yang Sebenarnya

Tahun 2016 traveler lokal dikagetkan dengan munculnya canyon baru di Semarang. Ada blog travel sampai bilang Grand Canyon di Semarang tak kalah indah dari Grand Canyon yang ada di Amerika. Waw!! Mestinya keren banget lah kalau begitu Brown Canyon ini.

Tentu gua ngga bisa bantah begitu ajah tulisan blog travel yang berani bandingkan canyon yang ada di Amerika dengan yang baru ditemukan di Semarang, sebab gua belum pernah pergi ke canyon yang kalah indah di Amerika itu.

Tanpa rencana matang, akhir 2016 kemarin gua dan keluarga memutuskan untuk merayakan tahun baru dengan solo touring. Namanya touring yang penting jakarta coret. Bandung definitely bosan dan kepikir macet, Cirebon rasanya terlalu sebentar untuk 4 hari liburan. Akhirnya terpilih lah Semarang. Horeee angan-angan untuk sambangi Brown Canyon hampir terwujud.

Tol Cipali yang biasanya liburan panjang macet ikut panjang macetnya, eh kali ini lancar jaya, hanya hujan terus menemani sampai selepas Kendal hingga Allstay Hotel Semarang, Jalan Veteran tempat kami menginap. Kekhawatiran batal ke Brown Canyon membayangi hingga pagi. Menurut salah seorang traveler yang jumpa di hotel pagi itu bilang jangan memaksakan diri ke Brown Canyon kalau habis hujan, akan sangat becek, banyak lumpur bahkan sulit dilewati mobil pribadi.

Begitu dengar sulit dilewati mobil pribadi, adrenalin malah menggelora. Pasti asik tempat ini. Sabtu tanggal 31 Januari 2016 pukul 09:00 akhirnya gua berangkat dari hotel menuju Brown Canyon. Google Maps bilang jarak cuma 13 km dengan perjalanan ngga lebih dari 1 jam. Okel lah.

To get there

Sesuai sub judul, hari gini mah ngga sulit kalau mau ke sebuah destinasi, tinggal cari di Google Maps, dapat lah nama Brown Canyon. You guys kalau mau kesana tap embed map ini ajah https://goo.gl/maps/hyxMHM9tQHv.

Jangan bayangkan jalan menuju canyon juga lengkap dengan fasilitas petunjuk jalan, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju lokasi dihiasi oleh pemandangan indah layaknya beberapa lokasi wisata lain, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju canyon papasan dengan para turis lokal maupun turis bule, ngga banget!

Jalan menuju Brown Canyon dari Semarang adalah jalan kabupaten dengan fasilitas 1 jalan aspal dua arah yang banyak dilalui motor-motor dan becak, ngga ada petunjuk jalan atau umbul-umbul mengarah lokasi. Sepanjang perjalanan dari Jalan Veteran Semarang ngga ada rambu petunjuk Brown Canyon. Karena ini jalan kabupaten atau bahkan jalan kecamatan, bakal ketemu tikungan-tikungan atau perempatan yang macet, mohon bersabar ajah. Satu lagi, jangan berharap papasan dengan para turis bule macam di Ubud atau di Hidden Canyon di Gianyar, ngga guys! yang ada elu hanya akan banyak papasan dengan truk-truk pengangkut tanah dengan supir dan kernet berwajah lelah dengan baju kaos merk Hings yang fenomenal.

Area lokasi canyon dengan hunian penduduk dipisahkan oleh jembatan kali yang hanya bisa dilalui 1 kendaraan, jadi mesti gantian. Apa yang dibilang si traveler itu ternyata benar, jalan menuju lokasi sangat becek dan licin. Ada 3 akses menuju lokasi terdekat ke bukit canyon, dua akses lain negatif untuk dilewati, tinggal 1 akses lagi dan you guys mesti bersaing dengan truk di jalan tanah itu.

Tingginya sisa tanah yang disebut canyon itu sudah terlihat kurang lebih 300 meter sebelum tiba di lokasi. Hujan yang turun terus menerus hingga pagi tadi bukan hanya ganggu jalan masuk menuju canyon, tapi juga ganggu pemandangan untuk foto canyon. Awan mendung sisa hujan bener-bener bikin kelam.

brown04

Fasilitas

Tidak ada lokasi parkir layaknya sebua tempat wisata, ngga ada gate masuk layaknya masuk ke DUFAN atau ke TAMAN SAFARI, ngga! Ngga ada. Tapi begitu mobil kita mulai parkir seadanya ngga jauh dari kaki bukit itu, dua motor sigap hampiri dan sodorkan tiket tanda masuk lokasi wisata senilai Rp. 5.000,- per orang. Mau berantem juga males cuma lima ribu doang cuma KZL ajah, maen todong begini, ah yaudah lah. Dengan sedikit ngobrol ngalur-ngidul salah satunya bilang yaudah pak, bayar 3 orang ajah. Kami berlima waktu itu. Jadi dia dapat Rp. 15.000 dan ngga tahu pergi kemana setelah itu. Mungkin ke pos penjaga tiket masuk, mungkin ada loh. Sebab gua juga ngga lihat lagi setelah itu.

brown02Banyaknya antrian truk menunggu giliran untuk diisi tanah oleh escavator, ramainya dentuman dinamit untuk hacurkan tanah-tanah yang masiv, banyaknya titik rawan dinamit untuk didekati dan tidak adanya titik safety point sekedar untuk berteduh menikmati INDAHNYA canyon bikin gua yakin betul tempat ini bukan tempat wisata. Jika ada yang bilang ini tempat wisata itu jelas dipaksakan berdasarkan sisa tanah tanah yang belum runtuh oleh dentuman dinamit. Tempat ini jelas berbahaya untuk dikunjungi.

Lalu kenapa banyak yang masih mau datang ke tempat ini? Bagi para pemburu foto, lingkungan ekstrem disini jelas jadi surga untuk ambil gambar. Ceruk yang tergali dengan meninggalkan bagian lain yang belum sempat digali tentu jadi daya tarik tersediri, termasuk beberapa bukit sisa yang belum dihancurkan.

brown01

Untuk Siapa Brown Canyon

Lalu kenapa lokasi ini sampai terbentuk canyon dan diberi nama Brown Canyon? Brown Canyon adalah nama yang kelak akan digunakan oleh si pemilik area untuk komplek perumahan orang-orang kaya di Semarang. Saat ini mereka sedang melakukan cut and fill area. Mungkin master plan mereka ada area yang harus di-cut, sehingga banyak tanah yang harus dibawa keluar area dan ada bagian yang dibiarkan atau bahkan ditambah ketinggiannya untuk bikin efek mengagumkan dari komplek perumahan yang akan ditempati orang-orang kaya nanti.

brown05

Sampai Kapan bayar Rp. 5.000

Terus tinggal berapa lama lagi para photo hunters bisa mengabadikan CANYON yang konon tak kalah indah dari GRAND CANYON di Amerika ini? Hasil obrolan gua dengan salah seorang mandor di sela-sela ledakan dinamit, kurang dari 6 bulan sejak hari itu sebagian besar bukit-bukit sudah akan rata dengan tanah. Sedih ngga? Ngga sedih sih. Susunan bukit-bukit sisa galian itu bakal hilang, tapi ngga usah khawatir, itu semua bakal digantikan oleh bukit baru yang lebih hijau, lebih bersih, lebih tertata dengan pintu masuk dan gerbang yang jelas ditambah baliho sangat besar mungkin bertuliskan Selamat Datang Di Komplek Perumahan (mewah) Brown Canyon. Oh iya satu lagi, kalau udah ada embel-embel Komplek Perumahan pasti jalan menuju Brown Canyon bakal banyak rambu petunjuk sejak dari Simpang Lima dan jalannya pasti makin halus.

brown03

Jadi buat yang mau menikmati Brown Canyon selagi bayarnya cuma Rp. 5.000 dari sekarang deh sambangi, sebelum bukit yang indah itu berganti jadi bukit buatan nan indah tak seindah Grand Canyon di Amerika.

escape01