Sudah Singgah Ke Taman Nasional Bali Barat?

21544047_10213990169849353_8199423439072768952_o

Tanggal 24 Maret 1911, seorang ahli biologi Jerman, Dr. Baron Stressman, mendarat di sekitar wilayah Singaraja karena kapal Ekspedisi Maluku II yang ditumpanginya mengalami kerusakan. Ia kemudian memutuskan untuk menetap di Bali Barat 3 bulan lamanya. Melalui penelitian yang tak disengaja, Baron Stressman menemukan spesies burung endemik yang langka, yaitu Jalak Bali (leucopsar rothschildi) di Desa Bubunan, sekitar 50 km dari Singaraja.

21731607_10213990167089284_1989393820392037990_o

Penelitian selanjutnya dilakukan oleh Dr. Baron Viktor von Plesen, yang menyimpulkan bahwa penyebaran Jalak Bali hanya meliputi Desa Bubunan sampai ke Gilimanuk, yaitu seluas kurang lebih 320 km2. Oleh karena populasi Jalak Bali ketika itu terbilang langka. Pada tahun 1928 sejumlah 5 ekor Jalak Bali dibawa ke Inggris dan berhasil dikembangbiakkan. Kemudian tahun 1962, Kebun Binatang Sandiego di Amerika Serikat juga dikabarkan telah mengembangbiakkan burung ini.

21544156_10213990153568946_4072537436361142636_o

Selain Jalak Bali, hewan langka lainnya yang hidup di taman nasional ini adalah Harimau Bali. Untuk melindungi hewan-hewan langka tersebut, maka Dewan Raja-raja di Bali mengeluarkan SK No. E/I/4/5/47 tanggal 13 Agustus 1947 yang menetapkan kawasan Hutan Banyuwedang dengan luas 19.365,6 ha sebagai Taman Pelindung Alam (Natuur Park) yang statusnya sama dengan suaka margasatwa.

21458256_10213990186689774_7980531899984639756_o

Butuh kesiapan yang cukup mengingat jaraknya yang cukup jauh ditambah kondisi yang terbilang kering memasuki wilayah yang ditandai dengan warna hijau pekat pada peta Pulau bali. Tentu Anda tidak bisa sepenuhnya menikmati seluruh area Taman Nasional seluas 15.587,89 daratan dan 3.415 terdiri dari laut. Namun Anda setidaknya membutuhkan waktu paling sedikit 5 jam untuk benar-benar menikmati beberapa spot yang dibolehkan untuk pelancong, selebihnya, Anda tidak diperkenankan memasuki area konservasi demi pelestarian beberapa flora dan fauna yang ada disana.

21743665_10213990175409492_2397935726840658470_o

Taman Nasional Bali Barat memiliki jenis ekosistem yang unik, yaitu perpaduan antara ekosistem darat dan ekosistem laut. Di kawasan ini, wisatawan dapat menjelajahi ekosistem daratan (hutan), mulai dari hutan musim, hutan hujan dataran rendah, savana, hingga hutan pantai. Sementara pada ekosistem perairan (laut), wisatawan dapat menyaksikan hijaunya hutan mangrove, keelokan pantai, ekosistem coral, padang lamun, serta perairan laut dangkal dan dalam.

19453240_10213990202370166_7335124080680692282_o

Di Taman Nasional Bali Barat, Anda bisa melihat langsung aneka jenis satwa yang hidup bebas seperti burung Jalak Bali (leucopsar rothschildi) yang merupakan hewan endemik dan langka, burung ibis putih kepala hitam, kijang, trenggiling, landak, serta kancil.

21741242_10213990161209137_1816853055928569635_o

Wilayah TNBB terbentang di dua kabupaten, yaitu Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, dan Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali, Indonesia. Taman Nasional Bali Barat mudah dicapai baik dari Kota Denpasar maupun dari Pelabuhan Gilimanuk. Hal ini karena lokasi taman nasional ini dilalui oleh jalan raya Gilimanuk—Negara maupun jalan raya Gilimanuk—Singaraja.

21743877_10213990173049433_1581525798891506227_o

Harga tiket untuk menikmati Taman Nasional Bali Barat adalah Rp 25.000,- per orang untuk wisatawan domestik, dan Rp 50.000,- untuk wisatawan asing. Taman Nasional Bali Barat memiliki berbagai macam akomodasi dan fasilitas, antara lain pemandu wisata, pondok wisata, menara pandang, dn jalan setapak untuk memudahkan penjelajahan.

21743422_10213990153688949_6459638688089697807_o

Berada di hutan dengan pepohonan rindang yang tumbuh diatas  sisa 4 buah gunung berapi kuno lengkap dengan suara-suara indah burung berkicau dari balik pepohonan, rasanya tak ingin cepat-cepat meniggalkan kawasan ujung barat Pulau Bali ini.

21741052_10213990182169661_7346239084033374363_o

Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam saat saya meniggalkan pos jaga terluar, Sayonara Taman Nasional Bali Barat, suatu waktu pasti saya akan datang lagi untuk mengabadikan beberapa hewan yang belum terlihat hari itu.

21544075_10213990186729775_6984401731305686032_o

Anda yang belum sempat singgah, singgahlah, ajak keluarga nikmati keindahan ciptaan Tuhan sembari menambah ilmu pengetahuan.

Advertisements

Brown Canyon-Semarang, Bukan Canyon yang Sebenarnya

Tahun 2016 traveler lokal dikagetkan dengan munculnya canyon baru di Semarang. Ada blog travel sampai bilang Grand Canyon di Semarang tak kalah indah dari Grand Canyon yang ada di Amerika. Waw!! Mestinya keren banget lah kalau begitu Brown Canyon ini.

Tentu gua ngga bisa bantah begitu ajah tulisan blog travel yang berani bandingkan canyon yang ada di Amerika dengan yang baru ditemukan di Semarang, sebab gua belum pernah pergi ke canyon yang kalah indah di Amerika itu.

Tanpa rencana matang, akhir 2016 kemarin gua dan keluarga memutuskan untuk merayakan tahun baru dengan solo touring. Namanya touring yang penting jakarta coret. Bandung definitely bosan dan kepikir macet, Cirebon rasanya terlalu sebentar untuk 4 hari liburan. Akhirnya terpilih lah Semarang. Horeee angan-angan untuk sambangi Brown Canyon hampir terwujud.

Tol Cipali yang biasanya liburan panjang macet ikut panjang macetnya, eh kali ini lancar jaya, hanya hujan terus menemani sampai selepas Kendal hingga Allstay Hotel Semarang, Jalan Veteran tempat kami menginap. Kekhawatiran batal ke Brown Canyon membayangi hingga pagi. Menurut salah seorang traveler yang jumpa di hotel pagi itu bilang jangan memaksakan diri ke Brown Canyon kalau habis hujan, akan sangat becek, banyak lumpur bahkan sulit dilewati mobil pribadi.

Begitu dengar sulit dilewati mobil pribadi, adrenalin malah menggelora. Pasti asik tempat ini. Sabtu tanggal 31 Januari 2016 pukul 09:00 akhirnya gua berangkat dari hotel menuju Brown Canyon. Google Maps bilang jarak cuma 13 km dengan perjalanan ngga lebih dari 1 jam. Okel lah.

To get there

Sesuai sub judul, hari gini mah ngga sulit kalau mau ke sebuah destinasi, tinggal cari di Google Maps, dapat lah nama Brown Canyon. You guys kalau mau kesana tap embed map ini ajah https://goo.gl/maps/hyxMHM9tQHv.

Jangan bayangkan jalan menuju canyon juga lengkap dengan fasilitas petunjuk jalan, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju lokasi dihiasi oleh pemandangan indah layaknya beberapa lokasi wisata lain, ngga banget! Jangan bayangkan jalan menuju canyon papasan dengan para turis lokal maupun turis bule, ngga banget!

Jalan menuju Brown Canyon dari Semarang adalah jalan kabupaten dengan fasilitas 1 jalan aspal dua arah yang banyak dilalui motor-motor dan becak, ngga ada petunjuk jalan atau umbul-umbul mengarah lokasi. Sepanjang perjalanan dari Jalan Veteran Semarang ngga ada rambu petunjuk Brown Canyon. Karena ini jalan kabupaten atau bahkan jalan kecamatan, bakal ketemu tikungan-tikungan atau perempatan yang macet, mohon bersabar ajah. Satu lagi, jangan berharap papasan dengan para turis bule macam di Ubud atau di Hidden Canyon di Gianyar, ngga guys! yang ada elu hanya akan banyak papasan dengan truk-truk pengangkut tanah dengan supir dan kernet berwajah lelah dengan baju kaos merk Hings yang fenomenal.

Area lokasi canyon dengan hunian penduduk dipisahkan oleh jembatan kali yang hanya bisa dilalui 1 kendaraan, jadi mesti gantian. Apa yang dibilang si traveler itu ternyata benar, jalan menuju lokasi sangat becek dan licin. Ada 3 akses menuju lokasi terdekat ke bukit canyon, dua akses lain negatif untuk dilewati, tinggal 1 akses lagi dan you guys mesti bersaing dengan truk di jalan tanah itu.

Tingginya sisa tanah yang disebut canyon itu sudah terlihat kurang lebih 300 meter sebelum tiba di lokasi. Hujan yang turun terus menerus hingga pagi tadi bukan hanya ganggu jalan masuk menuju canyon, tapi juga ganggu pemandangan untuk foto canyon. Awan mendung sisa hujan bener-bener bikin kelam.

brown04

Fasilitas

Tidak ada lokasi parkir layaknya sebua tempat wisata, ngga ada gate masuk layaknya masuk ke DUFAN atau ke TAMAN SAFARI, ngga! Ngga ada. Tapi begitu mobil kita mulai parkir seadanya ngga jauh dari kaki bukit itu, dua motor sigap hampiri dan sodorkan tiket tanda masuk lokasi wisata senilai Rp. 5.000,- per orang. Mau berantem juga males cuma lima ribu doang cuma KZL ajah, maen todong begini, ah yaudah lah. Dengan sedikit ngobrol ngalur-ngidul salah satunya bilang yaudah pak, bayar 3 orang ajah. Kami berlima waktu itu. Jadi dia dapat Rp. 15.000 dan ngga tahu pergi kemana setelah itu. Mungkin ke pos penjaga tiket masuk, mungkin ada loh. Sebab gua juga ngga lihat lagi setelah itu.

brown02Banyaknya antrian truk menunggu giliran untuk diisi tanah oleh escavator, ramainya dentuman dinamit untuk hacurkan tanah-tanah yang masiv, banyaknya titik rawan dinamit untuk didekati dan tidak adanya titik safety point sekedar untuk berteduh menikmati INDAHNYA canyon bikin gua yakin betul tempat ini bukan tempat wisata. Jika ada yang bilang ini tempat wisata itu jelas dipaksakan berdasarkan sisa tanah tanah yang belum runtuh oleh dentuman dinamit. Tempat ini jelas berbahaya untuk dikunjungi.

Lalu kenapa banyak yang masih mau datang ke tempat ini? Bagi para pemburu foto, lingkungan ekstrem disini jelas jadi surga untuk ambil gambar. Ceruk yang tergali dengan meninggalkan bagian lain yang belum sempat digali tentu jadi daya tarik tersediri, termasuk beberapa bukit sisa yang belum dihancurkan.

brown01

Untuk Siapa Brown Canyon

Lalu kenapa lokasi ini sampai terbentuk canyon dan diberi nama Brown Canyon? Brown Canyon adalah nama yang kelak akan digunakan oleh si pemilik area untuk komplek perumahan orang-orang kaya di Semarang. Saat ini mereka sedang melakukan cut and fill area. Mungkin master plan mereka ada area yang harus di-cut, sehingga banyak tanah yang harus dibawa keluar area dan ada bagian yang dibiarkan atau bahkan ditambah ketinggiannya untuk bikin efek mengagumkan dari komplek perumahan yang akan ditempati orang-orang kaya nanti.

brown05

Sampai Kapan bayar Rp. 5.000

Terus tinggal berapa lama lagi para photo hunters bisa mengabadikan CANYON yang konon tak kalah indah dari GRAND CANYON di Amerika ini? Hasil obrolan gua dengan salah seorang mandor di sela-sela ledakan dinamit, kurang dari 6 bulan sejak hari itu sebagian besar bukit-bukit sudah akan rata dengan tanah. Sedih ngga? Ngga sedih sih. Susunan bukit-bukit sisa galian itu bakal hilang, tapi ngga usah khawatir, itu semua bakal digantikan oleh bukit baru yang lebih hijau, lebih bersih, lebih tertata dengan pintu masuk dan gerbang yang jelas ditambah baliho sangat besar mungkin bertuliskan Selamat Datang Di Komplek Perumahan (mewah) Brown Canyon. Oh iya satu lagi, kalau udah ada embel-embel Komplek Perumahan pasti jalan menuju Brown Canyon bakal banyak rambu petunjuk sejak dari Simpang Lima dan jalannya pasti makin halus.

brown03

Jadi buat yang mau menikmati Brown Canyon selagi bayarnya cuma Rp. 5.000 dari sekarang deh sambangi, sebelum bukit yang indah itu berganti jadi bukit buatan nan indah tak seindah Grand Canyon di Amerika.

escape01

Begini Rute Menikmati Pura Di Bali

Cari kata BALI untuk images di Google yang tampil gambar Pura dengan berbagai keindahan dan keteduhan lingkungan yang mengelilinginya. Ngga penasaran mau datangi Pura cantik nan teduh itu? Yuk telusuri beberapa Pura itu sembari cari tahu filosofi didirikannya setiap pura yang kita sambangi, begini rutenya! 

Pura Besakih

Rute pertama jatuh pada Pura Besakih, kenapa? Sebab Pura Besakih diyakini sebagai tempat pertama para leluhur Bali yang pindah dari Gunung Raung di Jawa Timur. Ada cerita menarik kenapa akhirnya leluhur Bali mendirikan Pura di tempat ini.

Begitu semangatnya mereka membersihkan lahan baru ini, hingga melupakan rasa syukur pada alam semesta, hingga suatu waktu alam menegur dengan bencana sakit dan banyak orang yang dimakan oleh bintang buas, hingga suatu waktu seorang pertapa mengigatkan untuk mengerjakan upacara yadnya atau dalam istilah Bali dikenal dengan nama bebanten atau sesaji bagi Sang Hyang Widhi Wasa. Nah, di tempat mula persembahyangan untuk menebas hutan di Bali ini leluhur menanam kendi atau payuk berisi air, beserta Pancadatu berupa logam emas, perak, tembaga, besi dan perunggu disertai permata Mirah Adi (permata utama) dan upakara (bebanten/sesajen) yang diperciki oleh Pangentas (air suci). Tempat aktivitas diletakkannya sesajen itu diberi nama Pura Basuki yang hingga kini dikenal dengan nama Pura Besakih. Setelah berdirinya Pura Besakih, aktivitas pembersihan diteruskan tanpa meninggalkan rasa syukur mereka bagi Sang Hyang Widhi Wasa.

besakih
Terbayang kan keteduhan Pura Besakih ini (suartur.com)

Pura Ulun Danu Bratan

Terbilang tidak jauh dari Pura Besakih, perjalanan menelusuri Pura di Bali lanjut ke Pura Ulun Danu Bratan. Salah satu daya pikat pura ini adalah letaknya di tengah danau diantara pegunungan sejuk. Ngga afdol deh ke Bali kalau belum lihat langsung pura yang tambah terkenal berkat ada di uang pecahan Indonesia Rp. 50.000 ini.

pura-ulun-danu-bratan
Seolah dikelilingi danau, Pura ini begitu indah untuk difoto setiap saat (accessibleindonesia)

Pura Ulun Danu Beratan berada di Desa Bedugul, Bedugul terkenal dengan udara yang sejuk berkat ketinggian 1.293 meter diatas permukaan laut. Pura Ulun Danu Beratan adalah pura yang ditujukan untuk pemujaan Dewi Danu sebagai simbol pemberi kesuburan dan kemakmuran untuk penduduk Desa Bedugul.

Pura Tanah Lot

Sebelum menikmati indahnya Pura Tanah Lot, yuk kita kepo-in dulu ada apa sih sampai disebut Pura Tanah Lot. Pada zaman dahulu kala…., cie mau membagi kisah nih. Jadi dahulu kala itu penduduk Bali terutama penduduk Desa Beraban percaya pada satu orang pemimpin yang dianggap sebagai utusan Tuhan. Suatu waktu datanglah seorang punggawa dari tanah Jawa, tepatnya dari Kerajaan Majapahit yang ingin menyebarkan agama Hindu menuju Lombok. Punggawa bernama Dang Hyang Dwijendera sebelum tiba di Mataram berhenti melakukan meditasi di Desa Beraban karena melihat cahaya yang keluar dari batu berbentuk burung beo dengan mata air di dalamnya.

Berkat kharisma dan ajaran yang dibawa, banyak penganut monotheisme lokal yang mulai mengikuti ajaran Dang Hyang Dwijendera. Pimpinan penganut monotheisme desa Beraban marah dan mengusir Dang Hyang Dwijendera. Dengan kesaktiannya Dang Hyang Dwijendera berhasil menggeser tempat pertapaan yang semula menyatu dengan tanah itu ke tengah laut. Maka jadi lah tanah dengan bangunan pura itu disebut Tanah Lot atau tanah di tengah laut, itu kenapa sekarang kita lihat Tanah Lot seperti terhempas ke laut, mungkin dahulu Pura itu berada didaratan Beraban.

sunset-tanah-lot-bali
Terpisah dari daratan bikin Pura di Tanah Lot ini semakin menarik 

 

Pura Puncak Mundi, Nusa Penida

Buat yang belum pernah menginjakkan kaki ke Nusa Penida, ini saatnya untuk menyambangi pulau nyentrik yang pernah jadi tempat pembuangan Soekarno itu. Dari penyeberangan Sanur kurang lebih 30 menit dengan boat ke Nusa Penida. Pura yang akan dituju adalah Pura Puncak Mundi.

Kisah para Dewa turun ke bumi menjelma jadi manusia diceritakan pada asal muasal Pura Puncak Mundi. Diyakini hal itu terjadi pada tahun saka 50 ketika Batara Siwa turun ke dunia menjelma jadi manusia di sekitar Puncak Bukit Mundi  yang merupakan dataran tertinggi di Nusa Penida. Ketika itu Batara Siwa menjelma jadi seorang pendeta besar yang sakti, bernama Dukuh Jumpungan.

Seperti keyakinan Hindu umumnya jika salah satu dewa turun ke bumi tentu berpasangan, nah! pasangan Dukuh Jumpungan adalah Dewi Uma, yang juga seorang Dewi yang menjelma jadi wanita jelita.  

Tahun Saka 90, istri Dukuh Jumpungan melahirkan seorang putra bernama I Merja. Kisah ini lah yang jadi muasal cerita berkembang biaknya penduduk di Pulau Nusa Penida, bukan hanya penduduk yang terus bertambah, sejak pura pertama di Nusa Penida itu, kini sudah terdapat banyak pura di Nusa Penida. Jadi ngga salah you guys begitu tiba di dermaga Nusa Penida kudu ke pura ini terlebih dahulu sebelum menyambangi pura lain di Nusa Penida.

Jangan lupa untuk berpakaian sopan dan menyapa dengan ramah petugas penjaga Pura sebelum masuk, dan tolong jangan buang sampahmu sembarangan yaaa

dalem-puncak-mundi
Keteduhan yang luar biasa bisa berada di Pura ini, harus coba guys! 

 

Selagi di Gianyar, Mampir Dulu Lah Ke Hidden Canyon

Kayaknya wisata canyon lagi marak di beberapa daerah di dunia, termasuk Indonesia. Beberapa daerah yang punya spot bekas aliran sungai purba apalagi yang sudah berjamur dan punya bebatuan terjal, buru-buru deh pemerintah daerahnya klaim sudah punya canyon!

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, Canyon atau sudah di-Indonesiakan menjadi Kanyon /ka·nyon/ n bermakna lembah yang sempit dan dalam dengan tepi yang terjal, biasanya ada sungai yang mengalir di dasarnya; jurang.

Nah, ciri-ciri kanyon sesuai KBBI itu juga ada di Gianyar, Bali, konon baru setahun ini ditemukan, penduduk sekitar yang gembira dengan penemuan sisa sungai purba kala itu menyebutnya Hidden Canyon, keren juga yaa!

Berada di area Sungai/Beji Guwang dekat Pura Dalem Guwang, Sukawati, Gianyar, Bali, kata beji sendiri merupakan kata dalam bahasa Bali yang memiliki arti sungai yang dianggap suci. Sungai ini memang dianggap suci karena terdapat beberapa sumber mata air suci.

Beji Guwang memiliki sebuah aliran sungai yang diapit oleh tebing tajam di samping kanan dan kirinya. Air sungai bening berwarna kebiruan dengan ornamen batu kali hitam kecoklatan. Ngga banyak ditemukan lumut di wilayah yang lembab dengan pemandangan menakjubkan ini. .

canyon-4
Lima menit pertama sudah ketemu medan ini, jangan sok tahu dengan ambil jalur sendiri, nurut ajah sama Bli Guide kalau ngga mau tergelincir

Menuju Hidden Canyon terbilang ngga begitu sulit, walaupun besar kemungkinan terlewat karena (saat gua kesana) tandanya cuma plank print out dari bahan fleksi Cina murahan yang ditempel di tempok , buat yang baru sekali atau dua kali ke tempat ini kayaknya mesti kelewat dulu jalan masuk menuju canyon, baru keliatan tuh tanda dan ya mesti putar balik. Letaknya tidak jauh dari Pasar Seni Sukawati, Gianyar, jadi mesti sudah pasang mata selepas pasar Gianyar, atau di Google Maps juga ada kok, selow.

 

Tarif menelusuri Hidden masih terbilang murah, cuma Rp. 10.000 tapi yang mahal adalah dibutuhkan stamina baik dan waras sebab butuh waktu 3 jam lebih untuk melampaui canyon yang terbagi menjadi 3 area ini. Disarankan untuk menggunakan jasa guide yang tersedia, mengingat terlalu banyak jalur yang belum umum digunakan. Paparan terjal dan licin sepanjang jalan dari mula canyon hingga akhir ditambah gesture yang naik turun bersiko tergelincir bila salah melangkah.

Di muka pembayaran tiket, petugas sudah akan menawarkan untuk menggunakan jasa guide, seperti biasa,  gua sih jual mahal dulu, pura-pura udah pernah dan pura-pura ngerti, eh ngga lebih dari 3 menit turun menuju canyon udah nyasar. Terus lihat kanal panjang dengan tebing curam begitu, akhirnya nyerah juga saat guide lokal yang menawarkan untuk menggunakan jasa dia. Tawar menawar ngga terlalu ribet macem di tanah abang, mulanya dia mau gua bayar Rp. 30.000 etapi pas sampai akhir perjalanan, ngga tega juga bayar segitu. Gua senang, bayar gocap ngga jadi masalah.

Sebelum memulai perjalanan, guide sudah mengingatkan untuk melepas alas kaki, jadi perjalanan sepanjang kurang lebih 3 kilo degan berbagai medan ini harus dilampaui dengan tanpa alas kaki. Semua perjuangan ini terbalas dengan pemandangan yang sangat mengagumkan dari setiap titik yang kita lewati, ini luar biasa dan cukup memacu adrenalin, terpeleset sedikit bukan cuma jadi borok ini, patah tulang atau kepala pecah bisa mengingat bebatuan masiv terjal bakal menyambut kita dibawah.

Oh iya tentang dokumentasi no worry, guide juga sudah punya patern lokasi untuk mengabadikan foto sepanjang canyon, hanya yang patut menjadi perhatian cek hasil foto yang mereka ambil, maklum gua mengalami hampir semua foto yang mereka ambil melalu smartphone 98,5% buram, LoL. Oh iya coba-coba jalan melipir jurang dengan posisi gawai di tangan ya, sebab setiap saat resiko jatuh bisa terjadi, dan pastikan gawai juga masuk ke dalam plastik atau gunakan tas yang yang anti air bila resiko terjebur terjadi.

img_3018
Medannya ngga cuma karang terjal, sesekali mesti nyebur juga. Untung bawa model yang serba mau ini, LoL

Medan yang dilalui juga ngga melulu air dan tebing terjal, sesekali harus melewati genangan air setinggi paha orang dewasa, jadi jangan sampai salah konstum ke tempat ini. Sebaiknya pastikan bawa pakaian ganti untuk yang akan melakukan perjalanan ke destinasi lain selepas destinasi ini.

 

canyon-2
Bukan lebay, cara jalan begitu memang dilakukan semua orang sebab tapak untuk melangkah adalah batu dengan permukaan terjal

Akhir dari canyon ketiga bukan berarti akhir dari perjalanan ini, kita masih akan terus melintas jalan naik turun dengan anak-anak sungai kecil diantara rerumputan kering dan perbukitan. Jangan buru-buru, beberapa perbukitan ini menyediakan akar tali yang panjang, nikmatin bergelantungan diantara tali-tali itu atau bisa juga gunakan tali akar untuk memanjat ke atas tebing, kalau berani…

 

img_3046
Selepas canyon ketiga, udah ngga ada basah-basah lagi

Selepas main tali akar itu sudah selesai perjalan? BELUM hahahah, masihpanjang perjalanan. Kita akan melewati kebun pepaya, jenisnya Pepaya Hawaii, ada yang baru dengar? pepayanya kecil-kecil tapi manisnya aduhai, mampir lah ke beberapa gazebo yang menyediakan air minum diatara kebun Pepaya Hawai ini, kalau beruntung penjaga gazebo akan ambilkan pepaya ini, gratis!

 

canyon-3Hamparan padang rumput luas menemani perjalanan menuju parkiran, ada Mini Zoo juga sebelum mengakhiri Hidden Canyon, tapi gua pilih ngga mampir, selain panas terik juga mesti pergi ke beberapa destinasi lain. Sebelum banyak yang bercerita tentang Hidden Canyon, tempat ini patut dijajal, setidaknya you guys jadi generasi pertama yang menceritakan tempat wisata baru ini, seru kan? Seru! tapi bakal ngga jadi seru kalau pergi ke tempat ini menyisakan sampah bekas makanan atau minuman kemasan, you guys jangan buang sampah di tempat ini yaa, bawa keluar sampahmu, di parkiran mereka menyediakan tempat sampah kok!

img_3070

Jaga Mata

Ke Bali jalan-jalan, foto-foto, nangkring di pantai liatin bule? ah itu udah biasa. Yang ngga biasa apa? ke Bali janjian sama dokter mata wawancara khusus untuk sebuah artikel majalah, baru ngga biasa hehehe. pagi dateng sore balik hahahaha. wawancara ini dilakukan di Optik sang dokter, Optik Cendrawasih Jalan Sesetan Raya. Mau tahu oleh-oleh gua ke Bali yang cuma sehari itu? isinya tentang menjaga kesehatan mata wabil khusus untuk yang sudah berusia 40 tahun keatas. ini dia artikelnya.

Berkat kecanggihan alat yang dimiliki Optik Cendrawasih, penanganan operasi katarak telah melampaui optik-optik lain di Bali. Operasi katarak yang dilakukan tanpa alat-alat canggih/manual ukan lukanya lebar, menggunakan jahitan, bius dengan suntik. Namun kecanggihan yang kini dimiliki Optik Cendrawasih itu operasi itu hanya memakan waktu 15 menit, tanpa suntikan bius, dan hanya menyisaka luka yang akan segera sembuh 2 mili. Optik kami sudah mampu melakukan one day care untuk layanan katarak.  Setelah pemasangan lensa tanam dengan kualitas prima, pasca operasi mata cukup ditutup semalam saat tidur dan ketika bangun mata sudah kembali normal.

Glaukoma

Salah satu penyebab kebutaan adalah Glaukoma, glaukoma menyebakan tekanan bola mata yang tinggi. Kasusnya cukup banyak. Terkadang masyarakat kurang waspada dengan kesehatan mata. Jika sudah berumur 40 tahun sebaiknya cek mata ke dokter mata untuk dilakukan pemeriksaan tekanan bola mata. nah lu, sadar deh kalau sudah mulai zoom in zoom out untuk baca tulisan.

Kebiasaan yang kurang baik pada masyarakat kita adalah pasien datang ke dokter mata dalam keadaan sudah buta, jadi yang dokter mata lakukan adalah mengobati butanya, sesungguhnya akan labih baik sekali jika pasien datang untuk pemeriksaan atau pencegahan sehingga kami bisa mencegah terjadinya kebutaan itu.

Tingginya tekanan bola mata bisa terjadi karena beberapa faktor seperti bertambahnya usia, faktor keturunan, adanya riwayat hipertensi, Migran dan penyakit kencing manis. Masyarakat, terutama yang memasuki usia 40 tahun dengan beberapa penyakit diatas sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan mata untuk menghindari kebutaan total. Optik Cendrawasih selalu terbuka untuk masyarakat yang akan melakukan konsultasi kesehatan mata dan juga ketersediaan beberapa alat penunjang kesehatan mata, mulai alat pengecek glaukoma, katarak, hingga penyediaan kacamata bagi anda.

Dengan jadual praktek yang ada hampir setiap hari dalam seminggu, masyarakat bisa menjumpai dr. Kompyang Rahayu, SpM setiap hari senin, selasa, kamis, pukul 15:00 WITA sampai pukul 18:00 WITA, Dokter cantik ini senang menjelaskan seluruh jawaban pasien dengan lengkap dan detail, selain hai-hari diatas, dia juga praktek setiap Rabu, Kamis, dan  Jumat mulai pukul 18:00 WITA hingga pukul 21:00.

IMG_0348
Edukasi kesehatan mata bagi masyarakat

Bergabung dengan Perdami (Persatuan Dokter Mata Seluruh Indonesia), beberapa aktifitas sharing pengetahuan kesehatan mata dan pengobatan cuma-cuma bagi masyarkat sering kali dilakukan. Kegiatan program penanggulangan program kebutaan dengan menggunakan bus di Bali. Ada juga rumah sakit Indra, bantuan pemerintah yang sudah melakukan banyak aktifitas bagi pencegahan kebutaan. Ada juga NGO asing dan yayasan lokal yang banyak bekerja untuk penanggulangan kebutaan di tanah air.

Katarak

Katarak adalah penyakit karena usia hal ini terjadi karena proses degenerasi pada lensa mata. Semua orang akan katarak, hanya ada yang lebih awal ada yang lebih lama. Diabetes adalah salah satu pemicu lebih cepatnya katarak.

Petani akan lebih awal terkena katarak sebab intesitasnya terkena sinar matahari. Kekurangan beberapa vitamin, sayur, dan buah-buahan juga ditengarai sebagai faktor yang mempercepat katarak.

Satu-satunya pengobatan katarak adalah dengan jalan tindakan, masyarakat sebaiknya tidak mudah percaya dengan pengobatan katarak oleh non medis, sebab hal itu bisa berakibat fatal. Tidak ada katarak yang sembuh tanpa proses operasi, apalagi dengan digosok-gosok. Dikira beli voucher pulsa kali digosok-gosok.

Jika katarak tidak dilakukan tindakan akan menyebabkan kebutaan total, analoginya katarak sama seperti buah di pohon, jika tidak kita petik akan membusuk, begitu juga katarak, harus dikeluarkan.  Jika dibiarkan akan menyebabkan tekanan bola mata yang merupakan penyebab kebutaan total.

  • Ciri-ciri penderita katarak
  • Sering kali Silau
  • Penglihatan Buram
  • Penglihat seperti ada asap dan berkabut

Hal-hal diatas tidak bisa dikoreksi dengan kaca mata jadi harus diangkat terlebih dahulu kataraknya.periksa orang tua

(staf dr. Kompyang Rahayu, SpM sedang melakukan pengukuran tekanan bola mata)

Penggunaan Alat bantu penglihatan

Penglihatan ada jauh dan ada jarak dekat. Jika usia sudah mencapai 40 tahun kita perlu kaca mata baca. Bagi penderita mata minus yang sudah berkaca mata, sebaiknya kaca mata harus dipakai. Sering terjadi kekeliruan di masyarakat kita, kadang kaca mata minus atau silinder dipakai dan dilepas, hal ini sangat tidak disarankan. Kaca mata itu obat, karena mata akan terus belajar menyesuaikan saat menggunakan kaca mata, jika dipakai, lalu dilepas akan mengganggu proses ‘belajar’ mata terhadap lensa yang sudah disesuaikan oleh kaca mata.

Penggunaan softlense.

Saya tidak merekomendasikan apalagi untuk penggunaan sehari-hari. Kebersihannya soft lense harus dijaga, tidak boleh kena debu sementara banyak masyarakat kurang telaten dalam menjaga kebersihan softlense. Kedokteran mata tetap akan merekomendasikan kaca mata sebagai pilihan utama dalam membantu penglihatan, bukan softlense. Sebagai kosmetik, softlense hanya diperbolehkan penggunaanya sesekali saja, misalnya saat ke pesta. Penggunaan secara terus menerus akan mengakibatkan kecelakaan mata.

Perawatan Mata

Membersihkan mata dengan menggunakan cairan boorwater dengan merendam mata sangat tidak disarankan, sebab tubuh kita sudah memiliki cairan mata alami yang selalu dihasilkan untuk melakukan pembersihan mata. Merendam mata dengan boorwarter akan mengganggu pH mata.  Apalagi membersihkan mata dengan air sirih, itu lebih berbahaya lagi, sebab selain kandungan yang ada pada air sirih juga sterilisasi air itu belum bisa dijamin kebersihannya.

Kantung mata

Kantung mata terjadi karena faktor usia. Semakin tambah usia, kantung mata akan menggelambir. Mata itu dilindungi oleh lemak, makin tambah usia, lemak yang melindungi mata itu akan kendur, akhirnya akan menggelambir, hal itu akan dipercepat oleh kebiasaan begadang, terlalu lelah. Mengurangi kelelahan mata bisa dilakukan melaui kompres mata dengan kapas celup air es, eye cream atau timun yang sudah didinginkan di kulkas.

Kasus
dr. Kompyang Rahayu, SpM pernah mempunya pasien dengan tekanan bola mata hingga 40 point. Normal tekanan bola mata dalah 10-20. Saat itu saya berikan obat dan saya sarankan untuk melakukan tindakan, akan tapi pasien tersebut tidak datang. Sebulan kemudian pasien itu datang ke Optik Cendrawasih dalam keadaan buta total. Sebulan tidak datang ke optic ternyata pasien tersebut berobat di tabib.

Mengakhiri wawancara yang disela canda gurau sore ini, dokter yang menyukai sekali Pantai Gilitrawangan ini berpesan agar masyarkat Bali khususnya, jangan segan-segan untuk memeriksakan kesehatan mata sedini mungkin dan Optik Cendrawasih yang mudah dijangkau ini selalu terbuka untuk mengatasi segala keluhan tentang kesehatan mata.

Seru juga ya pulang dari Bali oleh-olehnya nasihat untuk jaga mata.

Sunrise via JT011

Hal yang ngga pernah gua lakukan sebelum ini adalah balik ke Jakarta menggunakan penerbangan paling pagi dari Denpasar. Kali ini gua lakukan karena dua hari jelang Nyepi hampir seluruh penerbangan di setiap jam penerbangan sudah ludes terjual.

Sore itu ada keburuntungan karena ternyata pemesanan tiket via online Lion Air untuk besok hari pukul 06:30 masih available dan cuma itu yang ada hingga penerbangan satu hari setelahnya sebab seluruh penerbangan dari dan ke Denpasar saat hari Nyepi praktis ngga ada.

Tiga hari tinggal di Inna Grand Bali Beach Hotel, Sanur yang penuh dengan leyeh-leyeh akhirnya harus tegang sejak jelang tidur malam. Alarm, baik yang disetel di HP maupun titp via resepsionis hotel malam itu harus dipastikan banget bekerja untuk bangun jam setengah 5 pagi, sebab secara hitung-hitungan harus check out jam 5 pagi dari hotel. Perjalanan dari Sanur ke Ngurah Rai mungkin ditempuh setengah jam sekalipun pagi itu sudah gua bayangkan akan melintas tol Bali Mandara menuju Bandara Ngurah Rai itu.

Syukurlah seluruh alarm berbunyi, semua berjalan lancar walaupun agak kurang rela karena harus meninggalkan pantai Sanur dengan harapan sunrise yang mungkin bakal ada kerena dua hari kemarin selalu mendung.

Berbeda dengan Jakarta, pukul 5 pagi di Sanur rasanya ayam pun enggan bangun, cuaca yang sesekali gerimis itu memang mestinya masih enak untuk tidur atau bermalas-malasan.

Setibanya di Bandara Ngurah Rai ketegangan mulai memuncak, karena ternyata perjalanan Sanur-Bandara Ngurah Rai yang diperkirakan setengah malah sampai 45 menit ditambah dengan bandara yang baru ini, dimana motor (karena gua diantar motor temen Bali yang ikut menginap) ngga boleh melintas depan bandara (dulu boleh ngga yaa?) jadi harus lebih jauh ke belakang dan menempuh jalan kaki dengan memakan waktu cukup lama untuk sampai ke terminal keberangkatan.

Singkat cerita akhirnya duduk manis di kursi Boeing 737-300ER kursi nomor 39F Lion Air penerbangan JT011 pukul 06:30 dan bisa menikmati sunrise tentu bukan permintaan gua sebelumnya. Ini semacam posisi bonus buat gua, karena duduk di sisi kanan paling belakang pesawat dimana titik matahari terbit tepat berada di pandangan mata gua. Mungkin penumpang lain di depan ngga dapat kesempatan ini karena posisi mereka tertutup oleh badan pesawat di sisi kanan, apalagi penumpang yang ada di sisi kursi A atau kiri. Sedikit menyesal karena kamera DSLR sudah masuk tas di dalam kabin, tapi… ah sudahlah toh yang penting kan moment sunrise-nya. Dengan kemampuan zoom iPhone 4s yang gua pakai terpaksa gua manfaatkan moment ini

ini penampakan awal saat gua menoleh pertama kali ke jendela

Image

duh, selain belum begitu matang warna horizon-nya, tetesan sisa air hujan di jendela ganggu banget nih, lagian Mr. Matahari juga belum nongol bener, take lagi ah..

Image

nah, mulai mateng nih warna horizon-nya, tunggu sambil harap-harap cemas semoga bener-bener terlihat Sang Mentari pagi

Image

jreeeenggggg, baru deh tampak jelas seluruh body sunrise pagi itu, akhirnya dapet juga moment sunrise di pangkalan udara.

Ngga cukup saat matahari terbit pemandangan indah jelang pesawat taxi dan menuggu antrian di taxi way juga ada pemandangan antrian di landasan termasuk ‘jurang’ landasan take off pesawat dengan laut yang khas di Ngurah Rai, Denpasar.

Image

Masih ada lagi bonus tambahan setelah pesawat take off, duh nikmatnya penerbangan JT011 Lion Air ini. Ternyata dengan duduk di kursi F kita juga akan leluasa menikmati pemandangan jalan tol Bali Mandara sepanjang 12 KM yang menghubungkan Nusa Dua, Ngurah Rai dan Benoa di tengah laut ini.

Image

Tadinya gua kira bakal bete pagi-pagi buta sudah harus meninggalkan Bali. Diberi kesempatan duduk di kursi 39F bikin perjalanan balik ke Jakarta makin asyik. Suatu saat gua akan gunakan lagi penerbangan dari DPS ke CKG ini untuk dapet moment lebih oke lagi.

Jadi bagi yang mau dapet moment keren ini, pastikan memesan penerbangan dengan Lior Air penerbangan JT011 pukul 06:30, et!! jangan lupa, jangan simpan DSLR Anda di dalam bagasi, pastikan dia duduk manis bersama Anda di kursi dan siap jepret.

Sanoyara Bali

yang tetap utuh di Kuburan Trunyan

Tidak perlu frustasi untuk mencapai desa Trunyan yang berjarak kurang lebih 65 km dari Denpasar, sepanjang perjalan banyak sajian pemandangan indah yang dilalui, sebut saja Panelokan yang memiliki view pegunungan dan terasering yang indah, belum lagi objek wisata udara segar yang bisa kita nikmati sepanjang perjalan mendaki itu.

Setelah sajian indahnya danau Batur, perjalan menuju desa Trunyan hampir tiba, selangkah lagi menuju desa Trunyan dengan menggunakan perahu menyebrangi danau Batur. Terdapat beberapa perahu di pinggir danau Batur, untuk melakukan penyeberangan cukup merogoh kocek tiga ratus ribu rupiah menggunakan perahu berkapasitas 10 orang (jadi satu orang cuma 30ribu ya kalau berangkat bareng).

ada kuncen yang selalu siap menjelaskan perihal kuburan ini, cukup bekali dia minimal Rp. 20.000 kita dapat banyak informasi
ada kuncen yang selalu siap menjelaskan perihal kuburan ini, cukup bekali dia minimal Rp. 20.000 kita dapat banyak informasi

TIPS: sebaiknya bersabar untuk menunggu rombongan lain jika jumlah rombongan Anda kurang dari 10 orang agar tarif boat terasa murah

Keunikan dari Kuburan Trunyan yang terletak di Desa Trunyan ini adalah terdapat 11 jenazah dalam ancak sanji atau semacam bambu yang disusun berkerucut. Bambu ini berisi jenazah berkain penutup setengah badan dengan wajah jelas terlihat. Sekeliling ancak sanji ini diletakan barang-barang seperti sandal, foto, pakaian, atau benda-benda lain si jenazah semasa hidup yang sengaja dibawa oleh keluarga jenazah.

menurut pa kuncen, jenazah ini meninggal 6 bulan lalu, meninggal saat berusia 80 tahun
menurut pa kuncen, jenazah ini meninggal 6 bulan lalu, meninggal saat berusia 80 tahun

Tentu bukan hal unik namanya jika mayat ini mengeluarkan bau dan membusuk. Sebelas mayat itu tidakPreview membusuk dan tidak berbau. Apa rahasianya…? Yaitu sebuah pohon Taru Menyan yang berdiri tegak di pintu masuk kuburan ini. Wangi yang dihasilkan mulai akar hingga pucuk pohon yang konon hanya ada 1 di dunia ini membuat 11 jenazah yang terkulai tidak berbau dan tidak pula berbusuk.

Jika hanya terdapat 11 jenazah yang diletakan di Kuburan Trunyan, lalu kemana jasad jenazah lain mengakhiri perjalanan hidupnya? Di desa Trunyan penduduknya tidak menggunakan tradisi Ngaben sebagai adat untuk mengakhiri perjalan hidup seseorang, seperti yang ada di Bali Daratan (istilah untuk penduduk Hindu Bali yang biasa kita kenal).

Perlakuan jenazah di Bali Age atau Bali Asli, sebutan untuk penduduk desa Trunyan, terbagi menjadi dua yaitu dikubur sebagai layaknya jenazah lain dan untuk orang yang meninggal dengan wajar, bukan karena penyakit, bukan karena kecelakaan, dan orang tersebut sudah menikah akan diletakan jenazahnya di Kuburan Trunyan.

Hanya ada 11 ancak sanji yang disediakan di Kuburan Trunyan, lalu jika ada jenazah baru yang layak diletakan di Kuburan Trunyan bagaimana? Setelah beberapa lama jenazah tersebut akan mengering seperti tengkorak. Saat itu artinya sudah selesai ‘jatah’ menghuni ancak sanji. Tengkorak yang mengering tersebut dikeluarkan dari ancak sanji dan diletakan diluar sebab jenazah tersebut harus berbagi tempat dengan ‘pendatang baru’.

ini dia pohon amazing yang bikin semua mayat disini ngga bau, konon hanya ada 1 pohon ini di dunia
ini dia pohon amazing yang bikin semua mayat disini ngga bau, konon hanya ada 1 pohon ini di dunia

Jika Anda berniat untuk melihat-lihat terlebih dahulu desa Trunyan lengkap dengan keaslian Bali, sebaiknya jangan menginjakan kaki terlebih dahulu di Kuburan Trunyan. Keyakinan penduduk Trunyan tidak boleh berkunjung ke Pura di desa setelah mengunjungi kuburan, Anda harus tentukan ke petugas boat bahwa sebelum ke Kuburan Trunyan, Anda terlebih dahulu ingin berkunjung melihat-lihat desa dan Pura. (mahmur)

(Tulisan ini juga saya muat di Majalah Pleasure edisi 2. Majalah Pleasure adalah corporate magazine Inna Hotel Group)